Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Mulai Terbuka Hatinya


__ADS_3

Cinta mulai merasakan terbuka hatinya untuk anak sambungnya tersebut, saat malam hari Cinta berusaha untuk menerima anak sambungnya tersebut.


Saat malam hari saat Ratih sedang tertidur pulas. Cinta menatap anak sambungnya tersebut dan pergi ke kamar Ratih untuk menyelimuti Ratih.


Walau usia masih muda, entah mengapa terketuk hatinya untuk mengenal lebih dalam putri sambungnya tersebut.


Kini Cinta merasakan kasihan karena anak sambungnya sudah kehilangan ibu sejak dirinya masih kecil. Kini Cinta terketuk untuk menjadi seorang ibu yang baik untuk anak sambungnya tersebut.


Tokkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Cinta mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban dari Ratih dan akhirnya Cinta memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar tersebut


" Sayang, sudah tidur?" tanya Cinta pada Ratih tetapi tidak ada sahutan.


" Hmm kasihan sekali kamu nak," menyelimuti Cinta.


Toni memandang di sekitar kamar, tetapi istrinya tidak ada segera turun ke kamar samping, tempat anaknya berada dan di sana Toni menemui istrinya sedang menangis.


" Sayang kamu menangis?" menghampiri Cinta.


" Iya sayang." Menjawab dengan jujur segera mengusap air matanya.


" Lah mengapa menangis sayang?" tanya Toni lagi.


" Maafkan aku sayang, selama ini aku belum bisa menjadi ibu yang baik dan menerima anak kamu dan untuk sekarang aku berusaha untuk menerima kalian dalam hidupku, walau seratus persen hatiku belum bisa mengatakan iya." Jawab Cinta.


Cinta masih 50 persen, membuka hati untuk Toni, seutuhnya hatinya masih untuk Alvin, tetapi kini Cinta tidak tahu dimana keberadaan Alvin sekarang.


Hatinya masih mengatakan untuk mencari keberadaan Alvin dimana, walau sudah mencari berbagai macam sumber di mana Alvin berada.


Saat ini Cinta masih menderita jika Alvin tidak di temukan, siapa yang memindahkan Alvin dari kamar rumah sakit yang pernah mereka singgahi.


...Ternyata ada pihak keluarga yang memindahkan Alvin dari rumah sakit tersebut....


Yang memindahkan Alvin dari rumah sakit tersebut, adalah suaminya sendiri yang memindahkannya, tetapi Toni tidak mengetahui bahwa istrinya adalah mantan pacar dari Alvin.


Kebetulan pada saat malam hari tersebut.


Toni bercerita pada Cinta, akan membawa Cinta untuk menjemput adiknya yang telah siuman di rumah sakit besok pagi.


" Istriku sayang ... Besok temani aku kerumah sakit," ucap Toni meminta untuk di temani.


Toni akan membawa adiknya Alvin di rumah tersebut untuk sementara waktu, sampai kondisi adiknya telah membaik dan benar-benar pulih.


Toni sangat menyanyangi adik satu-satunya tersebut, semenjak orangtua mereka meninggal yang menjadi harapan nya adalah adik kandungnya tersebut yang sudah menjadi dokter muda di rumah sakit miliknya.

__ADS_1


" Adik kamu yang mana?" tanya Cinta.


Cinta selama ini tidak mengetahui hal tersebut, bahwa Toni mempunyai adik yang sedang sakit dan tiba-tiba Cinta kepikiran dengan Alvin yang sedang di rumah sakit.


" Ada adikku sedang sakit, dia babak belur dibuat orang lain pada waktu itu," berusaha menjelaskan kronologisnya.


" Adik kamu? Siapa namanya?" Semakin membuat Cinta semakin penasaran.


" Kok aku semakin penasaran dengan adiknya, kronologis ceritanya hampir sama dengan Alvin." Gumam Cinta dalam hati.


" Jam berapa besok aku menemani kamu?" tanya Cinta balik.


" Temani saja sekitar jam 8 pagi bagaimana sayang!" jawab Toni.


" Siapa nama adik kamu sayang?" berusaha mengulangi pertanyaan yang tidak di jawab oleh Toni tersebut.


" Namanya Alvin ... Dia adik aku satu-satunya sayang yang paling aku sayang."


