Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga bulan berlalu dari perceraian yang telah terjadi. Kini usia Abian sudah genap empat bulan, baby mungil yang sangat chubby tersebut terlihat tambah menggemaskan sekali.


Sementara saat ini Keysa sudah memiliki seorang kekasih yakni seorang klien bisnisnya yang waktu itu bersamanya di sebuah restoran.


"Sayang, aku senang sekali pada akhirnya kamu telah lepas dari suamimu dan aku bisa menjalin hubungan denganmu." Ryan menggenggam jemari Keysa dan mengecupnya dengan lembut.


"Iya, Mas. Aku juga sudah sejak lama ingin berpisah darinya karena pada awalnya kami menikah karena terpaksa. Sudahlah mas, aku tak ingin membahas masa laluku. Jika kamu benar-benar mencintaiku dengan tulus aku minta untuk tidak mengungkit-ungkit kisah masa laluku atau mempertanyakan tentang masa lalu aku," ucap Keysa merasa tak senang jika membuka cerita tentang masa lalunya bersama Johan.


"Iya sayang, aku minta maaf ya. Aku janji tidak akan membahas tentang masa lalumu lagi yang terpenting masa depan kita berdua," Ryan mencoba meyakinkan Keysa.


"Keysa, sebenarnya aku mendekatimu bukan karena aku cinta tulus padamu. Tetapi aku ingin seluruh kekayaan milikmu menjadi milikku seutuhnya, karena aku tahu kamu adalah anak semata wayang dari seorang pengusaha yang sangat kaya raya. Dan orang itu adalah musuh besar papahku," batin Ryan.


Ternyata Ryan tidak benar-benar tulus mencintai Keysa melainkan dia ingin menghancurkan Keysa.


"Mas, apa kamu sungguh-sungguh dengan hubungan kita atau hanya sekedar main-main saja?" tanya Kesya dengan ketusnya.


"Kenapa kamu masih mempertanyakan tentang hal ini, sayang? jelas aku ini bersungguh-sungguh, tapi apa iya baru kita jalani hubungan ini tiga bulan dari masa perceraianmu kita langsung menikah? apa kata orang nanti dan terutama kata papahmu," ucap Ryan merasa ragu.


"Benar juga apa yang kamu katakan, Mas. Ya sudah untuk sementara waktu kita jalani pacaran dulu saja sambil kita saling memahami kekurangan dan kelebihan kita masing-masing," ucap Keysa tersenyum.


Mereka menjalani pacaran tanpa sepengetahuan, Betrand.


"Kamu sudah terperangkap olehku, Keysa. Dan sebentar lagi aku bisa memiliki semua kekayaanmu yang seharusnya menjadi milikku seutuhnya. Sabar ya Pah, dendammu pasti akan segera terbalaskan olehku," gumam Ryan di dalam hati.


Entah ada dendam pribadi apa di dalam hati Ryan pada Keysa hingga dia ingin menghancurkan hidup Keysa. Sementara Keysa sama sekali tak tahu jika Ryan itu licik dan jauh dari kata baik.


********


Sore menjelang, di saat Johan dan Lisa pulang bersamaan. Mereka dikejutkan oleh tangis Abian yang sangat kencang.


"Lisa, kenapa Abian menangis keras sekali ya? lantas kemana ibu?" Johan dan Lisa berlari kecil lekas masuk ke dalam rumah.


"Astagfirullah alazdim, ibu. Lisa, tolong kamu gendong Abian, dan aku akan segera bawa ibu ke rumah sakit," pintanya seraya dengan gerak cepat menggendong ibunya yang pingsan di depan pintu kamar Johan.

__ADS_1


Johan berlari dengan menggendong tubuh Bu Sarah dan membawanya masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.


Tak berapa lama sampailah mereka di suatu rumah sakit. Bu Sarah langsung di larikan ke ruang periksa. Sementara Johan tak di izinkan untuk masuk dan dia hanya bisa mondar-mandir di depan ruang periksa tersebut.


"Ya Allah, semoga tidak terjadi hal serius pada ibuku," doa Johan di dalam hatinya.


Tak berapa lama keluarlah dokter, Johan langsung memburunya dengan sebuah pertanyaan.


