Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Ulah Ryan


__ADS_3

Tak berapa lama, sampai juga Betrand dan Keysa di rumah. Tapi Keysa begitu kaget pada saat melihat kamarnya berantakan sekali, sementara Ryan tertidur nyenyak begitu saja.


"Astaghfirullah aladzim, Mas Ryan bangun!" bentak Keysa hingga mengagetkan Ryan yang sedang tertidur pulas.


"Nggak teriak apa nggak bisa, mengagetkan aku tahu!" bentak Ryan kesal.


"Justru aku memang sengaja supaya kamu kaget dan lekas bangun. Kenapa kamar menjadi berantakan seperti ini mas?" tanya Keysa ketus.


"Kamu ternyata pintar juga ya menyembunyikan semua aset berharga milikmu supaya tidak bisa aku ambil. Punya istri kok pelitnya minta ampun," ucapnya lantang.


Pertengkaran mereka kembali lagi terdengar hingga ke telinga Betrand. Dia pun penasaran hingga akhirnya menyambangi kamar Keysa. Betrand juga terbelalak matanya terkejut melihat kamar Keysa yang sangat berantakan.


"Ya ampun ada apa ini Keysa kenapa kamarnya sampai berantakan seperti ini?" tanya Betrand seraya melirik sinis pada Ryan.


"Aku juga sedang menanyakan hal ini kepada Mas Ryan, pah. Karena dia yang telah melakukan hal ini," ucap Keysa.


"Kalian penasaran dan ingin tahu kenapa aku melakukan hal ini? mengacak-acak kamar ini hingga seberantakan ini?"


"Baiklah akan aku kasih tahu dan akan aku jelaskan sejelas-jelasnya pada kalian berdua. Pada saat kalian pergi aku sengaja mencari semua aset berharga milik kalian tetapi ternyata otak kalian itu pintar juga ya?"


"Kamar papahmu dikunci dari luar sedang di kamar ini tidak aku temukan apapun berarti sudah kamu sembunyikan terlebih dahulu ya, Keysa?"


Tanpa ada rasa takut ataupun malu ataupun rasa bersalah, Ryan mengatakan sejujurnya hal itu pada Keysa dan Betrand.


"Mas, kamu ini benar-benar pria yang tak punya hati nurani sama sekali dan kamu ini benar-benar tak tahu diri ya? kamu juga tak tahu malu padahal selama aku menikah denganmu tak pernah kamu memberikan nafkah padaku karena hasil jerih payahmu kamu gunakan untuk bersenang-senang dengan bermabuk-mabukan sementara aku bersusah payah mencari nafkah sendiri."

__ADS_1


"Sekarang dengan seenaknya kamu ingin meminta semua yang kami punya, dasar kamu itu nggak punya otak ya, Mas! semua yang kami punya itu adalah hak kami kamu tidak berhak sama sekali untuk memilikinya!"


Keysa sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, sementara Ryan juga semakin kalap hingga pada akhirnya, dia menghampiri Betrand dengan menodong pisau yang ada di dalam kamar itu.


Selama ini aku sudah cukup bersabar menghadapi dirimu Keysa dan kamu tua bangka! aku sudah lelah dengan semua ini dan aku sudah tak sabar lagi ingin mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku dan papahku!"


"Jika kamu ingin papahmu selamat berikanlah semua aset berharga yang kalian miliki sekarang juga jika tidak aku akan melakukan hal yang kejam pada situa bangka ini!"


Ryan bagai hilang kesadaran, dia pun menekan lebih lagi pisau itu ke leher Betrand.


"Jangan Keysa, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan pada papah. Asal semua harta yang kita punya aman karena papah tak ingin dimiliki oleh orang yang rakus seperti Ryan dan Roy," ucap Betrand.


"Jadi kamu sudah tak ingin hidup lagi, benar juga sih karena kamu sudah tua dan bau tanah hingga kamu bisa mengatakan hal itu pada anakmu sendiri. Bagaimana jika kita tukar posisi aku yang akan menghabisi nyawa anak dan calon cucumu itu!"


