Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Resmi Bercerai


__ADS_3

Beberapa hari setelah itu, terjadilah perceraian antara Johan dan Keysa. Rasa sedih jelas terlihat di wajah Johan juga Betrand. Rasa bahagia terlihat di wajah Keysa.


"Kenapa nggak dari dulu saja kita cerai, jadi aku bahagia tidak terkekang terlalu lama dengan bertahan hidup denganmu," ucap ketus Keysa setelah usai persidangan.


Johan hanya diam saja, dia sama sekali tak tahu harus berkata apa.


"Keysa, jaga bicaramu! papah yakin suatu saat nanti kamu akan menyesali apa yang telah kamu perbuat!" bentak Betrand tak suka dengan sikap Keysa terhadap Johan.


Betrand berlalu pergi meninggalkan Keysa yang masih ada di hadapan Johan.


"Heh, kamu apakan sih papahku hingga dia selalu saja membelamu? jangan senang dan jangan merasa menang karena pembelaan dari papah!"


Setelah mengucapkan hal itu Keysa menyusul langkah Papahnya yang sudah begitu jauh.


"Ya Allah, maafkan aku yang telah gagal mempertahankan rumah tanggaku. Sebenarnya aku juga tak ingin terjadi sebuah perceraian, apa lagi Abian masih terlalu kecil untuk berpisah dari mamahnya. Tapi aku tak kuasa ya Allah, jika hidup dengan istri yang sama sekali tak cinta padaku," batin Johan di liputi oleh rasa bersalah.


"Mas Johan, kamu tak usah bersedih lagi. Kamu itu tak salah, mau bagaimana lagi jika Mba Keysa yang tak ingin mempertahankan pernikahan kalian. Suatu saat nanti pasti kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari, Mba Keysa."


Satu tepukan mendarat di bahu Johan.


"Tapi aku tetap merasa bersalah pada Abian. Apa jawabku kelak jika Abian telah dewasa dan menanyakan tentang keberadaan mamahnya?" tanya Johan bingung.


"Mas, menurut aku sebisa mungkin kamu cari pengganti Mba Keysa yang bisa menerima apa adanya dirimu. Menerima adanya Abian, supaya di saat dia besar sudah ada mamah sambung . Hingga dia takkan bertanya siapa dan dimana mamahnya berada," saran Lisa.


" Entahlah, Lisa. Karena rasa cintaku ini begitu besarnya pada, Keysa. Walaupun dia selalu saja kasar padaku, tapi aku tak bisa merubah rasaku ini."

__ADS_1


"Aku juga tidak yakin jika diri ini bisa move on darinya."


Mendengar apa yang di katakan oleh Johan, Lisa tak tinggal diam.


"Mas, kamu tak boleh egois. Ada Abian yang butuh kasih sayang seorang ibu, dan dia takkan mendapatkan itu dari ibu kandungnya. Apa kamu tega selamanya anakmu tak merasakan kasih sayang seorang ibu?" ucap Lisa.


"Untuk saat ini aku tak memikirkan menikah lagi. Aku hanya akan fokus dalam bekerja saja. Oh iya, ayo kita cepat pulang karena kita harus mengemasi semua barang-barang kira di rumah Keysa dan lekas pindah ke rumah kita yang lama," ucap Johan mengajak Lisa meninggalkan pengadilan agama tersebut.


Tak berapa lama, sampailah mereka di rumah Keysa. Dan langsung saja Johan serta Lisa mengemasi semua barang-barangnya, setelah itu menghampiri Betrand.


"Pah, aku pamit ya. Jika papah kangen sama Abian tinggal main saja ke rumah karena pintu rumahku selalu terbuka untuk papah. Maafkan aku jika selama menjadi menantu banyak sekali berbuat kesalahan." Johan menyalami papah mertuanya.


Papah mertuanya justru memeluk Johan erat," Johan, sebenarnya papah tak rela kamu keluar dari rumah ini. Pasti akan terasa sangat sepi."


