Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Kebaikan Rinjani


__ADS_3

Setelah Abian tidur nyenyak, barulah Rinjani bisa pamit pulang.


"Pak, saya pulang dulu ya? bapak pasti repot sekali karena, ibu bapak sedang di rawat di rumah sakit. Jika diizinkan biar saya bantu mengurus Abian," ucap Rinjani tersenyum ramah.


"Hem, tapi nanti kamu malah menjadi repot dong," Johan merasa tak enak hati.


"Nggak kok, pak. Saya ini suka dengan anak kecil apa lagi saya dulu pernah merawat adik saya. Tapi sekarang sudah almarhum, adik saya meninggal di usia masih sangat kecil. Kalau nggak salah waktu umur empat bulan, dia menyusul almarhumah ibu saya yang meninggal saat melahirkan," ucap Rinjani.


"Maaf ya, aku tak tahu jika kamu sudah tak punya ibu," ucap Johan.


"Nggak apa-apa, pak. Saya sudah nggak punya ibu, tinggal ayah saya dan adik lelaki saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tepatnya saat ini akan lulus,' ucap Rinjani.


Setelah sejenak mengobrol, barulah Rinjani pulang. Dan dia janji besok pagi-pagi benar dia akan datang ke rumah Johan.


*********


Pagi menjelang, Rinjani sudah datang bahkan dia membawa rantang berisi makanan untuk Johan karena dia tahu di rumah Johan hanya berdua dengan baby Abian. Lisa sedang ada di rumah sakit menjaga ibunya.


"Pak, sebaiknya bapak sarapan dulu biar saya yang urus Abian."


Rinjani meletakkan rantangnya di meja.


"Rinjani, aku jadi merepotkanmu ya. Sekali lagi aku minta maaf, dan ini untukku?" tanya Johan menunjuk rantang tersebut.


"Iya, Pak. Untuk sarapan bapak, tapi maaf ya pak jika rasanya kurang enak. Itu saya masak sendiri," ucap Rinjani di sela menggendong Abian.


"Terima kasih ya, Rinjani. Aku makan ya, Hem aromanya sangat menggoda selera sepertinya sih nikmat."


Johan membuka rantangnya dan tercium aroma yang sangat sedap.


Saat itu juga Johan makan dengan lahapnya, sementara saat ini Rinjani ada di ruang tamu bersama Baby Abian. Beberapa menit kemudian, Johan telah selesai sarapan.


"Rinjani, sepertinya hari ini aku juga belum bisa berangkat ke kantor. Karena repot nggak ada yang jaga Abian," ucap Johan.

__ADS_1


"Hem begini saja, pak. Biar saya saja yang rawat Abian di rumah ini. Bapak berangkat ke kantor saja karena kebetulan hari ini ada meeting pagi dengan klien baru perusahaan kita, pak. Jika bapak tak datang ke kantor nanti yang ada klien kita kecewa dan yang saya khawatirkan, beliau membatalkan kerjasama kita," ucap Rinjani.


"Astaghfirullah aldazim, jika kemu tak mengingatkan aku pasti sudah lupa. Ya sudah aku siap-siap ke kantor. Dan apakah kamu benar-benar tidak repot?" tanya Johan merasa ragu.


"Nggak sih, pak. Tapi saya minta maaf ya tidak kerja hari ini," ucapnya singkat.


"Ya, Rinjani. Nggak apa-apa kok, kemu libur juga karena saya. Tapi saya takkan potong gajimu, kamu tetap akan di hitung sebagai bekerja tetapi kali ini bekerja merawat Baby Abian,' ucap Johan.


Johan lekas bersiap-siap, sedangkan Rinjani mengurus Abian. Dan terlihat sangat jika Abian menyukai Rinjani.


"Rinjani, aku ke kantor dulu ya. Benar nggak apa-apa jika aku tinggal?" tanya Johan merasa ragu.


"Iya, pak. Saya bisa kok menyuapi memandikan memberi susu pada Abian. Saya sudah katakan jika saya memang dulu pernah mengurus bayi jadi tak kaget," ucap Rinjani meyakinkan Johan.


