
Beberapa hari kemudian, terjadilah pernikahan yang tak bisa di hindarkan oleh Betrand, itu semua karena keras kepalanya, Keysa.
Hingga Keysa tetap menikah dengan Rian walaupun sudah di larang oleh Betrand. Hal ini sangat menguntungkan Rian dan merugikan bagi Betrand.
Bahkan pernikahan begitu mewahnya. Di sela pesta pernikahan, papahnya Rian menghampiri Betrand.
"Kamu lihat kan, anakku berhasil meluluhkan anakmu. Dan kamu akan melihat bagaimana aku akan membalas dendam padamu atas apa yang telah kamu lakukan dulu padaku. Lewat anakmu, pembalasan dendam akan aku mulai. Cerdik kan otakku?" bisik Roy.
Betrand tak bisa menjawab apapun, dia hanya berlalu pergi begitu saja dari hadapan Roy. Dan dia menyambut para tamu undangan yang datang.
Di sela acara pesta pernikahan Rian, datang juga Johan dengan membawa Rinjani. Kali ini penampilan Rinjani berhasil memukau para tamu undangan, terutama kaum Adam.
Rinjani bergelayut manja di lengan suaminya. Hal ini sengaja dia lakukan untuk mengangkat derajat suaminya. Karena dia sudah paham dengan tabiat mantan istrinya.
Bahkan Rian juga terpana melihat penampilan Rinjani, hal ini bisa terlihat jelas dari cara Rian menatap ke arah Rinjani pada saat dia melangkah ke arah mempelai pengantin untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru.
"Mas Rian, kenapa sih kamu menatapnya gitu banget," ucap lirih Keysa seraya memalingkan wajah Rian agar menatap ke arahnya.
"Sayang, kenapa sih? menatap siapa, kamu ini ngigau saja di hari pernikahan kita ini. Kamu pikir lucu ya, nggak tahu," ucap Rian ketus dan tetap saja menatap ke arah Rinjani hingga Rinjani ada tepat di depan matanya.
"Selamat ya buat kalian berdua, sakinah mawadah warahmah," ucap Johan.
Setelah mengucapkan akan hal itu, dia pun akan berlalu pergi bersama Rinjani. Tetapi langkahnya terhenti karena di hadng oleh Betrand.
"Johan jangan pergi dulu, aku ingin berbicara empat mata denganmu bisa kan?" tanya Betrand ragu.
__ADS_1
Belum juga Johan menjawab, Rinjani telah berkata," silahkan Tuan Betrand, saya akan pergi ke toilet sejenak."
Rinjani melangkah menjauh supaya Betrand dan Johan nyaman dalam bercengkrama.
Setelah Rinjani cukup jauh dari jangkauan Johan, barulah Betrand menggandeng Johan sedikit menjauh dari keramaian pesta. Dia mencari tempat yang aman untuk bercengkrama dengan Johan.
"Pah, ada apa sih? kenapa kita bicaranya jauh dari keramaian pesta?" tanya Johan heran.
"Johan, papah ingin minta tolong bisa nggak?" ucap Betrand lirih.
"Tolong apa ya, pah? memangnya papah saat ini sedang ada masalah apa?" tanya Johan mengerutkan keningnya.
Betrand bercerita seraya berbisik pada Johan supaya tidak di dengar orang lain, karena ini perihal Rian dan Roy.
"Johan, dari awal papah tidak setuju dengan pernikahan ini. Tetapi Keysa tetap memaksa, padahal papah tahu sekali tabiat Rian dan Roy," ucap Betrand.
"Pah, lantas apa yang papah inginkan dariku? karena sepertinya aku juga tak bisa menjaga Keysa, pah. Sekarang kita sudah bukan suami istri, jadi Keysa bukan lagi wewenangku. Justru suaminya itu yang berhak atas diri Keysa. Jika aku masuk lagi di kehidupan Keysa hanya sekedar mewaspadai gerak gerik Rian, itu juga nggak etis pah. Apa lagi aku juga sudah punya istri. Kira masing-masing sudah punya pendamping, pah."
