
Notes : Part-part sebelumnya udah aku revisi ya bahasa nya jadi bahasa gak baku.
Biar lebih berasa feel nya, boleh di baca ulang dari part pertama.
*********
Hari ini merupakan hari yang penting dan teramat di tunggu oleh kedua keluarga mempelai. Hari di mana putra dan putri mereka akan mengucapkan ikrar suci pernikahan, yang kan meresmikan hubungan antar keluarga itu.
Semua telah di atur dengan sesempurna mungkin tanpa ada celah sedikitpun. Kedua mempelai maupun keluarga kini hanya tinggal mempersiapkan diri, menuju acara yang akan di mulai dalam beberapa menit lagi.
Jonathan dan Ara keduanya sama-sama sudah di rias di ruangan yang terpisah. Sofia yang ingin memeriksa persiapan sang putra pun akhirnya mendatangi ruang fitting di mana Jonathan ada di dalam.
Menoleh saat mendengar pintu yang di buka, Jonathan yang hendak memakai jas putihnya berbalik, melihat sang ibu yang sedang berjalan mendekat padanya.
"Kemari, biar Tante yang pakaikan." ucap Sofia pada Daniel yang sedang membantu Jonathan mengenakan jas.
Assisten pribadi sekaligus sahabat karib Jonathan itu tersenyum mengangguk, lalu memberikan jas yang ada di tangannya pada Sofia.
Wanita paruh baya itu tersenyum, seraya membantu sang putra mengenakan jas hitamnya.
"Anak Mama tampan sekali." ucap Sofia sambil mengancingkan jas pada Jonathan.
Jonathan menunduk, menatap senyuman ibu nya yang tak pernah pudar dari wajah cantik yang masih terlihat awet muda itu.
Tapi ada setitik air mata yang turun dari sudut mata sang ibu, membuat tangan Jonathan terulur untuk menghapus.
"Kenapa Mama malah menangis?" ucap Jonathan.
Putranya itu sedikit berdecak tak suka.
"Aduh, Mama terlalu bahagia. Sampai gak sadar ngeluarin air mata." Sofia ikut menghapus sudut matanya.
Setelah memasang kancing jas, Sofia mendongkak menatap Jonathan yang lebih tinggi. Lalu kedua tangannya menepuk lembut bahu sang putra.
"Jo, terima kasih ya."
"Makasih karna kamu akhirnya mau menerima perjodohan ini. Maaf kalau Mama dan Papa terkesan memaksa kamu. Tapi, jujur Mama sangat bahagia, akhirnya Mama bisa melihat kamu menikah." ucap Sofia.
Sempat tersirat keputusaan dalam diri Sofia ketika Jonathan enggan untuk menikah setelah mengalami kegagalan dulu.
Ia takut putra nya itu benar-benar tidak akan pernah menikah dan memiliki pendamping hidup yang kan menemani nya nanti.
Jonathan tak menjawab, tapi lelaki itu tak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari sang ibu.
"Mama tahu, kamu tidak siap dan belum bisa menerima. Tapi, Mama yakin suatu hari nanti kamu pasti bisa menerima dan mencintai Ara. Dia gadis yang baik, jangan sakiti dia ya Jo. Janji sama Mama." lanjut Sofia.
"Ma... "
"Yasudah, Mama enggak akan memaksa kamu buat berjanji. Tapi Mama minta tolong, jaga Ara. Intinya jangan lukai dia, seperti apapun keadaannya nanti ya?"
"Hem.. Jo usahakan."
"Mama tahu kamu pasti bakal ngelakuin itu. Kamu kan anak Mama yang baik dan tampan." ucap Sofia sambil tersenyum.
"Yasudah, Mama harus keluar lagi nemenin Papa menyambut para tamu. Kamu persiapkan diri kamu, jangan tegang."
Jonathan mengangguk. Sebelum benar-benar keluar Sofia sempat berpesan para Daniel dan Garry untuk menemani putranya itu.
