
Berlalunya waktu cepat sekali, usia kandungan Keysa sudah memasuki umur empat bulan. Tetapi entah kenapa Keysa malah ingin selalu bercinta dengan Johan.
"Aku tak mungkin memintanya pada, Johan..Tapi aku sudah menahan rasa ini dari awal kehamilan aku. Bagaimana caranya supaya Johan mau memberikannya padaku?"
"Johan juga kenapa tak mau memintanya padaku, padahal jika aku minta pasti aku takkan menolak."
Hingga akhirnya Keysa menggunakan taktik dulu pada saat terjadi percintaan yang pertama. Tanpa sepengetahuan Johan, Keysa membubuhi minumannya dengan obat perangsang.
Setelah beberapa saat meminum teh, tiba-tiba Johan merasakan hawa tubuhnya tiba-tiba panas.
"Kamu mau kemana, kenapa minumnya nggak di habiskan? nanti di semuti loh, ini kan manis." ucap Keysa yang melihat Johan beranjak bangun.
"Aku mau ke kamar mandi dulu, mau cuci muka. Tiba-tiba wajahku terasa panas," ucap Johan.
Setelah berada di kamar mandi, Johan mencuci wajahnya berkali-kali, agar rasa panas di tubuhnya hilang.
"Kamu kenapa sih, jika kamu nggak enak badan ya sebaiknya ke dokter," ucap ketus Keysa.
"Apa AC kamar ini rusak?" bukannya Johan membalas pertanyaan dari Keysa justru dia bertanya balik.
Johan membuks bajunya hingga dia telanjang dada. Dan dia pun berkali-kali membasuh badannya dengan handuk air dingin lantas di lapnya dengan handuk.
"Kamu lagi sakit apa, kok jadi aneh begini?" entah dorongan dari mana Keysa menyentuh kening Johan.
Sementara Johan langsung bangkit dari duduknua di tepi ranjang, dia pun melangkah ke arah lemari untuk mengambil bajunya.
Berkali-kali Johan menggelengkan kepalanya yang mulai terasa pusing, baru beberapa langkah Johan sempoyongan dan hampir terjatuh. Keysa lekas menahan tubuh Johan dengan posisi memeluknya.
"Aduh, Keysa. Apa anak kita tidak apa-apa, aku minta maaf." Johan langsung merenggangkan diri dari pelukan Keysa.
"Apakah aku terlalu banyak menaruh obatnya pada teh yang di minum Johan, hingga dia jadi aneh seperti ini?" batin Keysa.
Keduanya tak sadar saling berpandangan satu sama lain. Apa lagi posisi mereka sangat dekat. Walaupun Johan melepaskan diri dari pelukan Keysa. Tubuh Johan semakin menegang karena selama ini dia tak pernah ada di posisi sedekat itu dan bisa di katakan se intim ini dengan, Keysa.
__ADS_1
Karena posisi Keysa yang sekarang, Johan bisa merasakan semua lekuk tubuh Keysa dan itu membuat jiwa lelakinya bangkit.
Meski selama ini Johan selalu menjaga supaya tidak melakukannya karena dia takut Keysa akan marah. Johan pria normal yang kadang berhasrat tinggi, hanya saja selama ini dia bisa mengontrol hasratnya.
Tapi entah kenapa dia merasa aneh pada tubuhnya. Dia seolah tak bisa mengontrol dirinya sama sekali.
Pada saat Keysa akan melangkah ke arah ranjang, tiba-tiba Johan menarik tangan nya dan itu membuat Keysa hampir terjatuh. Dan Johan secepat mungkin meraih pinggang Keysa dan menatapnya intens, dan entah dorongan dari mana, Johan memegang dagu Keysa dengan kedua tangannya.
Kini tangan Johan beralih ke bibir mungil Keysa, menyentuhnya perlahan, membuat darah Keysa berdesir hebat. Suatu perasaan yang luar bkasa yang pernah dia rasakan pada saat pertama kali bercinta dengan Johan.
"Keysa, aku ingin...apa aku boleh.. ." ucap Johan seraya memelas menatap ke arah Keysa.
Keysa tak menjawab, dia hanya mengangguk pelan. Dan itu sebuah kode untuk Johan bebas melakukan apa pun padanya.
