Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Awal Kehamilan Keysa


__ADS_3

Joni begitu kecewa karena dia tak bisa mendapatkan mahkota, Keysa


"Sialan, susah payah aku mendekati Keysa lagi. Malah tahu-tahu dia sedang hamil saja, hem tak apa dech yang terpenting aku bisa dapatkan hartanya kelak." Batinnya seraya terus mengemudi.


Sementara Keysa pulang dengan menunjukkan tes laboratorium pada papahnya jika dirinya ini telah hamil.


"Pah, ada surprise nech." Keysa memberikan kertas putih tersebut.


"Apa ini , Keysa?" tanyanya seraya mengerutkan alisnya menerima kertas putih dari Keysa


"Buka saja, pah."


Betrand pun membuka kertas putih tersebut, dan dia langsung tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya keinginan papah untuk segera menimang cucu segera terkabul," Betrand menengadahkan ke dua tangannya ke atas.


"Johan-Keysa, terima kasih ya kalian sudah membuat papah sangat bahagia."


Johan-Keysa hanya bisa tersenyum tanpa ada pergerakan apa pun. Johan senang istrinya hamil tetapi dia juga sedih karena akan segera bercerai dari Keysa.


"Ya Allah, semoga kelak Keysa berubah pikiran untuk berpisah denganku. Karena aku sama sekali tak ingin berpisah darinya. Apa lagi jika nanti kita punya anak, aku akan selalu merindukan anakku," batin Johan.


"Johan, kenapa kamu seperti tak senang mendengar kabar kehamilan Keysa?" tanya Betrand menatap penasaran ke arah Johan.


"Pah, aku senang kok. Karena sangat senangnya hingga aku tak sampai bisa berkata sama sekali," ucap Betrand menutupi kesedihannya.


Keysa hanya melirik sinis melihat ke arah, Johan.


"Aku tahu kenapa Johan bersedih, karena dia sebentar lagi tak kan menjadi suamiku lagi sehingga tak bisa menumpang hidup lagi pada papahku," batin Keysa menyeringai sinis.


***********


Suara ayam berkokok membangunkan orang tidur yang tandanya waktu sudah pagi. Akan tetapi tidak dengan Keysa, ia masih asik tidur nyenyak di kasur empuknya.


Berbeda dengan Johan, yang sudah bangun dari jam lima pagi. Keysa sejak di nyatakan hamil sengaja membuat sibuk Johan. Dia selalu saja minta di layani sarapan olehnya.


Johan pun tak pernah mengeluh, dia selalu melayani Keysa membuatkan menu sarapan kesukaannya.


"Keysa, bangun sayang ini sudah siang menjelang pukul setengah tujuh," Johan menepuk pelan lengan Keysa.

__ADS_1


"Sebentar lagi, aku masih ngantuk. Jika mau sarapan, sarapan saja dulu tak usah ganggu mimpi indahku," ucap Keysa dengan mata masih terpejam.


"Ya sudah, sarapanmu aku letakkan di atas meja ya."


"Hem." hanya itu jawaban dari Keysa seraya tetap terpejam matanya.


Johan pun berjalan ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga.


"Johan, mana Keysa kenapa nggak kamu ajak sarapan sekalian?" tanya papah Betrand.


"Masih tidur, pah. Kita sarapan dulu saja, pah. Tadi aku sudah membangunkannya tapi tetap saja masih tidur. Mungkin pengaruh kehamilannya juga, pah. Tapi nggak usah khawatir, aku sudah menyiapkan sarapannya di kamar kok," ucap Johan.


"Ya sudah kalau begitu kita sarapan saja," ucap Betrand.


Semua sarapan dengan sunyi hening tanpa ada satu katapun. Setelah sarapan sudah selesai tak lupa Lisa berpamitan untuk berangkat kuliah. Sementara Bu Sarah membantu bibi membereskan meja makan. Dan Betrand sibuk dengan memotong dedaunan yang telah menguning. Dia mempunyai banyak koleksi tanaman.


Johan akan berangkat ke kantor, tetapi dia teringat jika Keysa masih tidur pulas, hingga dia pun membangunkan istrinya lagi.


"Keysa, bangun sudah siang loh ini. Aku sudah mau berangkat kerja." Johan menepuk-nepuk lengan istrinya.


