Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Ryan Mulai Berulah


__ADS_3

Tak terasa sudah beberapa bulan Keysa menjalani pernikahannya dengan Ryan namun tidak ada kata harmonis sedikitpun.


Hampir setiap hari terjadi percekcokan di antara mereka gara-gara, Ryan selalu pulang larut malam atau bahkan pulang pagi dalam kondisi bau alkohol.


"Mas Ryan, kita sudah menikah dua bulan lamanya tetapi selama pernikahan kita, kamu selalu berbuat seperti ini menyakitkan hati. Mau sampai kapan kamu akan selalu pulang larut malam atau bahkan pagi dalam kondisi mabuk berat seperti itu?" tegur Keysa pada suaminya pada saat Ryan sedang dalam kondisi tidak mabuk.


"Itu sudah menjadi tradisi aku untuk menghilangkan rasa suntukku, apa kamu mau aku jalani hubungan dengan wanita lain untuk menghilangkan rasa suntukku?" ucap Ryan ketus.


"Jelas tidaklah, aku inginkan kamu tak bermain wanita atau pun mabuk atau judi. Kamu kan bisa mengalihkan semuanya itu dengan kegiatan yang positif. Misalkan di alihkan ke hobimu," ucap Keysa mencoba menahan rasa amarah.


"Nah hobiku kan mabuk dan judi, lantas mau bagaimana lagi? tidak ada hobi yang lain," ucap Ryan sekenanya.


"Ya Allah, mas. Jika aku tahu sifat aslimu seperti ini aku tak kan mau menikah denganmu," batin Keysa mulai merasa menyesal telah memilih Ryan menjadi suaminya.


"Mas, bagaimana sih supaya kamu mau berubah demi rumah tangga kita tetap harmonis?" tanya Keysa.


Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Ryan, dia pun mengatakan keinginannya.


"Baiklah, aku akan berubah demi rumah tangga kita tetap harmonis. Tetapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan," ucap Ryan.


"Memangnya apa syaratnya?" tanya Keysa penasaran.


"Tapi kamu janji dulu harus mau mengabulkan syarat yang aku ajukan ya? jika perlu kita lakukan perjanjian hitam di atas putih," ucap Ryan menyunggingkan senyuman.


"Hah, pakai perjanjian hitam di atas putih? memang nya apa sih syaratnya , nggak usah bertele-tele cepat katakan saja," ujar Keysa.


"Aku ingin kamu jadi ibu rumah tangga saja dan biar aku yang menggantikan posisimu menjadi presiden direktur dan direktur utama di perusahaanmu itu," ucap Ryan dengan antusiasnya.

__ADS_1


Sejenak Keysa hanya terdiam saja dia merasa ragu dan berat hati jika harus membiarkan perusahaannya dipimpin oleh Ryan. Diamnya Keysa membuat Ryan geram dan dia pun berkata lagi.


Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak setuju dengan persyaratan yang aku ajukan ini? ya sudah jangan harap rumah tangga kita akan harmonis, justru aku akan melakukan hal yang lebih parah lagi supaya kamu lebih menderita lagi mungkin dengan membawa wanita ke rumah ini?" ancam Ryan.


"Sebenarnya apa maumu sih, Mas? kenapa kamu mengancam aku seperti ini? sepertinya kamu mempunyai niat yang terselubung untuk menikah denganku. Aku baru menyadari jika kamu menikahiku bukan karena rasa cinta tapi karena ada sesuatu hal yang lain," ucap Keysa ketus.


"Kenapa kamu mencurigai aku seperti itu, apa karena aku menginginkan menggantikan posisimu di kantormu?" tanya Ryan.


"Entahlah bisa jadi juga seperti itu," ucap Keysa ketus.


"Jadi kamu tidak mau mengabulkan syarat yang barusan aku ajukan tadi? ya sudah kalau begitu jangan menyalahkan aku jika aku tidak akan berubah." Ryanpun pergi berlalu dari hadapan, Keysa.


"Aku tidak ingin mengambil suatu keputusan yang ceroboh apalagi ini menyangkut perusahaan. Aku akan merundingkannya terlebih dahulu dengan papah. Karena bagaimanapun papah lah yang mempunyai perusahaan ini, dia yang membangunnya dari nol jadi aku tidak ingin gegabah dengan mengambil keputusan sendiri," batin Keysa.