Perlahan Johan mendekatkan bibirnya pada bibir Keysa, dan Keysa pun perlahan memejamkan matanya. Entah kenapa dia seakan meresapi sentuhan bibir Johan di bibirnya. Bahkan tanpa sungkan Keysa membalas ciuman Jihan pada bibirnya.
"Kesya, apa aku boleh melakukan lebih dari ini? aku sudah tak bisa menahan hasrat ini, sangat menyiksa aku," bisik Johan lirih.
Keysa tak sadar dengan apa yang barusan dia katakan, karena dia juga sudah tak sabar ingin mendapatkan sentuhan yang lebih dari Johan.
"Terima kasih, Keysa."
Johan mulai beraksi dengan meraba area dada dimana ada dua benda kenyal milik Keysa yang selalu dia rindukan.
Dan akhirnya terjadilah percintaan, penyatuan tubuh di malam itu untuk yang kedua kalinya, bahkan mereka melakukannya berkali-kali dan sampai ******* tidak hanya sekali. Hingga tak sadar mereka melakukan olahraga ranjang hingga jam dua dini hari barulah mereka benar-benar bisa tidur nyenyak.
Pagi menjelang, tubuh Keysa merasakan remuk dan tak karuan. Dia pun memutuskan untuk tidur lagi karena matanya masih susah untuk di buka.
Berbeda dengan Johan, dia sudah terbiasa bangun pagi hingga dia pun tetap melakukan rutinitas paginya. Dengan sigap dia membuat sarapan untuk istrinya.
"Keysa, sarapan dulu. Kasihan anak kita pasti dia ingin makan," dengan refleks Johan mengusap kepala Keysa.
Dan Keysa membuka matanya," Iya."
__ADS_1
Keysa langsung bangun duduk dan Johan meletakkan nampan di pangkuan Keysa.
"Hem, tumben dia buru-buru bangun. Biasanya dia marah-marah tak jelas," batin Johan.
"Aku ingin minta tolong, bisa nggak?" tanya Keysa ragu.
"Katakan saja, Keysa."
"Tolong suapin aku," dengan kembali menutup matanya tetapi masih dalam posisi duduk.
Johan hanya tersenyum, tetapi dia menuruti kemauan istrinya. Johan dengan sangat telaten menyuapi, Keysa. Sembari memejamkan matanya, sembari mengunyah makanan.
"Hhee, kasihan sekali istriku. Aku minta maaf ya, semalam telah merepotkan dirimu. Dan aku minta maaf entah kenapa aku tak bisa menahan hasrat ini," ucap Johan tiba-tiba.
"Hem, itu juga karena ulahku. Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah menaruh obat perangsang pada minumanku," batin Keysa merasa bersalah juga.
Dia memejamkan matanya tapi dia masih mendengar apa yang di katakan oleh Johan.
"Keysa, apakah yang semalam jamu ucapkan ismtu serius? kamu mengatakan aku bisa meminta kapan pun jika aku sedang berhasrat?" tanya Johan ragu.
"Uhuk-uhuk"
Pertanyaan Johan membuat Keysa tersedak.
Johan langsung mengambilksn air minum." Maafkan aku yang telah membuatmu kesedak.
"Aku tidak akan bertanya hal itu lagi, aku yakin itu hanya ucapan dirimu di saat tidak sadar. Maafkan aku, terlalu berharap padamu," ucap Johan.
"Siapa bilang, apa yang aku katakan semalam itu dalam aku kondisi sadar. Aku nggak mau di cap sebagai istri durhaka karena tak mau melayani suami. Jadi jika kamu menginginkan mintalah saja tak usah sungkan."
"Lagi pula sebentar lagi kita tidak akan lagi bersama. Setelah anak ini lahir, kamu sudah harus pergi dari rumahku," ucap Keysa di sela makamnya.
"Ya Allah, aku pikir dengan adanya hubungan semalam, istriku sudah berubah. Ternyata dia masih saja ingin berpisah dariku. Tingga sisa waktu lima bulan lagi kebersamaanku dengannya, betapa sedihnya aku. Sepertinya aku takkan sanggup jika harus berpisah dengan anakku kelak," batin Johan.
__ADS_1