Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Keysa menuruti kemauan Johan, dia membuka laptopnya. Dan Johan dengan seksama mengecek laporan keuangan yang ada di data dan di berkas. Dia melihat ada selisih nilai.


"Keysa, sepertinya ada kecurangan yang di lakukan oleh salah satu karyawanmu. Kami harus selidiki lagi, karena ini laporan tak sama setelah aku hitung dan teliti semuanya."


"Baik yang ada di data laptop, data kantor, berkasmu ini, juga yang ada di laporan keuangan yang dari karyawanmu."


Mendengar akan hal itu, Keysa langsung memicingkan matanya.


"Pantas dari tadi aku cek kok selalu hasilnya tak sama dan selalu saja beda. Aku pikir aku yang salah dalam berhitung," ucap Keysa.


"Sudah sekarang kamu istirahat saja, besok pagi aku temani kamu ke kantormu untuk menyelidiki hal ini. Supaya tidak telanjur. Aku khawatir perusahaan kamu bisa alami kerugian besar jika ada dana yang di selewengkan oleh salah satu karyawan kamu," saran Johan.


Keysa hanya mengangguk pelan, tak ada terima kasih sama sekali. Ataupun senyuman untuknya. Tapi Johan tak permasalahkan hal itu. Dia hanya ingin ada waktu lebih lama lagi bersama dengan istri dan anaknya kelak.


******


Pagi menjelang, untuk sementara waktu Johan tak berangkat ke kantor dirinya dulu. Tetapi menemani sang istri ke kantornya untuk membantu istrinya mencari tahu siapa yang telah korupsi.


Selams di dalam kantor Keysa, Johan begitu sangat teliti mencari tahu segala pengeluaran yang di lakukan di dalam kantor dan juga segala bukti tertulis.


Hanya satu jam, akhirnya ditemukan kecurangan pada pihak devisi di bagian pemasaran barang. Dimana dia menjual barang dalam jumlah banyak tetapi hanya sebagian dana yang masuk ke kas kantor.


Perusahaan milik Keysa bergerak di bidang penjualan barang-barang elektronik yang melayani hingga ke luar negeri. Perusahaan yang sebenarnya di diriksn oleh Betrand puluhan tahun yang lalu.


Setelah mendapatkan bukti kecurangan tersebut, Keysa pun membawa permasalahan ini ke jalur hukum untuk segera di tindak lanjuti. Dia sana sekali tak percaya jika orang yang selama ini menjadi kepercayaannya yang telah melakukan hal ini.


Saat itu juga, pelaku korupsi di tangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal untuk kejahatannya.. Kembali lagi Keysa sama sekali tak berterima kasih pada Johan.


"Keysa, lain kali kamu harus lebih berhati-hati dan jangan langsung menyerahkan segala urusan pada karyawanmu," nasehat Johan.

__ADS_1


"Sudah, dech. Kamu nggak perlu sok pintar dan sok perhatian. Apa yang terjadi padaku ini hanya karena aku sedang sial saja. Selama ini perusahaan yang aku pimpin baik-baik saja."


"Mungkin ini juga pengaruh adanya dirimu. Hal ini terjadi di saat aku sudah menikah denganmu, karena kamu hanya membawa sial saja bagi kehidupan aku," umpat Keysa.


"Astagfirullah alazdim, ya Allah berikan hamba kesabaran dalam menghadapi sikap arogant dan sombong istri hamba ini," batin Johan seraya menghela napas panjang.


"Kenapa kamu diam, kamu sadar kan? jika kehadiranmu di dalam kehidupanku tidak membawa keberuntungan sama sekali. Sejak aku menikah denganmu, selalu saja ada masaah yang terjadi di dalam hidupku," ucap Keysa.


Kembali lagi Johan hanya diam, dia pun berlalu pergi dari kantor Keysa tanpa pamit sama sekali pada istrinya. Dia melanjutkan niatnya untuk kembali ke kantornya sendiri.


Dia mencoba menepis semua rasa sakit hatinya tersebut. Dia tak ingin dendam dengan ibu dari calon anaknya.


"Astagfirullah alazdim, bagaimanapun Keysa adalah ibu dari calon anakku. Ya Allah, semoga suatu saat nanti terjadi sebuah keajaiban pada rumah tanggaku."


