
Tak terasa kini Johan telah sembuh, setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit. Sementara Keysa masih saja bersikap angkuh padanya.
"Sykurlah akhirnya kamu sembuh juga, jangan berharap ya aku akan jatuh cinta padamu," ucap Keysa seraya melangkah pergi menuju ke mobilnya untuk ke kantor.
Tanpa sepengetahuan Keysa, Johan memerintah beberapa orang bayaran untuk menjaga istrinya. Karena Johan yakin kecelakaan yang sempat mengenai dirinya waktu itu adalah tindakan yang di sengaja.
"Aku yakin sekali jika mobil yang waktu itu akan menabrak Keysa adalah unsur di sengaja. Lantas siapa orang yang ingin mencelakai dirinya?" batin Johan.
Dia tak ingin jika Keysa dan anaknya mengalami hal buruk. Untuk selalu waspada, dia pun rela membayar beberapa orang untuk selalu melindungi Keysa.
Johan pun lekas berangkat ke kantornya, tetapi sejak kecelakaan itu dia menjadi tak tenang dalam bekerja. Ingin rasanya berkata pada istrinya supaya berhenti bekerja saja, biar dia yang bekerja. Tetapi itu tidaklah mungkin, karena dia tahu betul bagaimana sifat Keysa yang sangat keras kepala.
Sementara saat ini Keysa sudah berada di kantornya. Dan lagi-lagi Joni mengintai dari balik pohon besar. Entah rencana jahat apa lagi yang akan dia lakukan untuk mencelakai Keysa.
"Waktu itu aku gagal mencelakai Keysa gara-gara sopir kampungan itu menolong. Tetapi kini aku pastikan akan berhasil," Joni tersenyum menyeringai.
Sejenak dia menelpon seseorang untuk beraksi saat itu juga.
"Cepat kamu datang ke kantor sekarang dan berikan paket tersebut secara langsung pada tarjet!" perintahnya lewat panggilan telpon.
"Baik, bos."
Beberapa menit kemudian, datanglah seorang pria dengan menggunakan seragam kurir dan memakai masker datang tepat di pelataran kantor.
"Maaf, ada keperluan apa anda datang kemari?" security menahan pria itu untuk masuk ke dalam kantor.
"Begini, pak. Saya kirim paket untuk, Nona Keysa dan pengirimnya meminta saya untuk memberikannya secara langsung padanya," ucap pria itu.
"Biar saya saja yang memberikannya pada, Nona Keysa. Katakan saja siapa pengirim paket ini." Pinta Security.
__ADS_1
Tetapi pada saat security akan meminta paket tersebut, kurir palsu itu tak mengizinkannya.
"Maaf, pak. Bisakah saya minta tolong panggilkan, Nona Keysa?" pintanya memelas.
Sementara Johan di kantornya kembali lagi merasakan tidak enak hatinya selalu teringat Keysa. Hingga dia memutuskan untuk datang ke kantor istrinya, yang kebetulan jaraknya tak begitu jauh, hingga hanya dalam waktu sekejap saja telah sampai di pelataran kantir Keysa.
"Pak, ada apa ini?" tanya Johan pada saat melihat kurir palsu dan security bersi tegang.
"Begini, Tuan Johan. Kurir ini katanya mengirimkan sesuatu untuk, Nona Keysa. Tetapi pada saat saya meminta paket tersebut untuk saya berikan pada Nona Keysa, dia tak izinkan. Dia malah meminta saya untuk memanggil Nona Keysa kemari," ucap security menjelaskan.
"Hem, sepertinya ini juga sesuatu yang tidak wajar," batin Johan lantas dia menelisik pandangannya ke seluruh penjuru dan dia tak sengaja melihat Joni yang sedang mengintai dari balik pohon besar.
"Hem, aku rasa ini ada hubungannya dengan mantan kekasih, Keysa," batin Johan.
"Pak kurir, saya suami Keysa. Biarkan saya saja yang memberikannya pada istri saya." Johan mengambil paksa kotak yang saat ini sedang di pegang oleh kurir palsu tersebut.
