Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Pemberian Nama


__ADS_3

Keysa sama sekali tak menjawab ucapan Johan. Dia hanya diam saja dengan tatapan tajam ke arah Johan.


"Johan, berhubung kita nggak jadi cerai. Mulai detik ini dan selanjutnya, kamu yang mengurus bayi ini. Dan aku akan tetap kerja," pinta Keysa.


"Keysa, tapi aku kan kerja? masa iya mengurus anak kita, bagaimana kalau kita sewa baby sitter saja ya?" saran Johan.


"Tidak, aku tak percaya pada baby sitter. Aku ingin kamu yang merawatnya selama aku kerja, bukannya ini yang kamu harapkan selama ini? ingin selalu bersama dengan anakmu?"


Keysa sengaja mulai menekan Johan, hal ini di lakukan supaya Johan perlahan tak kerasan dan lama-kelamaan menyerah dengan pernikahannya.


"Baiklah, Keysa. Aku akan merawat anak ini bersama Ibuku. Di saat aku ke kantor biar ibu yang menjaganya dan setelah aku pulang dari kantor, aku yang akan menjaganya."


"Keysa, lantas anak kita akan di beri nama siapa? bukannya belum di beri nama?"


Keysa tak merespon ucapan dari suami nya, dia hanya diam saja. Selagi diam anaknya menangis membuat Keysa merasa terganggu.


"Oek oek oek oek"


"Keysa, jika kamu tak ingin memberikan nama pada anak kita. Biar aku saja yang memberinya nama."


Johan mengangkat bayinya yang tengah menangis. Baby tampan itu langsung terdiam tidur.


"Keysa, boleh kan aku yang memberi nama pada anak ini?" ucap Johan lagi ragu.


"Terserah, bawa keluar anak itu aku mau tidur," pinta Keysa.


Johan pun membawa bayinya keluar dari kamar Keysa. Dia segera ke kamar ibunya dan ingin berbicara banyak dengan ibunya.


"Bu, maaf ya aku ganggu."


Kebetulan Bu Sarah sedang ngobrol bersama Lisa, hingga pintu tak di kunci.


"Ada apa, Johan?" tanya ibunya.

__ADS_1


"Bu, aku bisa minta tolong bisa nggak? jika aku kerja, ibu menjaga anakku ini? karena aku tak mungkin membawa kerja anakku," ucap Johan memelas.


"Berarti kalian tak jadi berpisah atau bagaimana?" tanya Ibunya lagi.


"Nggak, Bu. Ketahuan sama papah Betrand surat cerai di sobek. Dan dia tak mau kita berpisah."


"Hanya saja, Keysa tak mau merawat anak ini bahkan tak mau menyusuinya. Bahkan aku di larang menyewa baby sitter. Dia akan fokus kerja lagi katanya."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Johan, baik Bu Sarah maupun Lisa merasa iba dengan nasib Johan yang mempunyai istri bagaikan bunglon, sifatnya berubah-ubah tak bisa di tebak sama sekali.


"Johan, kamu tak usah khawatir. Ibu mau kok menjaga anakmu ini, bagaimana pun ini kan cucu ibu juga."


Bu Sarah langsung mengambil bayi yang ada di gendongan Johan.


"Aku juga pasti akan bantu ibu, mas. Jadi kamu tak perlu khawatir ada aku dan ibu yang akan menjaga anakmu selama kamu bekerja. Lantas apakah anakmu ini sudah di beri nama, mas?" tanya Lisa.


"Belum, Lisa. Aku sedang mencari nama yang tepat untuk anakku," ucap Johan.


"Astagfirullah alazdim, seharusnya jauh-jauh hari sudah ada persiapan nama untuk anakmu ini, mas," ucap Lisa heran.


"Johan-Johan, kamu yang sabar ya. Pasti ada saatnya hidup rumah tanggamu akan bahagia. Mungkin ini adalah salah satu ujian dari Allah untuk rumah tanggamu, apakah kamu kuat atau tidak menghadapi semua ini."


Bu Sarah mencoba menghibur anak sulungnya.