Cinta langsung terkejut dengan nama tersebut, nama Alvin. Mengingatkan nya pada sebuah nama mantan kekasih yang masih di ingatnya sampai sekarang.


" A_Alvin sayang... Nama Alvin?" tanya Cinta lagi.


" Iya istriku, nama adikku bernama Alvin." Kata Toni.


" Kenapa sayang?" tanya Toni menaruh curiga.


Cinta Rindu pada Alvin, mantan kekasih yang sangat dia sayangi tersebut, waktu itu hatinya sangat teriris ketika Alvin, cedera akibat benturan keras tersebut.


Cinta merasa bersalah dengan semuanya.


Saat Alvin di rawat di rumah sakit, dirinya menikah dengan pria lain.


" Aku rindu padamu Alvin... Dimana kamu sekarang Vin?" Tanyanya dalama hati.


Sampai saat ini. Cinta masih bertanya-tanya dalam hati, tentang keberadaan Alvin yang sampai saat ini belum di temukan.


Cinta tidak mau bahwa Alvin yang di maksud adalah adiknya Toni, seakan tidak berharap bahwa Alvin bersaudara.


" Adik kamu kalau boleh tahu? Berapa bulan di rawat di rumah sakit?" tanya Cinta pada suaminya.


" Sudah 5 bulan semenjak kita menikah, dirinya masih di rumah sakit, untungnya rumah sakit tersebut miliknya, jadi tidak mengeluarkan biaya." Jelasnya.


" Oh begitu. Berarti adik kamu mempunyai rumah sakit, wah hebat masih muda sudah mempunyai rumah sakit."


" Ya... Adik aku masih muda sudah mempunyai lima rumah sakit."

__ADS_1


Cinta salut bahwa Alvin adiknya Toni. Sudah mempunyai lima rumah sakit, rumah sakit ternama.


" Besok lah sayang kita kesana."


" Baiklah sayang."


Mereka pun tidur untuk bangun pagi besok.


Adiknya akan menginap sekitar 2 bulan di rumah, menunggu adiknya sampai siuman dan kondisi membaik.


" Adik aku akan menginap selama dua bulan di sini." Kata Toni.


Bagi Cinta tidak masalah bahwa adik suaminya akan menginap kerumah mereka.


Walau Toni susah membuat rumah tersebut atas nama Cinta, namun dirinya tidak berharap bahwa rumah tersebut akan menjadi miliknya.


" Baiklah sayang."


Toni meminta persetujuan istrinya tersebut, untuk mengizinkan adiknya boleh tinggal di rumah tersebut.


" Sayang bolehkah adik aku tinggal di rumah kita?" meminta izin pada Cinta.


" Boleh saja sayang, aku tidak berhak untuk melarang kamu, membawa adik kamu kedalam rumah ini... Semua ini hak kamu sayang dan aku tidak bisa melerai semuanya."


Toni lelah meminta di kusut sama istrinya.


Toni ingin di manjakan istrinya pada malam ini karena capek.


" Sayang kusut aku dong, soalnya aku lelah badan aku terasa capek semua." Kata Toni pada Cinta.


" Baiklah sayang, aku akan mengusut kamu." Jawab Cinta.


Cinta mengambil minyak lalu mengusut badan suaminya tersebut, kusutan penuh cinta dan rasa sayang.


" Hari ini aku mengusut dengan penuh cinta dan rasa sayang." Cinta memberikan kusutan terbaik pada suaminya tersebut.


Mengusut secara berlahan-lahan dan mulai merasakan akan kehadiran suaminya tersebut. Kehadiran penuh cinta dan rasa sayang.


" Entah mengapa aku mulai menyanyangi pria ini?" Gumamnya dalam hati sambil tidak pernah membayangkan akan mempunyai suami yang lebih tau 20 tahun darinya.


Ternyata Toni lebih dewasa darinya.


Mempunyai suami yang lebih tua mengajarkannya penuh cinta dan kasih sayang.


" Aku mulai merasakan kasih sayang kamu suamiku." Berkata jujur pada suaminya.

__ADS_1


" Hmmm serius kamu mulai mencintai aku sayang?" tanya Toni penuh cinta.


Toni memang sayang sama Cinta dan menyanyangi istrinya tersebut dengan cinta dan rasa sayang.


__ADS_2