Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Keputusan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Keysa langsung saja menyindir dengan perkataan kotor.


"Senang ya bertemu pacar baru, kamu itu pintar merayu wanita dari kalangan atas. Kamu tak ubahnya seperti pria murahan yang menjual harga dirimu demi segepok uang," ucapnya sinis.


"Keysa, kamu ngomong apa sih?" tanya Johan tak tahu arah pembicaraan Keysa.


"Kamu tak usah berpura-pura seperti itu, Johan. Apa kamu lupa dengan pertemuanmu tadi siang dengan selingkuhanmu?" ucap Keysa sinis.


Betrand yang tak sengaja mendengar apa yang di katakan oleh Keysa pada Johan menjadi penasaran.


"Keysa, apa yang barusan kamu katakan? kenapa kamu menuduh Johan seperti itu?" tanya Betrand penasaran.


"Pah, Keysa itu salah paham denganku. Apa yang dia lihat dan pikirkan tak sesuai dengan kenyataan. Aku siang tadi tak sengaja bertemu dengan salah satu klien baru dari perusahaan papah, namanya Nona Angel."


Johan menjelaskan panjang lebar pada Betrand.


"Bohong, kamu bisa bohongi papah tapi tidak denganku, Johan!" bentak Keysa.


"Astagfirullah alazdim, Keysa. Apa perlu aku buktikan secara langsung supaya Angel datang kesini?" ucap Johan.


"Sudah-sudah, Keysa. Kalau papah percaya dengan apa yang di katakan oleh Johan. Kamu jangan terlalu curiga seperti itu," ucap Betrand menasehati Keysa.


"Pah, kenapa malah percayanya sama Johan bukan sama aku? sebenarnya siapa sih yang anaknya, papah?" Keysa langsung marah.


"Pah, aku tak mau lagi mempertahankan rumah tanggaku dengan Johan. Jadi papah tak usah lagi memaksakan aku untuk tetap bertahan dengan rumah tangga ini yang tak sehat."


"Di rumah Johan seperti orang baik, suami baik. Tetapi di luar sana, diam-diam Johan selingkuh," ucap Keysa.


"Pah, biarkan saja Keysa menentukan jalan hidupnya. Mungkin bersama denganku dia tak bahagia jadi lebih baik memang kita sudahi saja pernikahan ini, pah," ucap Johan.

__ADS_1


"Keysa -Johan, anak kalian masih terlalu kecil, masa iya harus alami hal seperti ini. Kalau kalian pisah lantas Abian hidup dengan siapa?" tanya Betrand bingung.


"Biar saja sama Johan, jika papah suatu waktu ingin ketemu Abian tinggal main ke rumah Johan gampang kan?" ucap Keysa.


Betrand bingung harus bagaimana lagi. Dia sudah tak bisa lagi membujuk Keysa. Tapi dia juga tak rela jika cucunya tersisih pergi dari rumah tersebut.


"Keysa, pikirkan dulu semuanya sebelum kamu nantinya menyesal," Betrand mencoba menasehatinya lagi.


Tetapi keputusan Keysa sudah bulat, hingga Betrand membongkar satu rahasia.


"Baiklah kalau kamu mau berpisah, tetapi semua harta peninggalan Papah sudah papah namakan pada, Abian semua. Jadi jika kamu berpisah tidak bisa menikmati sepeserpun," ucap Betrand.


"Pah, kenapa seperti itu? apa papah sama sekali tak menganggap jika aku ini anak papah?" Keysa tak terima dengan keputusan dari Betrand.


"Sudahlah kamu tak perlu protes lagi pada papah, jika kamu masih ingin kerja di kantor ya tak usah pisah dengan Johan. Kasihan pula anakmu nantinya menjadi korban dari perpisahan kalian itu," ucap Betrand.


"Aaahhh apa hebatnya Johan sih? sehingga papah begitu sayangnya pada dia, dan bahkan mewariskan semua hartanya pada, Abian!" batin Keysa kesal.


Johan juga merasa heran, jika Keysa tak suka padanya lantas kenapa pula dia harus cemburu pada saat dirinya sedang bersama Angel.