Hingga Johan baru percaya pada dia pun bisa pergi ke kantor dengan rasa lega karena ada yang merawat Abian.


"Aku sebenarnya nggak enak juga pada, Rinjani. Tetapi memang kondisi mendesak dan memaksa harus seperti ini," batin Johan seraya menghela napas panjang.


Meeting di kantor berjalan lancar, dan klien sangat puas dengan segala materi yang di jelaskan oleh Johan. Hingga akhir klien tersebut memperpanjang masa kerja sama dengan perusahaan Johan.


"Tok tok tok"


Rinjani yang sedang menyuapi Abian langsung berjalan menuju ke arah pintu rumah dan membukakan pintunya.


"Siapa kamu, dan mana Bu Sarah?" tanya Bertrand memicingkan alisnya pada saat melihat Rinjani menggendong Baby Abian.


"Maaf, Tuan. Saya ini karyawan di kantor, Pak Johan. Bu Sarah saat ini sedang di rawat di rumah sakit sejak kemarin. Pak Johan sedang ada di kantor karena sedang ada meeting penting. Tidak ada yang menjaga Baby Abian hingga saya menawarkan diri untuk menjaganya," ucap Rinjani tersenyum ramah.


"Kamu tahu siapa saya?" tanya Bertrand ketus menatap tajam ke arah Rinjani.


"Maaf, Tuan. Saya tidak tahu."


"Saya ini opa dari Baby Abian, tepatnya saya ini mantan papah mertua Johan," ucapnya ketus.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Silahkan duduk biar saya buatkan minuman dulu."


Namun pada saat Rinjani akan melangkah masuk ke arah dapur, Bertrand melarangnya.


"Nggak usah, aku hanya sebentar saja. Nanti malah bahaya jika buat minuman sambil gendong Abian seperti itu. Katakan saja di rumah sakit mana, Bu Saran di rawat saat ini," ucap Bertrand.


"Saya kurang tahu, Tuan. Sebentar saya telpon, Pak Johan."


Pada saat Rinjani akan mengambil ponselnya kembali lagi Bertrand melarang.


"Nggak usah, biar saya telpon sendiri saja." Bertrand meraih ponselnya yang ada di sakunya.


kring kring kring kring


Panggilan telpon masuk ke dalam ponsel Johan, untung saja meeting telah selesai.


"Hallo, pah. Ada apa ya?"


"Johan, papah saat ini sedang ada di rumahmu. Ini ketemu sama sekretaris mu dia mengatakan jika saat ini ibumu di rawat di rumah sakit?"


"Iya, pah. Makanya aku sedikit repot jadi minta tolong, Rinjani untuk menjaga Abian."


"Kenapa kamu nggak memberi tahu jika ibumu masuk rumah sakit?"


"Maaf pah, kejadiannya mendadak hingga aku tak sempat memberi tahu pada papah. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik, nanti sore juga pulang kok. Papah nggak usah khawatir."


"Ya sudah, kasih tahu saja di rumah sakit mana ibumu saat ini di rawat."


Setelah sejenak telponan, keduanya sama-sama mematikan panggilan telpon. Dan Johan memutuskan untuk pulang ke rumah karena tak enak menitipkan Abian terlalu lama pada, Rinjani.


Sedangkan Betrand lekas ke rumah sakit di mana saat ini Bu Sarah sedang di rawat. Dia ingin mengetahui secara langsung bagaimana kondisi, Bu Sarah saat ini. Dan ingin tahu apa yang menyebabkan Bu Sarah masuk ke dalam rumah sakit.


Tak berapa lama, sampai juga Betrand di rumah sakit. Dia pun melangkah menuju ke ruang rawat, Bu Sarah.

__ADS_1


"Pak Johan" Serentak Lisa dan Bu Sarah menyapa.


"Pasti Johan yang memberi tahu ya jika saya ada di sini? padahal saya tak apa-apa, pak. Nanti sore juga sudah diizinkan untuk kembali ke rumah," ucap Bu Sarah merasa tak enak atas kedatangan Betrand.


__ADS_2