
Terus saja Ryan mencari apa yang dia inginkan, tetapi dia tak menemukan juga. Hingga dia obrak abrik semuanya juga tak di temukan.
"Aarhhhhh, dimana Keysa menyimpan semua barang berharganya? sudahlah, sebaiknya aku beralih ke kamar tua bangka itu! mungkin saja di sembunyikan di kamarnya."
Ryan melangkah menuju ke kamar Betrand, tetapi dia kembali kesal karena kamar tersebut terkunci dari luar.
"Sialan, sudah bau tanah saja masih encer otaknya. Apa dia sudah tahu ya aku akan bertindak seperti ini? padahal aku baru mendapatkan uang beberapa ratus juta, dari aku pura-pura punya hutang ke rentenir waktu itu. Pasti harta mereka masih banyak. Tapi aku tidak bisa menggapainya sama sekali," gumamnya kesal.
Hingga akhirnya dia kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di pembaringan. Katanya mulai terpejam begitu saja.
Sementara saat ini Keysa dan Betrand telah sampai di rumah Johan. Kebetulan Johan sedang bermain-main dengan Abian di pelataran. Johan sedang mengajari Abian berjalan sedangkan Rinjani yang menyuapinya.
Mereka begitu terperangah pada saat melihat kedatangan Betrand bersama Keysa.
"Tumben Keysa kemari, ternyata dia sedang hamil lagi. Padahal sampai detik ini aku masih mencintainya, hingga aku tak menjamah, Rinjani hingga detik ini," batin Johan kecewa melihat kehamilan Keysa.
"Ya ampun, mantan istri Mas Johan datang. Kenapa aku merasa cemburu dan tak suka padanya ya? pasti Mas Johan sangat senang melihat kedatangan mantan istrinya," batin Rinjani.
Suami istri ini terus saja menggerutu di dalam hati mereka masing-masing.
"Papah, pagi sekali datang kemari." Johan menyalami Betrand.
"Papah sehat?" salah Rinjani akan menyalami Betrand akan tetapi tangannya di tampik oleh Keysa.
"Heh, lancang sekali kamu memanggil papahku dengan sebutan papah! hanya aku dan Papahnya Abian yang boleh memanggil papah! kamu itu bukan siapa-siapa!" bentak Keysa sepontanitas membuat Betrand marah.
"Keysa, kamu jangan kasar pada Rinjani. Memang Papah kok yang meminta dia memanggil dengan sebutan Papah. Karena papah sudah anggap Rinjani itu anak bukan orang lain!" bentak Betrand kesal.
"Pah, seenaknya saja papah begitu? nanti yang ada dia itu ngelonjak dan besar kepala," Keysa tak terima.
"Astaghfirullah aladzim, aku pikir wanita yang di cintai oleh Mas Johan adsh wanita yang punya hati nurani dan sopan santun. Tetapi ternyata seperti ini," batin Rinjani mencoba menahan rasa kesalnya.
"Rinjani, maafkan Keysa ya," pinta Betrand merasa tak enak dengan sikap dan perilaku Keysa yang kasar terhadapnya.
__ADS_1
"Iya, pah. Nggak apa-apa."
"Hay, Abian sayang. Uluh-uluh sudah gede saja ya, ganteng banget kaya Papah Johan," Keysa sengaja ingin membuat cemburu Rinjani.
"Sini sayang, ikut mamah. Mamah kangen pengen gendong."
Namun pada saat Keysa semakin mendekati Abian, justru anak itu malah ketakutan dan menangis. Bahkan Abian langsung memeluk Rinjani.
"Sayang, ini mamah kandungmu bukan dia."
"Maaf, mba. Tolong jangan paksa Abian, apa mba nggak lihat jika dia ketakutan."
Tegur Rinjani seraya memeluk Abian dalam gendongannya.
Lantas dia membawa masuk ke dalam rumah, tanpa menghiraukan lagi Keysa dan Betrand.
"Pah-Keysa, duduklah dulu."
Mereka pun duduk di teras halaman bersama dengan Johan.
"Johan, aku datang kemari untuk meminta maaf atas segala kesalahanku di masa lalu, apakah kamu mau memaafkan aku?" ucap Keysa menatap sendu Johan seraya tak sadar tangannya menggenggam tangan Johan.
