Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Kegelisahan Betrand


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu, Rinjani menjadi seorang istri. Tetapi dia belum merasakan yang namanya malam pengantin. Tetapi dia tak protes, karena memang pada awalnya dia menikah karena supaya bisa merawat, Abian.


Cinta kasihnya pada Abian sungguh luar biasa. Walaupun dia sempat di hina oleh ibu kandung Abian, tetapi dia sama sekali tak berubah dalam menyayangi Abian.


"Mas Johan, sarapan dulu ya. Semua sudah aku siapkan di ruang meja," ucap Rinjani seraya menyunggingkan senyumnya.


Memang di rumah Johan ada satu asisten pribadi, namun itu tidak merubah Rinjani. Dia tetap bangun pagi memasak untuk semua yang adadi di dalam rumah.


"Rinjani, seharusnya kamu tak usah memasak. Kan sudah ada si bibi, kamu itu sudah cape mengurus Abian dan aku " ucap Johan.


"Nggak kok, mas. Aku hobby masak, jadi aku tak merasa repot," ucap Rinjani seraya menggendong Abian.


"Rinjani, aku minta maaf ya. Belum memberikan nafkah batin, padahal kita sudah menikah satu minggu," ucap Johan merasa bersalah.


"Mas, tak usah di bahas ya. Aku nggak apa-apa kok." Rinjani berlalu pergi dari kamar.


"Rinjani, aku belum bisa melakukan itu entah kenapa. Maaf aku ya, semoga secepatnya aku bisa merasakan cinta padamu," batin Johan.


Sementara Rinjani memberitahu pada Bu Sarah dan Lisa bahwa sarapan sudah siap. Dan Rinjani juga memasak untuk ayah dan adiknya yang kebetulan rumahnya kini telah di pindahkan di sebelah rumah Johan.


Johan telah membelikan rumah yang lokasinya dekat dengan rumahnya. Supaya untuk memudahkan semuanya.


Semuanya sarapan di meja makan,hanya Rinjani yang belum. Dia lebih mengutamakan Abian terlebih dahulu. Dia begitu telaten menyuapi Abian.


"Mas, pesan aku jangan kecewakan Mba Rinjani. Lihat saja dia bersusah payah memasak untuk kita, sementara dia sendiri tak ikut sarapan dengan kita malah menyuapi Abian terlebih dahulu," nasehat Lisa.


"Iya, Johan. Ibu juga bisa melihat ketulusan yang ada di mata, Rinjani. Kamu jangan membuatnya bersedih," ucap Bu Sarah.

__ADS_1


"Insa Allah tidak, Bu. Aku tidak akan mengecewakan dia yang sudah berkorban merawat Abian," ucap Johan meyakinkan ibunya.


Seusai sarapan, Johan menunaikan ritual mandi paginya. Rinjani benar-benar istri teladan. Bukan hanya memasak saja, dia juga sudah menyiapkan air untuk mandi di dalam bathup, dan sudah menyiapkan pakaian serta sepatu untuk Johan berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor, dia benar-benar kaget karena ada Keysa dan Rian.


"Hay mantan suami, ini ada undangan untukmu dan istri kucelmu untuk datang ke pernikahan aku dengannya." Keysa memberikan undangan pernikahan pada Johan.


Setelah itu dia berlalu pergi begitu saja tanpa berkata lagi. Ata s desakan Keysa, akhirnya Rian mau menikah dengannya.


Johan menggenggam undangan tersebut.


"Keysa, ternyata kamu memang benar-benar sudah lupa pada Abian. Sama sekali kamu tak menanyakan kabarnya sama sekali," batin Johan.


Dia sempat berharap jika suatu saat nanti Keysa akan sayang dan perhatian pada Abian, tetapi ternyata perkiraannya salah.


Hingga pada saat dia mengatakan rencana pernikahannya, Betrand begitu kaget.


"Apa, kamu akan menikah dengan dia? sejak kapan kamu pacaran dengannya, dan kenapa mendadak seperti ini? papah nggak setuju jika kamu memilih dia untuk menjadi suamimu," ucap Betrand ketus.


