
Keysa kesal dengan sikap papahnya.
"Papah kenapa sih, aku itu ingin cepat bisa dekat dan akrab dengan Abian makanya setiap hari aku datang ke sana. Sebenarnya siapa yang mengadu akan hal ini, apakah wanita desa itu?" tanya Keysa kesal.
"Tidak ada satupun dari keluarga Johan yang mengadu. Kamu pikir papah tak memperhatikan gerak gerik dirimu itu! " bentak Papahnya seraya berlalu pergi dari kamar Keysa.
Sebenarnya Lisa yang telah menelpon Betrand barusan dan mengatakan banyak hal.
"Aku yakin ada yang mengadu pada, papah. Mana mungkin dia tahu semua ini?" batinnya kesal.
********
Tak terasa pagi menjelang, Johan sudah memutuskan untuk pindah rumah. Kebetulan dia punya rumah mewah hasil dari jerih payahnya dalam bekerja. Rumah yang tak ada satu orangpun tahu termasuk Keysa.
Pada saat sarapan, Johan mengatakan hal ini di hadapan keluarganya.
"Bu-Lisa-Rinjani, aku sudah memutuskan hari ini juga kita akan pindah rumah. Dan aku minta maaf sepenuhnya padamu, Rinjani. Atas segala sikapku akhir-akhir ini."
"Aku benar-benar sudah sadar jika apa yang aku lakukan memang salah. Terima kasih Bu- Lisa, teguran kalian juga sangat berarti menyadarkanku."
"Aku tak ingin rumah tanggaku dengan Rinjani hancur karena aku sendiri ya g terlalu bersikap baik pada Keysa. Rinjani, mari kita mulai dari awal di rumah baru kita."
"Aku memutuskan untuk pindah, supaya bisa menghindari Keysa. Aku juga tidak akan memberi tahu pada Papah Betrand tentang rumah baru kita, karena aku tak ingin dia juga sering datang bersama Keysa."
"Paling sesekali kita bawa Abian saja untuk jenguk opanya. Itupun aku akan meminta ibu atau Lisa yang mengajak Abian ke sana. Aku tak ingin membuat sakit hati, Rinjani lagi."
"Aku sendiri bisa merasakan seperti apa sakitnya hati di hianati dan tak di anggap oleh Keysa dulu. Aku tak ingin seperti Keysa, Rinjani maafkan aku yang terkejut egois ini."
Seluruh anggota keluarga yang mendengar akan apa yang dikatakan oleh Johan merasa senang dan lega tapi tidak dengan Rinjani, dia masih belum percaya dengan segals ucapan Johan.
__ADS_1
"Mas Johan, sebenarnya tak usah pindah rumah juga nggak apa-apa. Asal kamu benar-benar berubah. Sekarang kita pindah rumah tetapi pikiranmu masih pada Keysa itu juga tak berguna percuma saja jika kamu belum benar-benar move on darinya," ucap Rinjani.
"Rinjani, aku sudah bisa move on. Sudah aku katakan padamu jika aku ini hanya kasihan saja padanya," ucap Johan meyakinkan Rinjani.
Hingga pada akhirnya pagi itu juga, keluarga Johan pindah di bantu oleh beberapa orang bayaran Johan supaya tidak memakan waktu lama.
Mereka sengaja pindah di luar kota yang tak bisa di jangkau oleh Betrand maupun Keysa. Beberapa jam kemudian, barulah mereka sampai.
"Alhamdulillah, lega rasanya akhirnya sampai juga di rumah baru kita. Semoga di sini kita mendapatkan segala kebaikan dan berkat dari yang kuasa," ucap syukur Johan.
Kini dia benar-benar ingin menata hidupnya bersama Rinjani. Dia tak ingin mengecewakannya. Bahkan Johan tak lupa mengajak ayah dan adik Rinjani turut serta. Karena rumah yang kali ini di tempat sangat besar dan megah.
