Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Mulai Penyelidikan


__ADS_3

Sejak Johan menasehati Keysa panjang lebar, dia pun berpikir sejenak.


"Sebenarnya siapa yang ingin berniat jahat padaku sampai memberikan paket tapi berisi bom. Kenapa Johan begitu peka jika ada yang ingin berniat jahat padaku?" batin Keysa.


"Mulai sekarang aku memang harus benar-benar memperhatikan si sekitarku. Meresahkan sekali sejak ada hal seperti ini. Semoga saja cepat tertangkap orang yang telah berbuat kejahatan tersebut."


Keysa mulai memperhatikan apa yang di katakan oleh, Johan. Bahkan dia malah semakin terpikirkan akan hal itu.


"Apakah sebaiknya aku memang harus bekerja dari rumah saja seperti saran, Johan ya? aku juga tak ingin terjadi sesuatu pada anakku ini. Sudah payah aku mengandung hingga usia lima bulan, dan empat bulan lagi aku akan melahirkan. Sayang juga jika aku harus kehilangannya di saat belum waktunya lahir. Amit-amit deh, jauhkan selalu hal buruk dariku," batin Keysa.


Pada saat berada di meja makan, Keysa mengatakan banyak hal pada Johan.


"Johan, aku sudah memutuskan jika aku akan menuruti maumu dengan aku akan bekerja dari rumah saja. Dan aku juga akan mempekerjakan banyak orang untuk menjaga rahasia rumah ini," ucap Keysa serius.


"Memangnya kenapa, Keysa? tumben kamu ingin kerja dari rumah, biasanya kamu paling semangat jika ke kantor," Betrand memicingkan alisnya.


"Hem, nggak ada apa-apa kok pah. Hanya saja aku ingin mengurangi aktifitasku karena semakin hari semakin besar perut ini, aku tak ingin terlalu cape," ucap Keysa berbohong.


Keysa dan Johan memang sengaja tak bercerita pada Betrand tentang terjadinya bom di pelataran kantor Keysa. Hal itu sengaja dia lakukan karena tak ingin membuat seisi rumah panik dan cemas setiap saat. Hingga mereka berdua memutuskan menyimpan rapat-rapat rahasia itu hanya mereka saja yang tahu.


Pagi menjelang, Keysa mulai bekerja dari rumah sesuai saran dari Johan. Dia merasakan memang lebih efektif kerja dari rumah karena dia tak terlalu cape. Apalagi sejak kehamilannya yang semakin besar dia mudah lelah.


"Keysa, aku berangkat kerja ya. Jika ada apa-apa atau butuh apa-apa tinggal kamu kirim pesan saja ya, jaga anak kira baik-baik."


Pada saat Johan ingin mengusap perut Keysa, Keysa menampik tangan Johan dengan kasarnya.


"Jangan pegang-pegang kalau aku tidak menyuruh mu untuk memegang perut ini!" bentaknya.


Dia berlalu begitu saja tanpa ada pesan untuk berhati-hati pada suaminya dan tanpa mencium punggung tangan suaminya. Hal ini juga sempat di lihat oleh, Betrand. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Astagfirullah alazdim, mau sampai kapan anakku akan bersikap arogant pada Johan. Padahal saat ini dia sedang hamil anaknya, tetapi kenapa masih saja bersikap dingin? lantas bagaimana kalau sedang di ranjang, eh kok aku jadi berpikir hingga sejauh ini?" batin Betrand.


Dia sudah bosan untuk menasehati Keysa, karena ujung-ujungnya bertengkar. Hingga dia hanya bisa mengusap dada seraya berdoa di dalam hati supaya kelak anaknya berubah menjadi seorang istri yang baik dan menghargai suami.


Johan juga sedih dengan sikap arogant dan dingin dari Keysa. Tapi bagi dia itu sudah terbiasa. Dia tak ingin berharap banyak dari pernikahannya bersama Keysa. Hanya satu yang dia harapkan yakni dia bisa selamanya bersama anaknya.