"Dok, bagaimana dengan kondisi ibu saya?" tanya Johan dengan perasaan panik dan cemas.


"Alhamdulillah kondisinya saat ini sudah stabil. Ibu anda terkena hipertensi dan dia tidak diizinkan untuk terlalu lelah bekerja di usianya yang sudah berumur. Dia juga tak di anjurkan untuk banyak pikiran," ucap sang dokter.


"Untuk saat ini, pasien juga di anjurkan untuk di rawat inap. Supaya kondisinya cepat stabil."


Mendengar saran dari dokter, Johan pun menurutinya karena dia ingin ibunya lekas sehat. Saat itu juga Bu Sarah di pindahkan ke ruang rawat.


"Bu, maafkan aku ya. Ibu terlalu cape pasti karena merawat, Abian." Johan menangis seraya menggenggam tangan ibunya yang masih belum juga sadarkan diri.


Di sela usak tangisnya, tiba-tiba tangan tua yang di genggam oleh Johan merespon dengan perlahan bergerak. Bu Sarah, perlahan membuka matanya.


"Johan, ibu ada di mana? kok kamu menangis kenapa sih?" tanyanya lirih.


"Saat aku pulang, mendapati ibu pingsan di depan kamarku. Makanya aku langsung membawa ibu kemari," ucap Johan sembari menyeka air matanya.


"Oh iya ibu jadi ingat. Tiba-tiba ibu sakit kepala, tetapi pada saat itu ibu ingin ke kamarmu untuk menengok Abian sudah bangun tidur atau belum," ucap Bu Sarah lirih.


"Jadi pada saat ibu akan ke kamar aku, Abian belum menangis ya?" tanya Johan.


"Belum, Johan. Memangnya pada saat kamu pulang, Abian menangis ya? ibu minta maaf ya," ucapnya merasa bersalah.


"Ibu tak perlu minta maaf, karena ibu tak salah. Justru seharusnya aku yang minta maaf pada, ibu. Karena ibu begini karena aku, maafkan aku ya Bu." Johan menciumi tangan ibunya dan air matanya menetes kembali.


Dia sangat mengasihinya ibunya sepenuh hatinya. Dia paling sedih kalau ibunya sakit.

__ADS_1


Kring kring kring kring


Tiba-tiba ponsel Johan berdering, yabg ternyata panggilan telpon dari Lisa.


"Bu, aku angkat telpon dari Lisa sebentar ya." Johan sedikit menjauh dari Ibunya.


"Hallo, Lisa. Maaf ya dari tadi belum sempat kasih kabar karena keburu panik."


"Iya, mas. Nggak apa-apa, bagaimana kondisi ibu?"


"Alhamdulillah sudah sadar, tetapi dokter menyarankan supaya ibu di rawat inap barang sehari untuk menstabilkan kondisi tubuhnya. Ibu terkena hipertensi dan dia tak di anjurkan untuk terlalu cape."


"Berarti Mas Johan mau tidak mau harus mencari seorang baby sitter untuk merawat Abian."


Setelah sejenak telpon, baik Johan maupun Lisa menutup panggilan telepon mereka.


******


Pagi menjelang, Johan pun memutuskan untuk pulang dan bergantiab menjaga Abian. Sementara Lisa bergantian menjaga Bu Sarah.


Pada saat Johan sudah di rumah bersama Abian, sekretarisnya datang kerumah untuk meminta tanda tangan.


"Maafkan saya ya, pak. Karena saya lancang datang ke rumah. Karena ini benar-benar darurat, ada yang perlu bapak tanda tangani," ucap Rinjani sembari menyerahkan berkas pada Johan.


"Biarkan saya gendong anak bapak ya."


Johan pun mengizinkan Rinjani menggendong Abian. Bahkan Abian selalu tertawa pada saat di goda oleh Rinjani.


"Rin, ini sudah aku tanda tangani."


Dan pada saat Rinjani menyerahkan kembali Abian di gendongan Johan, baby chubby itu malah menangis. Johan semakin bingung dengan tingkah baby-nya.


"Mungkin dia masih. ingin di gendong saya, pak."

__ADS_1


Rinjani menggendong kembali Abian, dan terbukti Abian tertidur nyenyak.


__ADS_2