Hingga kurir palsu tersebut sudah tak bisa berkata lagi. Dan Johan merasa mendengar sesuatu berdetik di dalam paket tersebut. Sementara si kurir sudah pergi dengan melesat melajukan motor maticnya.
"Duar" satu ledakan terjadi dan itu membuat Joni lekas melajukan mobilnya pergi.
"Sialan, untung saja aku bersembunyi agak jauh dari pohon itu sehingga aku tak terkena ledakannya."
"Sialan, aku gagal lagi untuk bisa mencelakai Keysa."
Sementara ledakan yang cukup keras itu membuat heboh seisi kantor hingga semua yang ada di dalam kantor berhamburan keluar termasuk, Keysa.
"Heh, kamu lagi ada di sini? kenapa kamu tak ke kantor malah keluyuran di sini?" tatapan sinis Keysa ke arah Johan.
"Aku kesini karena khawatir padamu, makanya aku datang kesini takut terjadi hal buruk padamu," ucap Johan.
__ADS_1
"Bunyi ledakan apa tadi, pak?" tanya Keysa menatap ke arah security tanpa menghiraukan perkataan suaminya.
"Bom, nona."
"Hah, bom? kok bisa di sini ada bom?" tanya Keysa seakan tak percaya.
Security menceritakan awal mula datangnya kurir pengantar paket dan bagaimana pula Johan mengambil paksa paket itu.
"Keysa, sudah sejak awal aku curiga jika ada yang ingin berbuat jahat padamu. Kecelakaan yang menimpa aku waktu itu, sebenarnya orang itu ingin menabrak dirimu," ucap Johan.
Sejenak Keysa terdiam, dia seolah sedang berpikir hingga Johan berkat lagi.
"Keysa, aku datang kemari juga karena rasa khawatir di hati. Keysa, aku mohon padamu kali ini saja. Sebaiknya kamu bekerja dari rumah dulu, sebelum aku menemukan orang yang telah berniat jahat padamu. Demi keselamatanmu dan bayi kita," ucap Johan.
'Entahlah, aku percaya padamu atau tidak. Aku tak bisa langsung memutuskan tetapi aku harus mempertimbangkannya dulu," ucap Keysa berlalu pergi dari hadapan Johan dan security.
"Ya Allah, kenapa Keysa masih saja seperti ini sih? padahal aku tak ada niat buruk, justru aku tak ingin terjadi hal buruk padanya dan anak yang sedang di kandungnya," batin Johan.
"Tuan Johan, yang sabar ya hadapi Nona Keysa."
"Pak, jangan panggil aku Tuan. Panggil saja aku Johan seperti biasanya."
"Kamu kan sekarang sudah jadi orang kaya makanya aku harus hormat padamu," ucapnya lagi.
"Pak, yang kaya itu papah mertuaku. Aku tidak punya apa-apa kok, aku merasa nyaman jika di panggil seperti biasa dulu, pak," ucap Johan tersenyum ramah.
"Begini saja, jika tak ada orang panggil saja nama jangan ada embel-embel. Satu lagi pesanku, pak. Aku nitip istriku ya. Jika ada seseorang entah itu siapapun yang mengatas namakan paket dengan mengirim apa pun, entah itu barang atau makanan untuk Keysa jangan di terima." Pesan Johan.
"Baik, mas. Tapi misalkan tidak di terima kaya tadi pasti orangnya ya seperti tadi mintanya ketemu sama, Nona Keysa. Lantas saya harus bagaimana, Mas?" tanya Security bingung.
__ADS_1
"Bilang saja, kamu yang terima dan nanti kamu yang akan memberikannya pada Keysa. Pasti bapak bisalah beralasan yang tepat. Dan jika paket itu sudah ada di tangan bapak, jangan di berikan ke Keysa tetapi buang saja ke tong sampah. Pasti paket itu tidak benar," ucap Johan.
Mendengar akan hal itu, Security pun telah paham dan mengiyakan.