
Setelah di dalam kamar, Keysa terus saja memonyongkan bibirnya. Membuat Johan semakin yakin jika istrinya sudah mulai bisa mencintai dirinya.
"Hem, lumayan juga dech trik yang di sarankan oleh Lisa. Kini aku tahu jika Keysa sudah mulai jatuh cinta padaku dan aku tak khawatir lagi," batin Johan seraya senyam senyum yang membuat Keysa semakin kesal.
"Heh, kenapa senyam senyum? senang ya buat aku marah seperti ini, apa kamu sengaja supaya tekanan darah aku naik?" ucap Keysa berdiri berkacak pinggang di hadapan Johan yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Sayang, sini duduk jangan seperti itu." Johan menarik halus tubuh Keysa dan di dudukkan di pangkuannya.
"Eh, apa-apaan sih. Awas ah.."
Keysa mencoba bangkit dari pangkuan Johan, tetapi malah di peluk olehnya.
"Sudah tak usah protes dan tak usah gengsi lagi, jika sebenarnya kamu ini sudah mulai cinta padaku kan?" bisik Johan seraya tetap memeluk Keysa di pangkuannya.
"Pede banget sih kamu, ngapain aku cinta sama pria sepertimu yang selalu membuat aku...
"Membuatmu apa hayo, kok ngomongnya terhenti sih?" goda Johan terkikik pelan.
"Sudah ya ngeledeknya, aku nggak suka ngerti!" ucap Keysa sewot.
"Hem, iya-iya. Maafkan aku ya sayang, sudah jangan ngambek lagi ya?" bujuk Johan supaya Keysa tak ngambek lagi.
Namun Keysa malah diam, dia masih saja merajuk hingga Johan pun merasa khawatir.
"Ayohlah sayang, sudah berapa kali aku meminta maaf padamu tapi kamu sama sekali tak mau memaafkan diriku," ucap Johan.
"Baru juga sekali mengucapkan maaf bilang sudah berapa kali," Keysa masih saja merajuk di pangkuan Johan.
"Lantas berapa kali lagi aku harus minta maaf padamu, istriku tercinta," Johan menyandarkan kepalanya di punggung Keysa yang masih ada di pangkuannya.
"Sampai lidahmu keluar dari tempatnya baru aku maafkan kamu," ucap Keysa dengan ketusnya yang semakin membuat Johan memanyunkan bibirnya kesal.
"Jahat sekali, kalau lidahku keluar sama saja aku mati. Apa kamu mau aku mati, apa kamu senang jika itu terjadi?" ucap Johan yang membuat Keysa menoleh ke wajahnya seraya mendengus kesal.
__ADS_1
"Kamu ini bukannya membuat aku luluh tapi aku semakin kesal padamu tahu nggak," ucap Keysa sinis seraya pandangan kembali ke arah depan.
"Nah loh, lantas aku harus bagaimana dong. Aku kan sudah minta maaf, tapi kamu nggak mau memaafkan jadi aku kan bingung," celoteh Johan semakin mempererat pelukannya terhadap istri tercintanya.
"Makanya mulut itu di jaga kalau ngomong," ucap Keysa kembali menoleh ke arah Johan seraya melotot.
"Sayang, memangnya aku ngomong apa sih? perasaan aku tak mengatakan apapun kok."
"Hem, baru saja kamu bicara tadi. Untuk apa pula kamu ngomong mati-mati!" Keysa semakin kesal lantas mencubit pipi Johan.
'Oh itu tadi, iya dech aku minta maaf. Aku janji nggak akan mengulangi hal itu lagi," ucap Johan menaik turunkan alisnya.
"Ih, dasar genit. Turunkan aku awas!" pinta Keysa meronta ingin menyingkir dari pangkuan Johan.
"Hem, tapi kamu maaafkan aku kan sayang? tahu nggak gara-gara kamu duduk di pangkuan aku, ada sesuatu yang ingin meronta minta keluar dari sangkarnya," ledek Johan terkekeh.
"Hem, kan aku nggak ngapa-ngapain kamu. Makanya lepaskan pelukanmu ini, supaya kamu nggak kena sengatan listrik dari tubuhku," ucap Keysa ingin tersenyum tapi dia gengsi dan mencoba menahannya.