Sementara Joni saat ini juga sedang berusaha untuk mencelakai Keysa kembali.


"Apa lagi yang harus aku lakukan ya, supaya kali ini usahaku berhasil. Dan benar-benar membuat aku senang."


"Hem, aku sudah menemukan cara yang jitu untuk membuat Keysa atau bayinya mati."


Lantas dia pun mengantar paket makanan ke kantor Keysa. Akan tetapi security sudah terlebih dahulu di beri pengarahan oleh Johan. Hingga dia tahu apa yang harus dia lakukan.


"Pak, mohon maaf. Apakah Nona Keysa ada, saya ada kiriman paket untuknya dari Tuan Betrand, katanya untuk makan siang," ucap seorang kurir.


"Tapi ini harus langsung diterima oleh, Nona Keysa?" pinta kurir tersebut.


"Pak kurir, biar saya saja yang memberikan pesanan ini ke Nona Keysa. Karena saya juga tak ingin mengganggu dia sedang meeting dengan klien penting," ucap security.


Tanpa kurir itu tahu, satu security mencatat plat nomor motor milik kurir tersebut. Sedangkan satunya lagi sibuk menghadap si kurir.


"Ya sudah kalau begitu saya titip ke bapak saja ya, tapi tolong di berikan pada Nona Keysa karena saya tak ingin mendapatkan amarah dari Tuan Betrand," ucap kurir tersebut.


Security menerima paket makanan tersebut, sedangkan si kurir langsung pergi. Tanpa dia sadari jika security yang satunya telah menghubungi salah satu anak buah Johan yang sedang bertugas untuk mengikuti laju motor si kurir.


"Pak, apa nggak sebaiknya kita hubungi Tuan Johan saja?" tanya Security satunya meminta persetujuan.


"Kamu hubungi saja anak buah, Tuan Johan yang sedang mengikuti kurir itu untuk memastikan bahwa dia tak kehilangan jejak si kurir hingga bisa di tangkap dalang dari ini semua," ucap security satunya.

__ADS_1


"Sudah, pak..Dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan, bahkan dia akan melaporkannya secara langsung pada, Tuan Johan," ucapnya.


"Hem, ya sudah kalau begitu. Ini makanan jangan di makan ya, karena akan di periksa sepertinya mengandung racun sesuai yang di katakan oleh, Tuan Johan waktu itu," pinta Security yang tua menasehati.


Sementara anak buah Johan terus saja mengikuti laju motor kurir, hingga motor itu berhenti di sebuah rumah yang tak begitu mewah. Dan kurir itu masuk untuk melaporkan bahwa tugasnya telah selesai.


Anak buah Johan terus saja merekam segala tindak tanduk kurir tersebut.


"Bagaimana tugasmu?" tanya Joni.


"Sudah beres, Tuan."


"Benar-benar beres atau hanya omonganmu saja? apa kamu benar-benar telah memberikannya secara langsung pada tarjet?" tanya Joni lagi."


"Hem, saya titip ke security bos."


"Bodoh, sudah aku katakan supaya di berikan langsung pada tarjet! aduh bagaimana sih kamu, malah di titipkan pada security?" Joni sangat kesal dengan anak buahnya.


"Karena tarjet kebetulan sedang meeting, Tuan. Saya khawatir menunggu terlalu lama hingga akhirnya saya titipkan saja," ucapnya tanpa ada rasa bersalah.


"Ya sudah, semoga saja security itu benar-benar memberikan makanan tersebut pada tarjet," ucap Joni.


Sementara saat ini anak buah Johan telah melaporkan segala kejadian yang ada di kantor, Keysa.


"Kamu sudah catat kan nomor plat motornya, juga pastikan dia benar-benar masuk ke rumah itu. Aku akan langsung datang ke lokasi beserta aparat polisi."


Ucap Johan di balik telepon.


Kebetulan dia punya sahabat yang bekerja di kepolisian hingga tak susah mencari aparat polisi yang bisa bergerak cepat.

__ADS_1


__ADS_2