"Mas, semoga kamu melakukan ini bukan karena terpaksa. Karena sesuatu yang terpaksa itu tidak akan baik hasilnya," ucap Rinjani menyindir Johan.
"Rinjani, kenapa kamu masih juga tak percaya padaku sih? tolong kali ini saja kamu percaya padaku ya,' pintanya memelas.
Sementara di rumah Keysa, dia sedang marah-marah dengan membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya. Dia kesal karena pada saat ke rumah Johan, ia tak mendapati adanya Johan dan yang lainnya.
"Keysa, kamu ini kenapa sih? pulang-pulang kok ngamuk nggak jelas seperti itu?" tanya Betrand heran.
"Aku kesal, pah. Ternyata Johan dan keluarganya pindah rumah, tapi tidak memberi tahu pada kita," ucapnya kesal.
"Masa sih, biasanya kalau ada apapun Johan selaku mengatakan pada papah. Coba nanti papah telpon."
Saat itu juga, Betrand menelpon Johan akan tetapi nomor telepon malah di alihkan entah ke siapa.
"Ada apa dengan Johan ya, kenapa panggilan telepon aku di alihkan?" batin Betrand penuh tanda tanya.
Hingga tak terasa dua bulan berlalu, di saat Keysa telah melahirkan anaknya. Datanglah Bu Sarah dan Lisa le rumah dengan membawa Abian.
__ADS_1
"Bu Sarah-Lisa, bagaimana kabar kalian? kenapa pindah nggak memberi kabar?" tanya Betrand.
"Maaf, pak. Kami memang sengaja melakukan hal itu demi keharmonisan rumah tangga Johan. Kami baru bisa datang ke sini karena sibuk juga mengurus segalanya," ucap Bu Sarah.
"Lantas sekarang kalian pindah kemana" tanya Betrand lagi.
"Mohon maaf, kami tak bisa memberitahu pada bapak karena di larang oleh Johan. Paling kami yang akan datang kemari, supaya Abian bisa bertemu ibu dan kakeknya," ucap Bu Sarah.
"Oh ya sudah nggak apa-apa, yang terpenting kabar semuanya sehat selalu. Aku sudah paham kok kenapa hal itu bisa terjadi," ucap Betrand.
Sementara Keysa malah sama sekali tak mau menemui Bu Sarah dan Lisa. Dia asik di dalam kamar dengan anak yang baru di lahirannya beberapa hari yang lalu.
Kini Keysa sudah tak bisa berkutik dan mengganggu rumah tangga Johan lagi, karena Johan sudah tak bisa di jangkau.
Rumah tangga Johan juga perlahan membaik, Rinjani sudah bisa tersenyum lega karena secara perlahan Johan membuktikan segala ucapannya itu.
Bu Sarah dan Lisa juga merasa lega dan senang dengan perubahan positif yang terjadi pada rumah tangga Johan dan Rinjani.
Semakin hari rumah tangga Johan semakin harmonis dan bahagia. Karena sudah tidak ada gangguan dari Keysa. Bahkan saat ini Rinjani sedang hamil anak dari Johan.
****************T A M A T*******
Mohon maaf jika karya tak sesuai dengan keinginan para readers, dan author sengaja tak membuat karya panjang karena khawatir readers bosan.
Terima kasih sudah bersedia baca karya remahan yang banyak typo dan puebi belum ok. Doa terbaik buat semua readers, dan jika berkenan baca pula karya on going author yang lain diantaranya: Mengandung Benih Tuan Muda, Si Jenius Alexus & Alexa, Perjuangan Cinta Reyna, Dendam Saudara Kembar, Gadis Ceroboh Pemikat Tuan Pemarah, dan kisah anak sekolah yakni Antara Si Cupu & BadBoy.
Mohon maaf karya author tak seindah dan sebagus karya author pemes, karena tahap belajar pula. Dan up date tak tentu karena di samping nulis, author seorang IRT.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1