Meminta kedua sahabat Jonathan agar membuat Jonathan lebih relaks, karna meski meski Jonathan berusaha menyembunyikan kegugupan nya, tapi Sofia bisa tahu hanya dari melihat kedua mata putra nya itu.
********
__ADS_1
Seluruh ballroom hingga pelaminan tertutup jutaan bunga yang didominasi warna putih, terasa klasik namun romantis dan mewah.
Seluruh gorden diberi sentuhan warna senada dengan beberapa tambahan warna pastel, tatanan bordir dan lace menyempurnakan tiap detailnya.
Dekorasi ala Eropa klasik yang megah dan mewah membuat pasangan mempelai pengantin layaknya seorang Raja dan Ratu
dalam sehari.
Tamu yang di undangan yang hadir pun sudah tampak banyak, kebanyakan dari kalangan atas yang merupakan kolega atau kerabat dari kedua keluarga.
Sambil menunggu kedua pengantin bersiap, MC yang merupakan seorang pembawa acara senior pun memulai acara. Semua orang sudah tampak menyimak, mulai dari susunan acara yang paling awal hingga akhirnya mempelai pria mulai memasuki gedung ballroom.
Di temani kedua sahabat nya Garry dan Daniel, Jonathan yang tampak gagah dengan tuxedo serba putih dengan celana yang senada melangkah menaiki altar pernikahan.
Menunggu sebentar di atas altar, tak lama setelah pembawa acara mempersilahkan pengantin wanita masuk, kedua pintu ballroom terbuka lebar.
Ara berdiri di depan pintu dengan sang Ayah. Gadis itu tampak sangat cantik, mengenakan gaun pernikahan berwarna putih mewah yang menjulang panjang di lantai. Dengan riasan wajah dan rambut yang elegan, membuat setiap tamu yang melihatnya tak hentinya memuji kecantikan nya yang bak ratu sehari.
Melangkah bersama sang Ayah, Ara menebar senyuman lembut sembari berusaha menenangkan debaran di jantungnya. Kegugupan melanda, kala kaki nya mulai menaiki altar dan semakin mendekat pada Jonathan yang sudah menunggu di sana.
Dan begitu Ara tiba di hadapan nya, telapak tangan Jonathan terulur menyambut wanita yang sebentar lagi akan menjadi pasangan hidupnya.
"Tolong jaga putri Ayah dengan baik ya." ucap Adrian, beralih memindahkan genggaman Ara pada Jonathan.
Jonathan mengangguk, menerima uluran tangan Ara. "Iya Ayah." jawabnya.
Lalu keduanya nya sama-sama menghadap depan. Memulai ikrar suci pernikahan yang akan mereka berdua ucapkan di hadapan Tuhan dan semua orang.
Begitu, keduanya sah menjadi sepasang suami istri.
Jonathan dan Ara kini saling berhadapan satu sama lain, saling menatap tanpa senyum kebahagiaan yang tersirat di keduanya. Dan ketika MC acara meminta Jonathan untuk mencium, Ara refleks memejamkan matanya. Merasakan kedua bahu nya di sentuh, hingga akhirnya ia merasakan bibir hangat Jonathan yang menyentuh dahi nya. Bertahan sebentar, sampai Jonathan melepaskan nya lalu ia kembali membuka mata.
*********
Seusai acara pengucapan ikrar pernikahan, acara di lanjutkan kembali dengan resepsi pernikahan. Karena di adakan pada sore menjelang malam, para tamu yang tadi belum hadir saat ikrar kini mulai berdatangan saat resepsi. Semakin malam acara semakin ramai, para tamu undangan saling bergantian mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang berdiri di atas pelaminan.
"Halo Tante, Om.. " sapa seorang gadis cantik berambut sebahu pada Sofia dan juga Jeremy yang berdiri di pelaminan.
Melihatnya Sofia langsung memekik girang, lalu merangkul gadis itu kedalam pelukannya.
"Lisa... ya ampun kamu datang sayang? Aduh Tante kangen sekali sama kamu." ucap Sofia.
Gadis cantik berwajah blasteran itu tersenyum, membalas pelukan Sofia. "Elisa pasti datang Tan. Elisa juga kangen sama Tante."
