Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Lebih Mengutamakan Istri


__ADS_3

Joni merasa kesal karena dia merasa kehadirannya sama sekali tak di hargai oleh, Keysa. Dia pun pergi dengan membawa rasa dendam.


"Lihat saja ya, Key! aku akan balas kelakuanmu ini padaku. Dan akan aku buat kamu kehilangan janin mu. Aku merasa telah dipermainkan olehmu."


"Aku tidak akan membuatmu bisa merasakan hidup bahagia. Aku akan membuat hidupmu menderita selamanya dan aku juga akan memikirkan papamu yang terlalu sombong itu."


Demikian sumpah serapah yang keluar dari mulut Joni karena dia merasa telah terhina oleh perlakuan Betrand dan Keysa.


Seperginya Joni, Betrand pun berkata banyak hal pada Keysa dengan terus memegangi dadanya. Sebenarnya dia tak sakit apapun, hanya ber berpura-pura di hadapan Keysa.


"Keysa, berapa kali papah harus berkata padamu supaya kamu tak lagi berhubungan dengan Joni? walaupun itu hanya sebatas pertemanan, karena papah sangat yakin di balik pertemanan kalian itu Joni memiliki niat yang tidak baik terhadapmu."


"Apakah kamu tak ingin melihat papahmu ini panjang umur? apakah kamu ingin melihat papahmu ini mati dengan cepat?"


Mendengar apa yang dikatakan oleh Betrand, hati Keysa merasa trenyuh dan iba. Dia sama sekali tak ingin kehilangan papahnya karena hanya papahnya yang dia punya saat ini."


"Pah, Kesya minta maaf. Keysa janji akan menjauhi Joni, tidak akan berhubungan dengannya lagi walaupun itu sebatas pertemanan. Keysa tak ingin terjadi apapun pada papah karena hanya papah yang Kesya punya saat ini," ucap Keysa seraya memeluk papahnya penuh rasa haru.


"Ya sudah, papah percaya dengan ucapanmu kali ini. Dan papah tak ingin kamu salah jalan. Papah tahu, jika selama ini kamu memang belum bisa mencintai, Johan. Tetapi setidaknya kamu belajarlah membuka hatimu untuknya, apa lagi saat ini kamu akan memiliki anak darinya," ucap Betrand.


"Keysa, Johan itu pria yang sangat baik dan bertanggung jawab. Papah sangat yakin dia tipe suami idaman. Jadi jangan sampai suatu saat nanti kamu berniat ingin berpisah darinya."


"Deg"


Kata-kata terakhir dari Betrand membuat hati Keysa bergetar.


"Apa jadinya nanti, jika suatu saat nanti papah tahu tentang perpisahan aku dengan Johan? ah, itu urusan belakangan. Aku pasti bisa membuat suatu alasan yang bisa di mengerti oleh papah," batin Keysa.


**********


Siang menjelang, saatnya jam makan siang. Tetapi Johan tak ingin makan di luar, dia pun berinisiatif pulang ke rumah untuk makan siang di rumah dan juga untuk melihat kondisi, Keysa.


Hanya beberapa menit saja mobil Johan telah sampai di pelataran rumah. Dan nomor satu yang dia sambangi adalah kamar. Dia ingin melihat kondisi Keysa.

__ADS_1


"Keysa, apakah kamu sudah makan siang? dan apakah tadi pagi kamu makan sarapanmu? kamu tidak lupa makan obat dari dokter kan?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut, Johan.


Hal ini tak membuat Keysa bersimpati padanya, tetapi malah Keysa merasa kesal padanya.


"Nggak usah sok perhatian dch, seperhatian apapun kamu padaku tak akan bisa merubah perasaanku padamu. Justru setelah aku melahirkan nanti, aku akan mencari pria lain untuk menggantikan posisimu. Pria yang aku cintai," ucap Keysa ketus.


"Hem silahkan saja, aku berkata seperti ini karena aku tak ingin kamu sakit. Apa lagi kamu sedang hamil, dimana kamu benar-benar harus menjaga pola makan kamu. Supaya kamu selalu sehat dan bayi kita juga sehat," ucap Johan lagi.


