
Seperginya Rian, Keysa terus saja merenung, tiba-tiba dia teringat akan mantan suaminya.
"Kenapa tiba-tiba aku ingat Johan? dia begitu baik padaku, padahal aku selalu kasar padanya tetapi dia tak pernah membalas kasar dengan kasar pula."
"Aku ingat betapa perhatiannya dia padaku apalagi pada saat aku hamil, Abian. Aku diperlakukannya sebagai ratu, segala apa yang aku inginkan selalu dia turuti tanpa ada keluh kesah sama sekali."
"Apa yang dimiliki pada diri Johan berbanding terbalik dengan apa yang ada pada diri Mas Rian. Keduanya benar-benar sangat berbeda bagaikan langit dan bumi."
"Apakah aku saat ini sedang menyesali semuanya, apakah yang dikatakan papah waktu itu benar-benar terjadi pada diriku jika suatu hari nanti aku akan menyesal berpisah dari Johan?"
Keysa terus aja merenung meresapi semua yang telah terjadi pada waktu dulu dan pada waktu sekarang. Hingga tiba-tiba air matanya tertumpah lagi. Dia merasa benar-benar menyesal dengan sifat kasarnya dulu terhadap Johan.
"Apakah aku harus minta maaf pada Johan, supaya ada perubahan di dalam kehidupan rumah tangga aku dengan Mas Rian? supaya aku tidak mendapatkan karma buruk lagi karena perlakuan kasar aku dulu terhadap Johan," batinnya lagi.
Kini dia benar-benar telah merasakan penyesalan yang sangat mendalam dengan apa yang dia lakukan dulu. Dia juga ingin minta maaf pada, Betrand.
"Satu orang lagi yang telah aku sakiti yakni papah. Apakah saat ini papah sudah tidur atau belum ya?" Keysa memutuskan untuk meminta maaf terlebih dulu pada Betrand.
Ia pun melangkah menuju ke kamar Betrand yang tak jauh dari kamarnya. Dan pada saat ia akan mengetuk pintu kamarnya justru ia melihat pemandangan yang sangat menyesakkan hatinya gimana Betrand sedang menangis tersedu-sedu. Karena kebetulan pintu kamarnya agak terbuka sedikit.
Krekkkk....
Pintu kamar Betrand terbuka lebar hingga dirinya mendengar dan kemudian dia pun lekas mengusap air matanya supaya Keysa tidak melihat akan kesedihannya.
__ADS_1
"Ada apa Keysa, kamu belum tidur? papah pikir kamu sudah tidur," tanya Betrand mencoba tersenyum dan menutupi rasa sedihnya.
"Pah, maafkan aku ya. Aku bukan anak yang baik, tetapi anak yang sangat pembangkang dan tak pernah menuruti segala nasehat Papah. Aku menyesal, pah." Keysa jatuh tersungkur di bawah kaki Betrand seraya menangis terisak.
"Keysa, kamu ini bicara sih? kamu itu tidak pernah membangkang sama papah kok. Hanya saja kamu itu keras kepala dan terlalu ceroboh dalam mengambil sebuah keputusan. Bangunlah, Keysa. Kasihan anak yang ada di dalam kandunganmu itu," ucap Betrand dengan mata berkaca-kaca.
"Apa yang papah katakan waktu itu benar adanya sekarang aku menyesali akan keputusan aku yang terlalu cepat menikah dengan Ryan. Aku juga tak mendengarkan segala nasehat papah. Dulu aku ngotot saja ingin cerai dari Johan, bahkan aku tak mau merawat anak kandung aku sendiri," terus saja Keysa merutuki diri sendiri.
"Iya sudahlah Keysa. Garis hidup manusia itu sudah ada yang mengaturnya, mungkin memang jalan hidupmu harus seperti ini hingga biarpun papah telah melarangmu menasehatimu tetap saja terjadi hal seperti ini."