Dalam hati Johan menentang perpisahan yang akan terjadi diantara keduanya. Akan tetapi dia tak bisa berkata apa-apa lagi karena memang dari awal pernikahan yang mereka jalankan juga karena terpaksa.


"Kenapa hati ini pikiran aku tak menentu, memikirkan Keysa terus. Sebaiknya aku kekantornya karena aku khawatir terjadi sesuatu pada dirinya," batin Johan.


Dia pun melajukan mobilnya arah ke kantor Keysa. Dia sengaja menunggu di balik sebuah pohon besar.


"Sebaiknya aku awasi saja Keysa dari sini karena aku tak mau nantinya Keysa marah-marah jika melihat kedatangan aku," gumamnya seraya terus mengawasi kantor Keysa.


Tak berapa lama, muncullah Keysa dari dalam kantor. Dan pada saat Keysa akan menyeberang menuju ke mobilnya. Ada sebuah mobil melaju dengan sangat cepat. Untung saja hal ini sempat di ketahui oleh Johan, hingga secepat kilat dia menyambar tubuh Keysa dan memeluknya.


Keysa lolos dari maut, tetapi Johan sempat terserempet punggung, keoalo serta siku dari mobil yang akan menabrak Keysa tersebut. Johan memeluk Keysa sementara belakang kepala terasa sakit.


Sejenak dia hampir oleng, lantas dia melepaskan pelukannya pada Keysa. Dan dia menepi seraya menyandarkan tubuhnya yang terasa sangat sakit di bagian punggung, kepala bagian belakang dan juga siku lengannya.


"Johan, apa kamu tidak apa-apa?" Keysa menghampiri Johan yang menutup matanya merasakan pandangan matanya berkunang-kunang dan kepalanya terasa sakit sekali.

__ADS_1


Saat itu juga Johan pingsan tak sadary diri dan Keysa barulah panik, dia langsung meminta tolong pada security untuk mengangkat tubuh Johan membawanya masuk ke dalam mobilnya.


Keysa melarikan mobilnya menuju ke arah rumah sakit supaya Johan bisa mendapatkan penanganan yang intensif. Hanya beberapa menit saja, mobil Keysa telah sampai di pelataran rumah sakit.


Keysa memanggil dua perawat pria yang kebetulan sedang melintas lewat hadapannya untuk meminta pertolongan. Hingga tsknlena kemudian salah satu perawat membawa brankar dan membaringkan tubuh Johan di atas brankar tersebut.


Langsung kedua perawat melarikan brankar menuju ke arah ruang pemeriksaan dan langsung mendapatkan penanganan yang instensif dari Dokter.


Karena rasa panik yang teramat sangat, Keysa berinisiatif menghubungi Betrand untuk datang ke rumah sakit. Dia sangat mengkhawatirkan kondisi Johan.


"Pah, cepatlah datang kerumah sakit Persahabatan. Johan saat ini berada di sini karena alami kecelakaan."


"Loh kok bisa, bagaimana ceritanya suamimu bisa alami kecelakaan?"


"Sebaiknya papah langsung saja datang ke rumah sakit. Nanti aku jelaskan secara langsung saja biar lebih jelas."


Setelah sejenak menelpon Betrand, Keysa mematikan panggilan telepon tersebut. Dia duduk di bangku depan ruang pemeriksaan.


"Kenapa dokter lama sekali dalam memeriksa Johan? apakah kondisinya parah ya, aduhh kok aku menjadi gelisah dan khawatir seperti ini? semoga saja tak terjadi apa pun pada Johan," gumamnya.


Hingga sampai Betrand dan Bu Sarah datang, dokter belum juga selesai dalam memeriksa Johan.


"Keysa, bagaimana kondisi Johan?" tanya Betrand panik.


"Entahlah, pah. Dari tadi dokter sedang memeriksanya tetapi belum juga keluar," ucap Keysa.


"Lantas bagaimana bisa terjadi kecelakaan di depan jalan raya kantormu?" tanya Betrand penasaran.


Keysa pun menceritakan semuanya pada Betrand di hadapan Bu Sarah.

__ADS_1


__ADS_2