"Aku tahu Keysa, sebenarnya kamu sudah mulai cinta padaku tapi kamu gengsi untuk mengakuinya," batin Johan.
"Kenapa menatapku seperti itu? suka, cinta, demen?" tanya Keysa menatap heran ke arah Johan yang terus saja menatap Keysa tak berkedip.
"Hooh, aku jadi orang tak pernah gengsi. Jika aku suka ya aku berkata suka, jika aku cinta ya aku katakan cinta. Karena aku tak ingin menyesal di kemudian hari," ucap Johan sengaja menyentil perasaan Keysa.
"Apa maksud kata-kata mu itu, apa kamu sedang menyindirku?" Keysa tak sadar dengan ucapannya sendiri membuat Johan semakin senang.
"Berarti kamu sebenarnya suka dan cinta padaku ya, hayo ngaku hayo," ledek Johan kembali.
"Eh sorry amat aku suka dan cinta pada pria seperti dirimu," ucap Keysa menutupi rasa malunya.
"Sorry kan cok mencari ya, buktinya jika aku tak ada, kamu mencari-cari diriku kan."
Ucapan Johan tersebut membuat Keysa semakin kesal.
__ADS_1
"Uhhhhh....aku benci banget sama kamu Johan!" ucapnya seraya membaringkan tubuhnya d ranjang membelakangi Johan.
Johan tak hilang akal, dia pun turut berbaring di samping Keysa dengan memeluknya dari belakang.
"Benci, benar-benar cinta. Iya kan. sayang," bisik Johan di telinga Keysa yang membuat hasratnya tiba-tiba datang.
Keysa tersenyum tanpa sepengetahuan Johan.
"Entahlah, apakah memang aku benar-benar telah jatuh cinta padanya. Ataukah hanya terbawa perasaan saja," batin Keysa.
Tiba-tiba Keysa menuntun tangan Johan dan meletakkan di salah satu benda kenyal yang ada di dadanya sendiri. Johan sudah paham apa artinya itu.
"Hem, kode ini?" bisik Johan di telinga Keysa.
Keysa tanpa sadar membalikkan tubuhnya hingga kini dia telentang dan Johan berada tepat wajahnya di atas wajah Keysa.
"Keysa, aku takkan melepaskan dirimu. Aku akan buat kamu semakin hari semakin bucin padaku," batin Johan.
Johan mendekatkan bibirnya hingga menyentuh ke bibir Keysa dan Keysa pun tak diam saja melainkan merespon tindakan Johan.
Bahkan Keysa refleks mengalungkan kedua tangannya di leher Johan. Keysa tak memungkiri perlakuan lembut Johan sudah meluluhkan separuh jiwanya.
Dia tak bisa mengelak lagi jika di dalam dirinya perlahan tapi pasti telah tumbuh benih-benih cinta. Tetapi dia masih malu untuk mengakui hal itu pada, Johan. Karena selama ini dia selalu berkata jika dia takkan mencintai pria seperti Johan.
Keduanya semakin larut dalam ciuman panasnya dan akhirnya burung Johan keluar lagi dari dalam sangkarnya untuk bersemayam di hutan rimbun rerumputan milik Keysa.
Tempat persinggahan yang selalu di rindukan oleh burung Johan setiap saat. Terjadilah permainan ranjang yang sangat halus oleh Johan. Dia mampu bersikap lembut dan sangat perlahan dalam bercinta dengan Keysa.
Karena dia sangat menjaga janin yang ad di dalam kandungan Keysa. Beberapa saat kemudian keduanya tergolek lemas tak berdaya.
Ingin rasanya Johan mengatakan saja supaya Keysa tak melanjutkan surat perjanjian itu. Tetapi dia tak ingin merusak suasana hati istrinya.
"Ya Allah, seiring berjalannya waktu aku yakin jika nanti tiba waktunya Keysa akan membatalkan niatnya untuk berpisah denganku. Aku percaya dengan segala KuasaMu ya Allah. Aku yakin Engkau akan mendukung niatku untuk tetap bersama dengan istriku," doa Johan di dalam hatinya.
__ADS_1