
Saat itu juga Johan memutuskan untuk segera menyusul ke lokasi di mana anak buahnya saat ini sedang mengintai di rumah tersebut. Johan pun membawa beberapa aparat polisi yang salah satu di antaranya adalah sahabat baiknya seorang komandan polisi tersebut.
Tak berapa lama mereka telah sampai di lokasi tersebut.
"Bro, pastikan orang yang hendak mencelakai istriku di penjara seberat-beratnya karena ini sudah ketiga kalinya dia akan berusaha menyingkirkan istriku," ucap Johan kepada Komandan Syarif yakni sahabat baiknya tersebut.
"Kamu tenang saja, Johan. Aku pastikan dia akan mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama," ucap Komandan Syarif meyakinkan Johan.
Komandan Syarif tidak menyia-nyiakan waktunya dia pun lekas memerintah kepada seluruh anak buahnya untuk mengepung rumah tersebut dari segala penjuru arah.
Sementara Komandan Syarif memimpin para anak buahnya di depan sendiri dia memencet bel pintu gerbang tersebut.
"Ting tong ting tong ting"
Kebetulan Joni dan anak buahnya masih berada di pelataran rumah, hingga Joni pun berinisiatif untuk membuka sendiri pintu gerbangnya tanpa memerintah asisten rumah tangganya.
"Siapa sebenarnya yang mengganggu obrolanku ini?" Joni melangkahkan kaki dengan cepat ke arah pintu gerbang dengan dengan hati yang penuh kesal.
Pada saat dia membuka pintu gerbang, dia begitu terkejut karena melihat ada Komandan Syarif dan beberapa anak buahnya sudah ada di depan pintu gerbang tersebut.
"Komandan, ada apa ya kau datang kemari?" tanya Joni dengan sangat gugup.
"Saya datang kemari membawa surat penangkapan untuk anda atas laporan dari seseorang, bahwa anda berusaha mencelakai Nona Keysa bahkan tidak cuma sekali tapi beberapa kali," cap Komandan Syarif menyerahkan surat penangkapan terhadap Joni.
"Maaf atas dasar apa ya kok saya dilaporkan seperti itu memangnya ada bukti-bukti yang kuat sehingga orang tersebut melaporkan saya?" tanya Joni merasa sedikit kaget.
"Sebaiknya anda jelaskan nanti di kantor sekarang juga anda ikut kami."
__ADS_1
Saat itu juga seluruh anak buah Komandan Syarif menangkap dengan paksa Joni dan seorang anak buahnya yang mengaku sebagai kurirnya beserta bukti motor yang digunakannya. Joni dan anak buahnya tidak bisa berkutik sama sekali, mereka hanya diam pada saat ditangkap oleh para aparat polisi.
Mobil segera dilanjukan menuju ke kantor. Pada saat berada di kantor polisi, Joni merasa kaget melihat keberadaan Johan. Dia pun langsung mengepalkan tinjunya dan melotot ke arahnya.
"Oh...jadi semua ini karena ulahmu, kamu yang telah melaporkan aku pada aparat polisi. Awas aja ya kamu, aku bisa menuntutmu balik dengan tuduhan pencemaran nama baik loh! bukan aku yang akan masuk ke dalam penjara tetapi kamu yang akan masuk ke dalam penjara," ancam Joni.
"Silakan saja, siapa takut. Kita lihat saja siapa yang benar-benar akan mendekam di dalam penjara dalam waktu lama, karena aku sudah mempunyai beberapa bukti-bukti yang kuat untuk bisa menyeretmu masuk ke dalam penjara," ucap Johan tersenyum sinis.
Saat itu juga Johan menyerahkan bukti yaitu bingkisan makanan serta menunjukkan rekaman video CCTV r yang ada di pelataran kantor kepada Komandan Syarif.
Bahkan rekaman video pada saat anak buah Johan mengikuti si kurir tersebut masuk ke dalam rumah, Joni.