"Tak perlu lagi kamu sesali apapun yang telah terjadi, yang lebih baik sekarang bagaimana caranya kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada pada dirimu ini. Papah juga bingung apa yang harus dilakukan mengingat rumah tanggamu dengan Ryan itu benar-benar sudah tidak sehat."
"Papah tidak ingin semua harta yang kita miliki habis terkikis perlahan-lahan untuk membayar hutang-hutang suamimu itu."
"Pah, maukah papah menemani aku ke rumah Johan untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan dosaku di masa lalu," pinta Keysa menatap sendu Betrand.
"Baiklah, Keysa. Besok pagi kita ke rumah Johan sekalian kita menjenguk Abian, apalagi sejak Abian ikut bersama Johan kamu sama sekali tak pernah menjenguknya bukan," ucap Betrand menyanggupi ajakan Keysa.
"Iya, pah. Mungkin saat ini Abian sudah besar ya pah," ucap Keysa.
"Sudah, dia sebentar lagi akan bisa berjalan. Usianya saat ini sepuluh bulan, dua bulan lagi genap satu tahun pasti anakmu bisa berjalan dengan lancar," ucap Betrand.
"Bagaimana papah tahu akan hal ini, memangnya papah suka jenguk Abian?" tanya Keysa yang heran karena Betrand begitu tahu tumbuh kembang anaknya, sementara dirinya malah tak tahu menahu sama sekali.
__ADS_1
"Iya, Keysa. Tanpa sepengetahuanmu, papah kerap kali menjenguk anakmu. Bagaimanapun dia itu cucu pertama, papah. Cucu yang selama ini papah harapkan dari pernikahanmu bersama Johan dulu," ucap Keysa.
"Pah, apa nggak apa-apa jika aku datang kesana? aku khawatir istrinya akan cemburu padaku," ucap Keysa.
"Sudah kamu tak usah pikirkan akan hal itu, Rinjani itu wanita yang sangat baik. Dia benar-benar ibu yang baik pula, papah yakin dia nggak akan masalah jika kamu jenguk Abisn dan juga minta maaf pada Johan. Lagi pula kalian kan sama-sama sudah berumah tangga," ucap Betrand.
Akhirnya Keysa berpamitan tidur supaya besok tidak bangun kesiangan. Dia sudah tak peduli lagi dengan, Ryan. Entah mau pulang atau tidak dia tak menghiraukan lagi. Karena dia sudah terlalu lelah menghadapi sifat, Ryan.
Tak terasa pagi menjelang, Keysa telah bersiap-siap pergi ke rumah Johan bersama dengan Betrand. Rian belum juga pulang dari pertengkaran semalam.
Keysa dan Betrand ke rumah Johan sengaja dengan memakai sopir pribadinya. Perjalanan ke rumah Johan hanya memakan waktu sebentar saja.
Kini rumah Johan sudah tak seperti dulu, tetapi sudah di renovasi menjadi bak istana raja. Ketekunan Johan dalam bekerja membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Perusahaan yang dia pimpin juga sudah beranak pinak. Hal ini membuat bangga Betrand. Bahkan dia telah merubah kepemilikan perusahaannya menjadi milik Abian, karena dia khawatir akan ancaman dari Roy dan Ryan.
Hanya perusahaan yang ada pada Keysa saja yang memang atas nama Keysa.
Seperginya Keysa dan Betrand, Ryan pulang. Dia celingukan mencari keberadaan Keysa dan Betrand tapi tak ada.
"Hem pada kemana nih dua orang menyebalkan itu? oh iya, bukannya ini kesempatan yang bagus untuk aku? mumpung mereka tak ada di rumah, aku akan cari aset penting yang bisa aku pindah tangan menjadi namaku dan papah."
Ryan mulai beraksi mencari aset penting dari sertifikat tanah, rumah, dan surat-surat mobil, serta aset perusahaan.
__ADS_1