Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Ingin Merubah Penampilan


__ADS_3

Mendengar tawaran makan dari Johan, Keysa langsung antusias. Entah kenapa sejak hamil dirinya malah lebih suka dengan masakan suaminya.


"Masakin aku saja seperti biasa, karena aku sedang tak suka masakan yang lain," ucap Keysa.


"Siap, bos. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," Johan sangat antusias dia langsung melangkah ke dapur untuk memasak makanan kesukaan istrinya.


"De, kenapa di saat mamah ingin menjauh dari papahmu malah kamu manja banget sama papahmu. Makan saja kalau nggak papah yang masak, kamu nggak mau makan," gumam Keysa seraya mengusap perutnya yang sudah terlihat buncit.


"De, mamah minta kamu berhentilah untuk bersikap manja pada papahmu. Karena mamah tak ingin kamu menjadi ketergantungan pada, papah," gumamnya lagi.


Keysa mulai khawatir suatu saat nanti anaknya tidak bisa jauh dari Johan. Sementara beberapa bulan lagi, dia sudah harus berpisah dengan Johan.


Setelah menunggu beberapa menit, masakan kesukaan Keysa telah matang. Johan membawanya ke kamar dua piring sekaligus.


"Taraaaaa.....masakan sudah siap di santap. Ayok anak papah makan yang banyak ya, sayang. Mamah juga makan yang banyak biar sehat selalu."


Mendengar ucapan Johan, entah kenapa hati Keysa merasa terharu tetapi dia mencoba untuk tidak menangis di hadapan Johan.


"Kenapa sih, sifat Johan malah selalu lembut padaku? padahal aku ini selalu kasar padanya supaya dia benci padaku. Bukannya dia benci tetapi dia malah semakin perhatian padaku. Jika seperti ini apakah aku mampu lekas darinya? kenapa aku menjadi gelisah seperti ini?" batin Keysa galau.


"Sayang, kenapa diam saja? ayok makan mumpung masih hangat, kalau sudah dingin pasti kamu nggak akan suka kan? apa anak papah ingin di suapi kali ya sama papah?" ucap Johan seraya menyendok makanan yang ada di nampan di pangkuan Keysa.


Dia pun menyuapkan ke mulut Keysa dengan penuh kesabaran. Keysa mau saja menerima suapan dari Johan. Hatinya ingin memberontak menolak tetapi mulutnya malah merespon setiap suapan dari tangan Johan.


"Sayang, dua piring ini harus habis ya? biar kamu dan Dede bayi sama-sama kenyang. Oh iya, susunya minum nanti saja ya? supaya tidak kamu tidak kekenyangan," ucap Johan terus saja menyuapi Keysa.


Sekilas kedua sesekali saling berpandangan satu sama lain. Entah apa yang mereka masing-masing sedang pikirkan saat ini.


"Keysa, semoga saja kelak kamu bisa merubah keputusanmu untuk berpisah denganku. Karena aku tak bisa hidup jauh darimu dan anak kita ini," batin Johan.

__ADS_1


"Johan, apa aku sanggup ya kelak benar-benar berpisah darimu? sebenarnya jika di lihat kamu ini tidaklah jelek. Hanya tinggal sedikit berubah penampilan kamu saja, kamu sudah terlihat tampan dan sangat memikat hati," batin Keysa tak sadar telah memuji ketampanan Johan.


"Astaga, kenapa aku memuji pria di hadapan aku ini? padahal aku akan berpisah dengannya, untung saja hanya di dalam hati tidak aku sebutkan secara langsung," batin Keysa.


"Sayang, kenapa kamu menatap aku seperti itu? apa kamu sudah mulai jatuh cinta padaku ya, aku tampan kan? tidak seburuk yang kamu pikirkan selama ini?" goda Johan tiba-tiba membuat Keysa terhenyak kaget dan pandangan beralih ke tempat yang lain.


"Pede banget sih kamu, sok tampan segala. Kamu itu cupu, jelek banget, nggak ada tampan-tampannya sama sekali dech," ejek Keysa.