"Pah, apa papah tak ingin aku bahagia dengan pilihan aku sendiri?" tanya Keysa.


"Justru papah ingin kamu bahagia, karena papah tahu tabiat dia dan keluarganya. Makanya paoeh tak suka dengannya. Pria itu banyak, kenapa kamu malah memilih dia sih, Keysa?" ucap Betrand.


"Pah, atas dasar apa papah tak suka pada Mas Rian? Mas Rian, apakah kamu kenal dengan papahku? lantas kenapa kamu tak katakan sebelumnya?" tanya Keysa menyelidik pada Rian.


"Sayang, aku sama sekali belum kenal papahmu. Kenal saja baru sekarang ini, mungkin papah mu kenal seseorang yang wajahnya sangat mirip denganku," ucap Rian berbohong.

__ADS_1


"Keysa, sejak kapan sih kamu kenal dia? pokoknya papah nggak mau kamu menikah dengannya!" ucap Betrand.


"Baiklah, jika papah tak mau merestui pernikahan kami. Ya aku terpaksa memakai wali hakim," ucap Keysa.


"Astaghfirullah aldazim, Keysa. Papah ini masih hidup, masa iya kamu menikah memakai wali hakim? lagi pula pernikahan kamu ini juga mendadak sekali. Papah nggak tahu kapan kamu kenal dia, papah juga nggak tahu kapan kamu menyiapkan semuanya. Tahu-tahu kamu sudah membagikan undangan ini. Kamu nggak anggap papah ini orang tuamu?"


Mendengar akan hal itu, Keysa hanya tersenyum sinis.


"Pah, aku memang sengaja merahasiakan ini semua. Karena papah kan dari dulu setujunya dengan Johan si gembel itu. Sudahlah pah, percaya saja pada kami. Kelak kami akan bahagia selamanya, iya kan Mas Rian."


"Iya, pah. Percaya saja pada saya, saya akan membuat Keysa bahagia lahir dan batin," ucap Rian menyunggingkan senyuman sinis ke arah Betrand.


"Ya Allah, kenapa malah jadi seperti ini? darimana Keysa kenal dengan anak dari seorang penjahat kelas kakap. Padahal Rian ini orang jahat, tapi bagaimana caraku untuk memberitahu pada anakku?" batin Betrand.


Betrand sudah kenal sekali dengan Rian. Dia adalah anak dari Roy, yang dahulu adalah sahabat baik Betrand. Tetapi karena suatu hal, Roy bertindak curang pada saat bekerja sama dengan Betrand.


Hingga akhirnya dia masuk bui karena kasus korupsi. Dan Rian juga sudah terkenal keburukannya yakni suka menipu wanita-wanita cantik. Betrand tahu hal ini dari beberapa wanita yang pernah di tipu oleh Rian. Wanita yang kebetulan adalah anak-anak dari sahabat Betrand.


"Aku sangat yakin, maksud Rian untuk menikah dengan Keysa untuk nakas dendam padaku. Karena aku yang telah membuat papahnya masuk bui dalam jangka waktu yang panjang. Tapi itu semua karena kesalahannya sendiri, bukan kesalahanku," batin Betrand.


Dia bingung karena sudah tak bisa melarang Keysa untuk tidak menikah dengan Rian.


Sementara Rian saat ini sedang tersenyum riang.


"Siap-siap kamu menerima kehancuranmu, Om Betrand. Kamu harus merasakan sakit dan menderita seperti apa yang papahku rasakan dulu. Aku akan menyiksa anakmu di dalam sebuah pernikahan."


"Dan aku akan membuat kalian bangkrut se bangkrut-bangkrutnya. Hingga benar-benar menjadi gembel hhhaaa."

__ADS_1


Niat jahat Rian sudah tidak ada yang bisa menghalangi lagi. Betrand ingin sekali meminta bantuan pada, Johan tapi itu tidaklah mungkin. Karena Johan saat ini sudah memiliki kehidupan sendiri. Sudah memiliki istri.


__ADS_2