Sejenak Komandan Syarif memutar video rekaman CCTV yang ada di pelataran kantor, serta video rekaman dari anak buah Joni.
"Saudara Joni, di sini sudah terlihat jelas bahwa anda memang bersalah jadi siap-siap saja untuk anda menerima hukuman dari atas apa yang telah anda lakukan terhadap, Nona Keysa."
Mendengar apa yang di katakan oleh Komandan Syarif, Joni tak bisa berkutik sama sekali. Karena bukti-bukti memang mengarah kepada dirinya.
"Sialan, ternyata sopir ini tak bisa aku remehkan begitu saja. Ternyata otak dia cerdas, aku salah telah menilainya selama ini. Jika seperti ini, aku benar-benar bisa masuk ke dalam penjara," batin Joni berubah panik.
Kasus Joni tidak langsung diproses tapi tidak selesai dalam satu hari, karena semua bukti harus di sekelidiki ulang bahkan dua security di kantor juga di mintai menjadi saksi.
Johan sengaja tak mengatakan hal ini pada Keysa sampai proses masa hukuman untuk Joni telah di tentukan.
Pagi menjelang, Johan segera mendatangi kantor polisi kembali. Dia pun menghadiri persidangan masa hukuman untuk Joni.
Kasus Joni langsung di tangani oleh Komandan Syarif hingga proses tak butuh waktu lama. Setelah pasti Joni mendapatkan hukuman kurangan penjara. Johan kini telah tenang, dan tidak ada lagi rasa khawatir akan terjadi hal buruk pada istri dan calon anaknya.
__ADS_1
"Keysa, sekarang kamu tak perlu takut lagi. Jika kamu ingin kembali ke kantor nggak apa-apa. Karena sudah tertangkap dalang dari pemboman dan yang akan menabrakmu waktu itu serta akan meracunimu pada saat kamu bekerja dari rumah," ucap Johan.
"Maksudmu apa? dari mana kamu tahu?" Keysa benar-benar tak mengerti maksud dari ucapan Johan.
Hingga akhirnya dengan perlahan Johan bercerita dari awal terjadinya tabrakan serta bom dan pengiriman makanan beracun yang di lakukan oleh orang suruhan Joni.
"Hah, Joni? jadi Joni ingin menyingkirkan aku, memangnya kenapa dia dendam padaku?" Keysa masih saja tak percaya.
"Jika kamu tak percaya kita ke lapas saja dimana Joni saat ini di tahan," ajak Johan.
Karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya Keysa menuruti kemauan Johan untuk ke lapas di mana saat ini Joni di tahan.
Setelah sampai di sana, Keysa menatap tajam pada Joni.
"Joni, kenapa kamu ingin melenyapkan aku? apa salahku padamu?" tanya Keysa penasaran.
"Masih saja bertanya kenapa? karena aku benci penolakan dan caci maki yang pernah di lakukan oleh papahmu! niatku setelah aku bisa menghabisimu aku akan menghabisi papahmu!"
"Dan aku nggak suka kamu bertahan dengan sopir itu sementara kamu mencampakkan aku begitu saja!"
Mendengar akan hal itu, Keysa memicingkan alisnya.
"Kamu pikir aku benar-benar masih cinta padamu? aku juga hanya untuk membalas sakit hatiku padamu. Dan ternyata aku berhasil, selamat meringkuk di penjara dalam waktu yang cukup lama. Itu adalah suatu hukuman yang setimpal untuk apa yang telah kamu lakukan padaku dahulu dimana kamu meninggalkan aku di saat kita akan menikah."
"Selamat bersenang-senang menikmati dingin nya udara di dalam sel ini. Sayang, ayok kita pulang sekarang juga. Untuk apa kita berlama-lama di sini."
Keysa bergelayut manja di lengan Johan, sementara Johan hanya diam saja. Di dalam hati Johan sudah tahu jika kata-kata sayang yang diucapkan Keysa barusan hanyalah untuk membuat Joni semakin panas.
__ADS_1