Johan tak marah sama sekali di ejek oleh Keysa, dia malah menjadi punya ide dengan ejekan dari Keysa.


"Mungkin ada benarnya aku harus merubah penampilan aku ini apa ya? Hem, aku akan minta tolong Lisa saja supaya menilai penampilan aku yang sekarang," batin Johan.


Setelah selesai menyuapi Keysa dengan dua piring makanan, kini Johan beralih keluar dari kamar. Sementara Keysa berkutat dengan laptopnya.


Johan beralih ke kamar Lisa dan dia pun mengetuk pintu kamarnya.


"Tok tok tok tok"


Lisa pun membuka pintu kamarnya," ada apa mas, masuk saja ya?"


Johan masuk dan duduk di sisi ranjang begitu pula dengan Lisa duduk di sisi ranjang samping Johan duduk.


"Lisa, jawab dengan jujur ya? terus kamu jangan tertawa juga ya?" ucap Johan dengan mimik wajah yang sangat serius hingga membuat Lisa mengerutkan dahinya.


"Ada apa sih, mas? kok kamu serius sekali?" tanya Lisa penasaran.


"Lisa, apa benar penampilan aku ini jelek, cupu dan intinya nggak banget gitu?" tanya Johan.


Lisa pun terkikik mendengar pertanyaan dari Johan, hal ini membuat Johan semakin yakin jika apa yang di katakan oleh Keysa memang benar adanya.

__ADS_1


"Lisa, aku tanya bukannya di jawab malah kamu tertawa begitu sih," Johan sudah monyong-monyong bibirnya.


"Mas, memang siapa yang berkata seperti itu?" Lisa bukannya langsung menjawab pertanyaan Johan, dia malah bertanya balik yang membuat Johan semakin kesal pada adik semata wayangnya itu.


"Haduh, di jawab dong jangan malah bertanya balik!" ucap Johan menepuk jidatnya sendiri.


"Hem, pasti Mba Keysa yang berkata seperti itu ya kan? mas, memang penampilan mas kurang ok sih menurut aku. Sebenarnya mas ini tampan, hanya kurang bisa bergaya yang modis," ucap Lisa.


"Lantas apa aku masih bisa berubah supaya tidak cupu lagi?" tanya Johan semakin antusias untuk bisa merubah dirinya menjadi lebih baik.


"Bisa banget, mas. Tinggal rubah potongan rambut, gaya rambutmu dan pakaianmu juga. Serta rutin bersihkan wajah itu jangan ada jambang dan kumis seperti itu, terlihat sangat tua," ucap Lisa terkikik pelan.


"Hem, mulai dech ngeledek."


"Mas, apa yang barusan aku katakan bukan sebuah guyonan. Mana ada seorang adik ingin menjerumuskan kakak kandungnya sih?"


"Jika mau aku temani mas ke salon teman aku. Di jamin mas akan berubah menjadi lebih tampan. Dan bukan hanya Mba Keysa yang akan tergila-gila tetapi juga wanita lain."


"Aku pastikan dengan penampilan baru, mas. Justru Mba Keysa tak mau lepasin mas dan akan selalu Cemburu jika melihat mas di tatap eh wanita lain."


Mendengar apa yang di katakan oleh adiknya, Johan menjadi lebih bersemangat untuk benar-benar merubah diri menjadi lebih baik


Bukan karena dia ingin banyak wanita mengejarnya, justru dia ingin istrinya takkan melepasnya.


Karena rasa antusias yang tinggi, saat itu juga Johan minta Lisa untuk menemani dirinya ke salon.


"Lisa, cepat kamu ganti pakaian dan sekarang juga kamu temani aku ke salon untuk merubah penampilan aku supaya lebih tampan," pinta Johan.


"Hem, baiklah mas. Tapi semua tidak gratis loh. Ada bayarannya tahu," ucap Lisa mensk turunkan alisnya.

__ADS_1


"Hem, biasa dech kamu. Dasar tukang palak, masa sama kakak sendiri perhitungan seperti ini?"


__ADS_2