Tiba-tiba Ryan berpindah menghampiri Keysa dan menodongkan pisau ke leher nya.


"Apa kamu telah tuli sehingga tak mendengar apa yang tadi aku katakan padamu jika aku bisa melakukan segala cara termasuk menghabisimu bahkan menghabisi calon anak yang ada di dalam perutmu itu!" bentak Ryan.


"Dasar kamu orang yang jahat dan tak punya akal sehat seperti halnya papahmu itu! padahal sudah jelas-jelas papahmu yang telah bersalah dengan melakukan korupsi sehingga dia harus masuk penjara."


"Harta yang aku miliki adalah dari hasil jerih payahku dan kerja kerasku sendiri, bukan harta milik papahmu! kamu telah diracuni dengan perkataan-perkataan yang tidak benar oleh papahmu!"


Mendengar semua yang dikatakan oleh Betrand, bukannya Ryan menjadi sadar diri atau menghentikan aksinya dia malah semakin menjadi-jadi.


"Sudah tak perlu berkata panjang lebar! cepat sekarang serahkan semua aset yang kalian miliki atau tidak, salah satu diantara kalian akan mati mengenaskan saat ini juga!" ancam Ryan perlahan menyayat salah satu pipi Keysa.

__ADS_1


"Aahhh... sakit...mas...." rintihnya.


"Heh tua bangka, kamu lihat kan baru saja aku menggores salah satu pipi anakmu dia sudah mengeluh sakit apalagi kalau aku sampai menusukkan pisau ini ke leher dan perutnya pasti akan sangat lebih lagi menyakitkan."


"Apa kamu ingin melihat anak dan cucumu mati mengenaskan di depanmu sekarang juga!" terus saja Ryan mengancam Betrand.


"Di muka bumi ini tidak bisa melakukan segalanya dengan bebas, karena semua pasti ada hukum yang akan bertindak. Apa kamu tidak takut jika kamu melakukan semua kekerasan ini lantas kamu akan mendapatkan hukuman di dalam penjara?"


"Seperti apa yang telah papahmu lakukan itu, hingga dia akhirnya mendapatkan hukuman di dalam penjara dalam jangka waktu yang cukup lama. Apa kamu sudah siap untuk mendapatkan hukuman seumur hidup di dalam penjara pikirkan hal itu, Ryan."


Betrand coba menasehati Ryan supaya dia segera sadar akan tindakan jahatnya tersebut. Sejenak Ryan terdiam dan pada akhirnya dia menghentikan aksinya tersebut karena dia juga berpikir ulang jika dia masuk penjara juga tidak mau.


Ryan pun berlalu pergi begitu saja dengan emosi yang sangat membara dia melajukan mobilnya begitu kencang meninggalkan rumah tersebut.


Ryan melajukan mobilnya menuju ke rumah papahnya.


Seperginya, Ryan. Keysa berlari ke arah Betrand dan memeluknya.


"Pah, aku sudah benar-benar nggak tahan dengan semua ini. Papah lihat sendiri kan, semakin hari tingkah Ryan semakin menjadi-jadi," keluh kesah Keysa di sela Isak tangisnya.


"Sebaiknya kita lapor polisi saja atas tindak kriminal Ryan tadi sebelum dia berulah lebih parah lagi. Kita harus lebih bergerak cepat dan bawa juga bukti rekaman video CCTV yang ada di kamar ini," pinta Betrand.


"Apa lagi Ryan juga telah melukai pipimu dengan sayatan pisau. Ini sudah tidak bisa di anggap enteng lagi," ucap Betrand.


Hingga pada akhirnya mereka saat itu juga ke kantor polisi untuk segera melaporkan tindakan kriminal yang telah di lakukan oleh Ryan.

__ADS_1


Sementara Ryan justru mendapatkan amarah dari Roy.


"Kamu itu bodoh, seharusnya kamu bermain halus jangan bermain kasar seperti ini. Jika mereka lapor polisi lantas apa yang akan kamu lakukan!" bentak Roy.


__ADS_2