"Berisik banget sih, aku masih ingin tidur! jika akan pergi tinggal pergi saja," bentak Keysa marah masih dengan mata terpejam.


"Huh, berisik banget sih kamu! nggak usah sok perhatian seperti itu. Aku bukan anak kecil lagi yang harus di ingatkan dengan segala hal!"


"Ya, maaf." Johan melangkah pergi untuk berangkat ke kantor. Dia sudah tak ingin mengganggu istrinya lagi.


Seperginya Johan, barulah Keysa terbangun. Tetapi dia merasakan mual dan muntah hingga dia memutuskan untuk tak ke kantor hari ini karena kepala juga terasa pusing sekali.


Keysa menyerahkan urusan kantor sementara untuk di handle asisten pribadinya. Selagi asik berbaring, ponsel pun berdering.


"Hallo, ada apa sih telpon?"


"Sayang, aku menunggumu di halaman kantor tetapi kamu tidak ada. Apakah kamu tidak berangkat ke kantor?"


"Aku libur karena kepala aku sakit, memangnya ada apa sih?"


"Nggak ada apa-apa, hanya kangen saja. Aku ke rumahmu ya?"


"Jangan ke rumah, aku nggak ingin kedatanganmu membuat marah papahku!"

__ADS_1


Setelah itu Keysa mematikan panggilan ponsel yang ternyata dari, Joni.


"Enak saja mau datang ke rumah, dia pikir aku ini benar-benar masih berharap padanya. Padahal aku sudah tak menginginkan dirinya sama sekali!"


Namun beberapa menit kemudian, terjadi kehebohan di pelataran rumah. Dimana Betrand sedang menghadang langkah Joni.


"Heh, lancang sekali kamu datang kemari setelah apa yang kamu lakukan pada anakku!" bentak Betrand.


"Santai saja, om. Tak usah di buat kesal atau bahkan marah malah nanti buat om sakit loh. Aku datang kemari karena aku khawatir melihat kondisi, Keysa."


"Aku kemari ingin jenguk dirinya, om. Aku minta maaf atas kesalahanku yang telah lalu. Dan aku berjanji akan menebus semua rasa salahku dulu, om."


Mendengar apa yang di katakan oleh, Joni. Betrand semakin kesal saja.


"Pergilah dan jangan ganggu, Keysa! dia sekarang sudah bahagia dan sebentar lagi akan punya anak!" bentak Betrand.


"Om salah. Keysa itu tak bahagia bersama pria kampungan itu, om. Hanya aku yang bisa buatnya bahagia. Jadi izinkan aku untuk bertemu dengannya," pinta Joni.


"Keysa-Keysa, aku sudah ada di depan rumahmu..." teriak Joni.


Hingga benar-benar terdengar sampai ke kamar, Keysa.


"Sudah aku katakan jangan kenari, eh malah dia kemari! cari mati dan cari masalah saja!" Keysa kesal bangkit dari ranjangnya dengan melangkah menghentakkan kakinya menuju ke pelataran rumah.


"Hey, kenapa kamu datang kemari? bukankah aku sudah katakan tak usah datang kemari!" ucap Keysa tanpa sadar jika ada Betrand di sampingnya.


"Jadi selama ini kamu masih berhubungan dengan pria yang sudah membuat malu keluarga kita, Keysa? harus bagaimana lagi papah menasehati kamu supaya kamu menurut?" Betrand sangat emosi.


"Pah, ini tidak seperti yang papah pikiran. Kami masih berhubungan tetapi hanya sebatas teman, tak lain dari pada itu pah," bantah Keysa.


"Apa, teman? apa kamu lupa, Keysa dengan beberapa hari lalu pertemuan kita di cafe. Kita sudah sepakat untuk berpacaran lagi," ucap Joni.


"Keysa, apa benar yang dikatakan olehnya?" tanya Betrand sudah mulai merasakan dadanya sakit.


Dia terus saja memegangi sebelah dadanya.


"Aduh, aku nggak ingin terjadi apa-apa pada papah jika aku mengatakan hal yang sebenarnya," batin Keysa menatap Betrand dengan wajah panik.


"Bohong, pah. Aku sama sekali tak ada hubungan dengannya lagi. Heh, Joni kenapa kamu jadi terbawa perasaan dengan pertemanan kita?"

__ADS_1


"Jika begitu, aku tak ingin berteman lagi denganmu! pergilah dari rumahku ini!'


__ADS_2