"Jujur saja, pah. Jika dari awal papah meminta aku menjaga Keysa, lantas kenapa pula meminta aku menikah dengan Rinjani? aku sudah menikah, jika aku mendekati Keysa lagi bagaimana nantinya dengan perasaan istriku, pah?"
"Pah, aku minta maaf ya. Sepertinya aku tak bisa penuhi kemauan papah. Posisinya sudah berbeda pah, kedua beleh pihak sudah sama-sama menikah. Tinggal doa saja, pah. Semoga apa yang papah khawatirkan tidak sampai terjadi."
Selagi Johan dan Betrand bercengkrama, Rinjani asik bermain ponsel. Dan tanpa sepengetahuan Rinjani, Rian terus saja menatap ke arah Rinjani.
"Pantas saja mantan suami Keysa membuangnya, karena kini ia menemukan wanita yang luar biasa cantik pari purna. Sayang sekali, aku baru melihatnya sekarang. Jika aku yang terlebih dahulu kenal dengannya, pasti aku yang akan memiliki dirinya bukan mantan suami, Keysa," batin Rian.
__ADS_1
Keysa menatap ke arah suaminya yang tak berkedip pada saat memandang ke arah Rinjani.
"Ih, kenapa suamiku seperti terpana dengan wanita miskin itu? padahal menurut aku dia itu tak cantik sama sekali, tak ada menariknya," batin Keysa.
Namun banyak beberapa pria iseng mengajak ngobrol Rinjani, akan tetapi Rinjani justru tak suka akan hal itu. Dia pun menghindar dari para pria itu dan mendekat suaminya.
"Mas, apa nggak sebaiknya kita pulang? kasihan Abian jika di tinggal terlalu lama, aku juga tak nyaman karena tatapan para pria di pesta ini," bisik Rinjani pada Johan.
Sejenak Johan memang menangkap para beberapa pria yang terus saja menatap ke arah Rinjani, akan tetapi pada saat Johan menatap para pria itu, mereka langsung saksh tingkah.
"Pah, kami pamit pulang ya. Apa yang di katakan oleh Rinjani benar, Abian kasihan jika di tinggal terlalu lama," pamit Johan pada mantan papah mertuanya.
"Baiklah, Johan. Kalian hati-hati di jalan ya." Betrand menepuk bahu mantam menantinya tersebut.
"Keysa, betapa bodohnya dirimu membuang pria sebaik Johan. Dan kamu Rinjani, pasti kamu akan selalu bahagia karena Johan adalah pria yang sangat baik," batin Johan seraya menghela napas panjang.
Sementara Rian merasa kesal melihat kepergian Rinjani.
"Sialan, aku sedang asik menatap kecantikan wanita itu malah dia pulang. Huh, pasti dia tak nyaman gara-gara di dekati beberapa pria," batin Rian.
Selama dalam perjalanan pulang, Johan memang mengakui kecantikan dan keanggunan Rinjani. Tetapi dia belum ada rasa cinta sedikitpun padanya. Dia masih merasakan getar cinta pada, Keysa. Padahal dia tahu jika Keysa saat ini sudah bersuami.
"Kenapa setelah mendengar cerita dari papah, aku menjadi khawatir juga pada Keysa ya? bagaimana pun dia itu ibu kandung anakku. Jika kelak ada yang menyakiti dirinya, aku juga tidak akan bisa tinggal diam. Kasihan juga papah pasti dia terus saja memikirkan hal ini," batin Johan.
"Mas Johan, aku tahu jika saat ini kami sedang memikirkan mantan suamimu itu. Kamu pasti tidak rela dia menikah dengan pria lain. Alangkah bahagianya, Mba Keysa yang mampu memiliki hati Mas Johan. Pria yang sangat sempurna bagiku."
__ADS_1
"Aku memang memiliki raganya, tetapi aku tidak memiliki hatinya sama sekali."
Batin Rinjani juga terus saja menggerutu sama halnya dengan Johan.