Hal ini sempat di lihat oleh Rinjani yang sedang berada di ruang tamu bersama Abian.
"Ya Allah, berani sekali mantan istri Mas Johan memegang tangannya?" batinnya kesal.
Johan menepis pegangan tangan Keysa.
"Aku sudah memaafkanmu, jadi hiduplah dengan tenang bersama suamimu dan calon anakmu itu tanpa ada beban bersalah padaku," ucap Johan.
Sementara dari dalam rumah keluar pula Bu Sarah dan Lisa.
"Mba, biar Abian sama aku. Mba seharusnya di luar saja menemani Mas Johan." Lisa meraih Abian yang sedang bersama Rinjani.
__ADS_1
"Biar saja aku di sini, aku tak enak jika bergabung di sana. Lagi pula kedatangan mereka kan ingin bertemu Mas Johan," ucap Rinjani.
"Ya Lisa, biarkan saja Rinjani di sini. Biar ibu yang keluar menemani Johan."
Bu Sarah pun melangkah ke luar rumah menemui Betrand dan Keysa.
Namun Keysa tak. bersikap ramah sama sekali pada, Bu Sarah. Sikapnya masih acu tak acuh, bahkan tak menyapa mantan ibu mertuanya.
"ih amit-amit, ada ya wanita seperti dia! untung saja Mas Johan cerai darinya dan menikah dengan Mba Rinjani," ucap Lisa ketus.
Rinjani hanya menyunggingkan senyuman tanpa mengatakan apapun. Rinjani wanita yang pendiam tanpa banyak kata. Selama menikah dengan Johan, memang selalu mendapatkan nafkah lahir. Tapi dia tak pernah mendapatkan nafkah batin, ia pun tak berani protes hanya diam saja.
"Johan, mulai sekarang dan selanjutnya aku akan sering datang kemari untuk menjenguk, Abian. Dan aku harap kamu tak melarangku untuk bertemu anakku setiap waktu ya," pinta Keysa sengaja bersikap manis pada Johan.
"Nggak apa-apa, Keysa. Bagaimanapun dia itu kan anak kandungmu, jadi aku tak berhak melarangmu jika suatu saat kamu akan bertemu dengannya," ucap Johan.
"Aduh, Mas Johan bego amat sih! malah mengizinkan wanita sombong itu untuk sering datang kemari!" batin Lisa kesal.
"Kasihan Mba Rinjani, pasti saat ini dia sedang cemburu melihat hal ini. Aku bisa melihat dari wajahnya yang sendu," batin Lisa seraya melirik ke arah Rinjani.
"Mba Rinjani, kamu nggak usah khawatir. Aku pasti akan terus mewaspadai mereka supaya jangan ada celah sedikitpun untuk bisa berduaan!" batin Lisa kembali.
Tak berapa lama, Keysa dan Betrand berpamitan pulang. Hal ini membuat lega hati Rinjani yang sedari tadi menahan sesak karena cemburu.
Pada saat dalam perjalanan pulang, Betrand mencoba menasehati Keysa.
"Keysa, kamu tak boleh bersikap kasar pada Rinjani. Bagaimanapun dia itu telah berjasa merawat darah dagingmu dengan baik. Jarang loh ada seorang ibu tiri yang begitu tulus merawat dan menyayangi anak tirinya," tegur Betrand.
"Pah, sepertinya papah sudah berpihak pada wanita desa itu?" ucap Keysa ketus.
"Bukan masalah pihak memihak, tapi sikap kamu itu tak mencerminkan kamu itu seorang CEO yang berpendidikan. Apa lagi sikapmu pada mantan ibu mertuamu juga. Masa iya kamu sama sekali tak menyapanya?" ucap Betrand kecewa dengan sikap Keysa.
"Pah, dia kan sekarang cuma mantan mertua. Sedangkan Johan sampai kapanpun papah Abian. Jadi secara otomatis aku ya baiknya hanya pada Johan," ucap Keysa.
__ADS_1
Mendengar akan hal itu, membuat Betrand sudah malas untuk memberikan nasehat lagi pada Keysa.