"Tante dan Om apa kabar?" gadis itu bertanya sambil melepas pelukannya.
"Om baik Elisa. Senang bisa lihat kamu lagi."
"Tante juga baik. Kamu kapan pulang? Kok enggak kabar-kabarin Tante?"
"Baru dua bulan kok Tan. Maaf ya, Elisa agak sibuk jadi belum sempat kunjungin Tante dan Om."
"Enggak apa-apa, Tante ngerti." pinta Sofia.
Gadis itu mengangguk, sempat menoleh ke belakang di mana antrian sudah panjangan.
"Tante maaf, ngobrolnya kita lanjut lagi nanti ya. Elisa gak enak, banyak orang yang udah nunggu di belakang."
Sofia melirik sekilas lalu menganggukan kepalanya. "Iya sayang enggak apa-apa. Nanti kita kamu main ya ke mansion, Tante mau ngobrol banyak sama kamu." ucap Sofia.
"Iya nanti Elisa pasti berkunjung ke sana." sanggupnya. "Yaudah, Elisa samperin kak Jonathan dan istrinya ya Tante Om."
__ADS_1
"Iya sayang. Nikmatin acaranya juga ya."
Elisa tersenyum, lalu melanjutkan untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Hai.. Kak." sapa Elisa pada Jonathan lebih dulu.
Jonathan hanya melirik sekilas, lalu menatap uluran tangan Elisa padanya. "Selamat ya Kak buat pernikahan nya, akhirnya kamu nikah juga. Semoga langgeng sampai kakek nenek dan bahagia selalu." ucapnya dengan tulus.
Jonathan menerima uluran tangan itu, menjawab ucapan selamat dari Elisa. "Hem, makasih." jawabnya.
Beralih pada Ara, Elisa tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Ara.
"Hai Kak, kenalin aku Elisa. Temannya Kak Jonathan dan Marvel."
"Iya hai juga, aku Arabella." sambut Ara.
"Selamat ya pernikahannya, semoga kalian menjadi keluarga yang saling mencintai dan menyayangi hingga akhir hayat." ucap Elisa.
Ara tersenyum mengiyakan. "Makasih doa nya."
Elisa tersenyum dan berpamitan pada Jonathan maupun Ara. "Sekali lagi happy wedding ya buat kalian."
Melihat pada Elisa Ara merasa ada yang berbeda dari ucapanya terakhir ini.
Entah mengapa Ara merasa gadis itu terlihat sendu menatap Jonathan sebelum akhirnya turun dari pelaminan setelah mengucapkan selamat juga kepada Adrian.
Ara dan Jonathan pun kembali melanjutkan menerima ucapan selamat dari para tamu. Namun ada yang mengganjal di pikiran Ara mengenai Elisa, melihat interaksi intens antara gadis itu dan Sofia membuat Ara memikirkan apa hubungan Elisa dengan kelurga Jonathan.
"Jo.. " Ara mendongkak pada Jonathan, saat keadaan mulai sepi.
Ara begitu penasaran ingin bertanya tentang Elisa. Apalagi setelah melihat tatapan Elisa yang tampak sendu pada Jonathan.
Jonathan di samping nya menoleh. "Apa?"
"Emm.. Itu... " Ara tampak bingung memilih kata.
Sedangkan Jonathan masih setia menunggu apa yang ingin Ara katakan.
Terdiam sejenak, Ara hendak berucap lagi. Tapi, suara dari pengeras pembawa acara yang meminta untuk mempelai dan para tamu untuk turun ke lantai dansa membuat niat Ara terpotong.
"Untuk kedua mempelai di persilahkan untuk turun ke bawah karna kita akan melangsungkan sesi acara selanjutnya nya yaitu first dance."
"Para tamu undangan pun di persilahkan untuk ikut turun."
Akhirnya Ara mengurungkan niatnya saat Jonathan mengajak nya untuk turun ke lantai dansa.
"Ayo.. " ucap lelaki itu sambil mengulurkan tangan pada Ara.
•
•
•
To be continued ...
********
__ADS_1