Keysapun melangkah menuju ke kamar papahnya untuk merundingkan hal itu secepatnya.


Keysa mulai mengetuk pintu kamar Betrand.


"Ada apa, Keysa?"


"Pah, maaf mengganggu istirahat papah. Aku ingin bicara sebentar dengan, papah." Keysa nyelonong masuk kamar Betrand dan dia duduk di tepi ranjang.


"Katakan saja, Keysa."


"Pah, boleh ya Mas Ryan yang memimpi perusahaan kita. Sedangkan aku menjadi ibu rumah tangga saja," ucap Keysa.


"Hah, kenapa bisa begitu? bukannya Ryan sudah bekerja sendiri, kenapa dia ingin menggantikan posisimu?" tanya Betrand mulsi curiga.

__ADS_1


"Pah, ini persyaratan darinya. Dia akan berubah menjadi suami yang baik asal aku menjadi ibu rumah tangga saja. Dia bilang, tugas istri di rumah mengurus rumah dan tugas suami bekerja," ucap Keysa.


"Tapi kan suamimu juga sudah bekerja sendiri kan? lantas jika dia memimpin perusahaan kita, kerjaan dia bagaimana? karena tak mungkin juga jika harus memegang dua kendali sekaligus," ucap Betrand.


"Pah, selama ini kan dia bekerja pada orang. Dia tak punya perusahaan sendiri, jadi jika aku menyerahkan urusan kantor padanya, secara dia ya akan risgn di kantor tempatnya bekerja."


"Bukan hanya itu, pah. Dia juga akan berubah tidak minum alkohol lagi jika aku mau menuruti kemauannya."


Mendengar apa saja yang di katakan oleh Keysa, Betrand sudah mulai tak suka dengan sifat Ryan.


"Nggak bisa begitu, Keysa. Papah sama sekali nggak percaya dengan, Ryan. Apa lagi papah tahu sekali sifat asli dia dan papahnya. Jadi papah nggak mau kamu membiarkan Ryan memimpin perusahaan kita," ucap Betrand.


"Jadi papah nggak mau melihat rumah tangga aku dan Ryan harmonis?" tanya Keysa.


"Keysa, itu salahmu sendiri. Dari awal kan papah sudah melarangku untuk tidak menikah dengan, Ryan. Sudah papah katakan dia itu bukan pria yang baik, tapi kamu keras kepala. Sampai kapanpun papah tidak akan setuju jika kamu akan memberikan tampuk kepemimpinan perusahaan pada, Ryan. Apa lagi papah sudah tahu jika niat Ryan menikah denganmu hanya untuk balas dendam pada, papah," ucap Betrand tetap berpegang pada pendiriannya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Betrand, Keysa terperangah. Karena selama ini Betrand tak pernah cerita tentang perselisihan yang terjadi antara dirinya dan Roy.


"Pah, balas dendam? memang apa hubungan kalian di masa lalu?" tanya Keysa penasaran.


Betrand pun menceritakan semua tentang kebusukan Roy dan Ryan. Setelah mendengar semua cerita dari papahnya, kini Keysa telah mengerti kenapa Ryan ingin sekali menggantikan posisinya di kantor.


"Pah, kenapa dari awal papah tak jujur padaku? papah hanya mengatakan jika Ryan itu tak baik untukku, jadi aku pikir itu hanya persepsi dari papah. Jika papah bercerita secara detail alasan kenapa menentang pernikahanku dengan Ryan, pasti aku tidak akan menikah dengannya," ucap Keysa.


"Lantas kamu akan bagaimana setelah tahu akan hal ini?" tanya Betrand.


"Entahlah, pah. Aku juga belum tahu, aku malu juga jika harus berpisah untuk yang kedua kali. Masa seorang CEO menjanda dua kali, mau ditaruh dimana mukaku pah?" ucap Keysa.

__ADS_1


"Hem ya sudah terserah kamu. Intinya sampai kapanpun papah tidak akan membiarkan perusahaan jatuh ke tangan Ryan dan papahnya."


__ADS_2