"Makin lama rumah tangga ini makin tak jelas akan di bawa ke arah mana. Dan makin lama aku juga makin tak kuat menghadapi sikap Keysa."


"Aku cinta dan sayang padanya, tetapi dia sama sekali tak pernah menghargai diriku."


"Aku pikir dengan lahirnya Abian, sifat Keysa akan berubah tetapi nyatanya tidak. Bahkan pengorbanan aku pun tak pernah dia hargai sama sekali."


Terus saja Johan murung dan berbicara sendiri di dalam hatinya. Selagi melamun di teras halaman, Betrand menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Johan, maafkan sifat Keysa ya? papah juga minta maaf karena memaksamu untuk betahan dengan, Keysa. Karena bagi papah tidak ada pria yang baik di dunia ini selain dirimu," ucap Betrand.

__ADS_1


"Pah, kasihan Keysa juga jika harus terus bertahan dengan pernikahan ini. Biarkan dia bahagia, pah. Menentukan jalan hidupnya sendiri, karena aku juga tak mau dia terkekang dengan hubungan rumah tangga yang tak sehat ini," Johan mencoba menasehati papah mertuanya.


Sejenak Betrand hanya diam saja, dia tak tahu harus berkata apa lagi. Memang dia bisa memahami bagaimana perasaan Johan selama ini.


"Johan, lantas papah harus bagaimana? menyetujui perpisahan yang kalian inginkan? papah hanya kasihan pada Abian saja," ucap Betrand seraya menghela napas panjang.


"Pah, untuk masalah Abian tak usah khawatir. Karena selamanya aku dan Keysa tetap orang tuanya. Aku hanya kasihan saja pada Keysa, pah. Dia tertekan dan tak bahagia hidup bersama dengan diriku. Aku ini sudah gagal menjadi suami yang baik karena sama sekali tak bisa buat Keysa bahagia."


"Aku rela, pah. Jika tanpa diriku Ketaa lebih bahagia tak apa-apa. Aku juga akan senang hati jika Abian ikut bersama denganku. Mengenai hak waris, sebaiknya jangan semua di wariskan pada Abian pah."


"Berikan saja pada Keysa toh dia juga berhak. Biar aku tetap bekerja di kantor papah, mengelola kantor papah."


"Aku yakin pah, dengan hasil kerjaku bisa kok untuk menafkahi Abian. Turuti saja apa maunya Keysa, pah."


Terus saja Johan mencoba membujuk papah mertuanya untuk menuruti kemauan Keyda dan merubah isi surat warisannya. Sementara sejenak Betrand terdiam sendiri, dia sama sekali tak bisa berpikir jernih. Karena sangat disayangkan baginya jika Johan bercerai dari Keysa.


"Pah, percaya padaku. Walaupun tanpa harta peninggalan dari papah. Aku masih bisa menafkahi Abian."


"Baiklah, Johan. Papah akan menuruti semua nasehatmu, tetapi biarlah perusahaan yang saat ini kamu pimpin, papan atas namakan dirimu untuk masa depan Abian. Sedangkan aset papah yang lain papah wariskan pada Keysa."


"Sejujurnya papah itu ragu jika menyerahkan semuanya pada Keysa, Johan. Tetapi papah lakukan semua ini supaya kalian tak terus berantem."


Saat itu juga Betrand memanggil pengacaranya untuk datang kerumahnya. Dan dia juga meminta Keysa menghadiri pembicaraannya saat ini.


"Nah, seperti ini kan aku senang pah. Kenapa nggak dari dulu sih menyetujui perpisahan aku dengan Johan."


Betrand hanya diam saja mendengar ucapan dari Keysa. Setelah semua di jelaskan secara mendetail oleh Betrand dan Pengacaranya. Baik Johan maupun Keysa di mintai tanda tangan dan juga Betrand pun demikian.


"Oh iya, nanti jika kita sudah resmi cerai. Kamu segera angkat kaki dari rumah ini beserta ibu dan adikmu serta kamu bawa juga Abian. Karena aku tak sanggup untuk merawatnya." Ucap Keysa sumringah.

__ADS_1


__ADS_2