"Iy, Bu. Semoga saja, aku masih bisa bersyukur kok, Bu. Doaku terkabul tak jadi pisah dengan, Keysa. Hingga aku bisa selalu bersama anakku ini. Walaupun ternyata Keysa bersikap manis pada saat hamil saja," ucap Johan mencoba tersenyum.


"Bu, Lisa. Besok aku minta tolong untuk membuat syukuran pemberian nama untuk anakku," ucap Johan mengalihkan pembicaraan.


"Memangnya kamu sudah menemukan nama yang tepat untuk bayimu ini?" tanya Bu Sarah.


"Sudah, Bu. Aku akan memberinya nama ABIAN yang artinya gembira atau bahagia. Biar Bian selalu gembira sepanjang hidupnya," ucap Johan.


*******

__ADS_1


Pagi menjelang, Bu Sarah dibantu dengan Lisa dan asisten rumah tangga memulai memasak untuk membuat syukuran pemberian nama anak Johan.


"Ada apa ini? kok banyak sekali makanan?" tanya Keysa pada saat berada di dapur.


"Kami sedang membuat syukuran untuk memberi nama anakmu, Keysa," jawab Bu Sarah.


"Oh, baguslah. Aku pikir Johan tak bisa memberikan sebuah nama pada anaknya," ejek Keysa seraya berlalu pergi dari dapur ke kamar kembali.


Johan juga ikut sibuk dengan mencari seorang ustadz untuk memimpin acara. Dan juga mengundang penghuni yayasan panti asuhan yang tak jauh letaknya dari rumah tersebut.


Satu jam kemudian, acara pengajian syukuran pemberian nama di laksanakan. Acara begitu khusyu tanpa ada yang berbicara sendiri. Semua yang hadir dengan suka cita ikut mendoakan untuk anak Johan yang akan diberi nama ABIAN.


Satu jam kemudian, acara telah selesai, Johan sangat lega karena anaknya sudah diberi nama. Dia berjanji akan selalu memberikan kasih sayang yang seutuhnya untuk Abian.


Berjalannya waktu cepat sekali, tak terasa sudah satu bulan umur Abian. Akan tetapi Keysa masih belum bisa menerima Johan, bahkan Keysa benar-benar enggan untuk menyusui Abian apa lagi untuk sekedar menggendongnya.


"Keysa, apa kamu sama sekali tak ingin menggendong anakmu ini?" tanya Betrand heran.


"Pah, bukannya jika setelah pasca operasi Caesar tidak di perbolehkan mengangkat beban berat ya," ucap Keysa.


"Keysa, gendonglah anakmu barang sejenak. Pasti anakmu ini juga merindukan pelukan ibunya," pinta Betrand.


"Gampang, pah. Bukannya pasca operasi itu tiga bulan lamanya ya. Sabar ya pah, setelah tiga bulan berlalu pasti aku gendong walaupun hanya sejenak," Ucap Keysa asik dengan ponselnya.


"Astagfirullah alazdim, Keysa. Papah pikir kamu sudah berubah tetapi masih saja keras kepala seperti ini," Ucap Betrand sedih dengan sikap anak semata wayangnya.


"Memang aku kenapa, pah? bukannya aku sudah menuruti kemauan papah? menikah dengan sopir aku terima, papah ingin cucu aku juga sudah berikan. Papah tak ingin aku cerai, aku pun mengurungkannya kan? kurang baik apa aku, pah?" Keysa berkata ketus.


Betrand membawa Baby Abian keluar dari kamar, Keysa.


"Cu, kamu yang sabar ya? opa yakin suatu saat nanti, mamahmu akan bisa sepenuhnya sayang padamu," ucap Betrand menatap wajah mungil cucunya.


Betrand sangat senang keinginannya untuk punya cucu laki-laki telah terpenuhi. Tanpa sepengetahuan, Keysa. Semua warisan Betrand akan dia berikan pada Abian.

__ADS_1


Karena Betrand tahu bagaimana sifat Keysa hingga dia sungkan memberikan warisannya kelak untuk Keysa.


"Cu, sehat selalu ya. Opa akan selalu sayang padamu, jadi kamu jangan khawatir."


__ADS_2