"Keysa, jika kamu ingin makan sesuatu katakan saja. Aku akan menuruti segala kemauanmu, demi anak kita."


"Hem, baiklah. Aku ingin makan nasi goreng tetapi kamu yang masak sendiri. Apakah kamu bisa?" tanya Keysa, dia hanya ingin mengerjai Johan saja.


"Bisa, sayang. Sebentar aku masakan untukmu ya." Johan melangkah ke arah dapur.


Dia pun segera beraksi membuat nasi goreng. Bahkan Keysa menjadi penontonnya.


"Mau pakai apa, sayang? pake telor, sosis, atau bakso?" tanya Johan antusias.


"Ya sudah, aku minta maaf Keysa."


"Aku hanya ingin masuk goreng saja tanpa pake apa pun," ucap ketus Keysa.


Setelah menunggu sepuluh menit, nasi goreng telah siap..Awal mula hanya ingin mengerjai Johan saja, tetapi malah dia menyantapnya dengan lahap.


"Sialan, kenapa aku malah suka sekali dengan nasi goreng ini sih? bahkan jika aku tak punya rasa malu, aku ingin meminta di buatkan lagi," batin Keysa.


"Keysa, apa ingin aku buatkan lagi?' tanya Johan melihat nasi goreng buatannya telah habis.


"Nggak usah, ini saja rasanya tak enak. Cuma aku merasa lapar jadi akhirnya aku habiskan."


Keysa gengsi jika mengatakan dirinya itu suka nasi goreng buatan dari Johan.


Setelah makan siang selesai, Johan sudah menyiapkan segelas susu ibu hamil dan di berikan pada, Keysa.

__ADS_1


"Minumlah, selagi hangat. Ini bagus untuk si Dede bayi." Johan memberikan susu tersebut.


Entah kenapa, Keysa mau saja meminum susu tersebut hingga sampai habis.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Istriku mau makan dan mau minum susu serta mau minum obatnya," batin Johan.


Kruwuk kruwuk...


Tak terasa perlut Johan berbunyi karena rasa lapar. Bahkan di hadapan Keysa.


"Kamu lapar, memangnya kamu belum makan siang?" tanya Keysa.


'Hehe...belum."


"Ya sudah, kamu makan gih. Lagi pula aku ini sudah kenyang. Dan aku akan berbaring sebentar saja."


Tidak ada ucapan terima kasih sama sekali, Keysa berlalu begitu saja. Sementara Johan pun melanjutkan untuk acara makan siang.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan ini. Selama aku masih menjadi suaminya, aku akan berusaha menjadi suami yang baik."


Keysa melangkah ke kamar dengan tiba-tiba pikiran tertuju pada, Johan.


"Dia mengutamakan aku dulu dari pada dirinya sendiri. Dia rela menahan rasa lapar hanya untuk menyenangkan hatiku. Ah bodoh amat, toh itu sudah tugas menjadi seorang suami seperti itu. Jadi untuk apa aku harus baper padanya?" batin Keysa mulai masa bodoh.


Setelah menyantap makan siangnya, Johan berangkat lagi ke kantor. Akan tetapi dia terlebih dulu melihat Keysa di kamarnya. Setelah dirasa istrinya tidur nyenyak, barulah dia tenang meninggalkan Keysa.


Tak lupa dia berpamitan dengan ibu dan papah mertuanya.


"Subhanallah, Johan sangat perhatian pada Keysa. Semoga saja Keysa bisa merubah sikap nya dan bisa tulus mencintai Johan."


"Aku akan terus menasehati anakku supaya selalu mengoreksi sikapnya pada, Johan sehingga Keysa bisa benar-benar menjadi seorang istri yang baik."


Dalam hati Johan berdoa untuk kebaikan rumah tangga anaknya. Dia sangat percaya dengan pilihannya yakni terhadap Johan. Terus saja Betrand menatap kepergian Johan hingga mobilnya sudah tak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2