"Pah, nggak usah lebay sih kenapa? Paksi acara pelukan segalanya, menyita waktu jadi Johan dan keluarganya tak juga keluar dari rumah ini!" bentak Keysa yang tiba-tiba datang dari arah kamarnya.


Setelah semuanya sudah berada di dalam mobil, Johan pun melajukannya arah pulang ke rumah yang lama. Hanya beberapa menit saja sudah sampai disebuah rumah yang sederhana akan tetapi punya banyak sekali kenangan indah bersama almarhum ayahnya.


"Senang rasanya ya, Bu. Akhirnya kita bisa kembali ke rumah ini, rumah yang penuh sekali kenangan indah bersama almarhum ayah," ucap Lisa seraya tersenyum riang.


Namun tidak dengan Johan, dia terus saja murung seolah tak ikhlas dengan perceraiannya. Ibunya mendekatinya dengan menggendong Abian yang masih tertidur nyenyak.


"Johan, kamu harus bangkit dan jangan kamu sesali apa yang sudah terjadi. Ingatlah jika saat ini Abian sangat butuh dirimu. Ibu yakin kamu bisa melewati semua ini demi masa depan, Abian. Jika kamu rapuh, lantas bagaimana dengan anakmu ini?"


"Dia sudah jauh dari ibu kandungnya, apa dia akan merasakan jauh dengan ayahnya juga? ayohlah Johan, jangan terus bersedih. Bangkitlah demi anak mu ini."

__ADS_1


Setelah mendengar nasehat demi nasehat dari ibunya, mata hati Johan mulai terbuka.


"Astagfirullah alazdim, kenapa aku bersedih terus hanya karena seseorang wanita? padahal ada Abian yang sangat butuh diriku ini."


"Nak, papah janji akan selalu ada untukmu dan papah akan berjuang sekuat tenaga papah untuk mencari nafkah demi masa depanmu."


"Papah tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini. Papah tak ingin kamu juga ikut merasakan kesedihan yang Papah rasakan."


"Papah akan menjadi seorang ayah dan sekaligus ibu buatmu. Kita buktikan pada mamahmu, walaupun tanpa dia kita akan baik-baik saja."


Setelah bergumam sendiri di dalam hatinya, Johan menggendong anaknya dan ibunya sementara waktu merapikan segala pakaian miliknya.


Wajah lucu dan polos Abian yang sedang tertidur mampu membuat Johan yang tadinya murung dan bersedih, kini bisa tersenyum dan bisa mengikhlaskan semuanya.


Sementara di rumah Keysa, dirinya sedang bahagia. Bahkan dia berdiri di atas kasur dan melompat-lompat kegirangan.


"Akhirnya aku bebas lepas dan tak terikat lagi dengan pernikahan yang memuakkan. Rumah ini sudah tidak brisik lagi dengan suara tangisan anak Johan."


Sekarang semua orang yang tak aku suka sudah pergi dari rumah ini..Kini rumah ini tak lagi sesak oleh orang-orang kampung seperti ibu dan adik Johan."


"Aku yakin sekali, setelah ini cepat atau lambat aku akan mendapatkan lelaki yang sesuai dengan kriteria hatiku. Bukan hanya tampan tapi juga berpendidikan dan kaya raya."


Keysa sama sekali tak menyesali dengan perceraian yang telah terjadi. Dia malah sangat senang karena menurutnya, dia telah terbebas dari ikatan yang membuat dirinya terkekang.


Rasa bahagia tidak ada di hati Betrand. Dia terus saja sedih dan memikirkan perpisahan yang telah terjadi antara Keysa dan Johan.

__ADS_1


"Ya Allah, kenapa aku sampai sekarang belum juga ikhlas dengan semua ini? sedih sekali ya Allah, padahal aku sudah sangat cocok dengan Johan sebagai menantuku. Ya Allah, aku minta ampun karena membiarkan perceraian terjadi antara anakku dan Johan."


__ADS_2