Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Cemburu Juga


__ADS_3

Tak berapa lama, makanan telah siap di santap. Johan memberikan satu porsi untuk papah mertuanya dulu, baru kemudian dia membawa porsi satunya untuk istrinya.


"Sayang, pesanan kami sudah jadi. Makanlah selagi hangat."


Keysa makan dengan lahapnya seperti orang yang tak makan untuk jangka waktu yang cukup lama.


"Ih, pelan-pelan nanti kesedak loh."


Johan merasa senang melihat istrinya makan dengan lahapnya.


Betrand juga sedang menikmati makanan hasil masakan menantunya.


"Hem, nikmat sekali hujan-hujan makan mie seperti ini. Biar kata Johan pria tetapi dia pintar memasak. Pantas tuh alih profesi menjadi seorang koki," gumamnya di hati.


********


Tak terasa hari ini adalah acara syukuran tujuh bulanan kehamilan Keysa. Johan bukannya semakin senang karena sebentar lagi akan melihat calon anaknya. Tetapi dia justru sedih.


"Ya Allah, kenapa waktu begitu cepat berlalu? usia kandungan Keysa sudah tujuh bulan m, berarti waktu kebersamaan aku dengan Keys tinggal dua bulan lagi," batin Johan sedih.


"Apakah ada cara supaya Keysa membatalkan perjanjian itu ya? aku tak ingin berpisah begitu saja dengan anak dan istriku," batinnya semakin tersiksa.


Johan terlihat murung pada saat acara syukuran tujuh bulanan istrinya. Ibunya tahu apa yang sedang di pikirkan oleh anaknya saat ini. Dia ingin sekali membongkar rahasia tentang perjanjian yang telah di lakukan oleh Keysa dan Johan pada Betrand.


"Kasihan Johan harus merasakan cinta bertepuk sebelah tangan. Aku tahu pasti saat ini dia sedang sedih karena waktu bersama anak dan istrinya hanya tinggal dua bulan saja," batin Bu Sarah.


"Bu, kenapa ibu trus saja memperhatikan Mas Johan? dan kenapa pula wajah Mas Johan terlihat sedih ya? seharusnya dia itu seneng karena sebentar lagi akan punya anak," tegur Lisa menepuk bahu ibunya.


"Hem, kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi pada rumah tangga masmu itu," tanpa sadar Bu Sarah berkata.


"Hah, memangnya ibu tahu suatu rahasia ya? memangnya ada apa dengan hubungan mereka?" tanya Lisa lirih khawatir akan di dengar para tamu yang datang di acara syukuran tujuh bulanan, Keysa.


"Hah, nggak kok Lisa. Memangnya tadi ibu mengatakan apa sih?" Bu Sarah baru sadar dengan apa yang telah di katakan dirinya.


Sejenak Lisa menarik ibunya menjauh dari keramaian dan membawanya ke kamarnya.


"Bu, coba ceritakan sebenarnya ada apa dengan pernikahan Mas Johan dan Mba Keysa?" tanya Lisa terus saja membujuk ibunya.

__ADS_1


"Nggak ada apa-apa, Lisa. Sudah ya ibu mau keluar."


Tapi Lisa menghadang ibunya di depan pintu dengan dua tangan di rentangkan.


"Bu, ceritakan dulu ada apa dengan pernikahan Mba Keysa dan Mas Johan. Baru aku izinkan ibu untuk keluar," paksa Lisa membujuk ibunya untuk mengatakan kejujuran.


"Baiklah, ibu akan cerita tapi jangan sampai hal ini di ketahui oleh, Pak Betrand ya."


"Sebenarnya Keysa telah memaksa Jihan untuk bersedia melakukan perjanjian hitam di atas putih untuk pernikahan mereka."


"Yakni jika Keysa telah melahirkan, mereka akan mengakhiri pernikahan tersebut. Dan Johan merasa sedih karena kini waktu kebersamaan mereka tinggal dua bulan lagi."


"Masmu itu benar-benar cinta pada istrinya dan juga dia tak ingin pisah dengan anaknya. Makanya dia selalu murung."


Mendengar apa yang di katakan oleh Ibunya, Lisa ikut merasakan iba pada Johan. Dia tahu betul sifat asli Johan yang sangat setia dan selalu peduli dengan segala apa yang di butuhkan oleh Keysa.


"Oh jadi seperti itu, kasihan juga Mas Johan. Bu, aku ada ide sih. Tapi aku juga belum yakin apakah ide ini akan berhasil atau tidak. Supaya Mba Keysa membatalkan perjanjian itu," ucap Lisa.


"Ide apa, coba saja siapa tahu Ode kamu itu berhasil dan Masmu tak jadi berpisah dengan Keysa. Kasihan juga jika hal itu benar-benar terjadi," ucap Bu Sarah.


Beberapa jam kemudian, acara tersebut sudah selesai. Lisa memanggil Johan untuk di ajak bicara sebentar.


"Mas, aku ingin bicara padamu sebentar saja," pinta Lisa.


"Hem, paling mau minta duit iya kan?" ucap Johan memanyunkan bibirnya.


"Mas, aku ingin menolongmu malah kamu sudah berburuk sangka duku padaku."


"Mau nggak aku tolong supaya kamu dan Mba Keysa selamanya bersama?"


Mendengar apa yang di katakan oleh Lisa barulah raut wajah Johan berubah sumringah tetapi dia langsung murung lagi.


"Lisa, pasti ibu yang cerita ya?"


"Iya, mas. Ibu tuh sedih melihatmu murung pada saat acara syukuran tujuh bulanan tadi," ucap Lisa.


"Lantas ibu aku bujukin dech supaya jujur padaku apa yang telah membuat ibu sedih. Mas Johan tak usah menyalahkan ibu ya, kasihan dia. Dia juga ikut memikirkan nasib pernikahan kalian," ucap Lisa.

__ADS_1


"Hem, baiklah. Lantas kamu punya ide apa supaya kita bareng selamanya?" tanya Johan sudah tak sabar sama sekali.


"Mas, tapi aku nggak menjamin hal ini akan berhasil. Tapi setidaknya kita coba saja ya, positif thinking saja," ucap Lisa.


"Ya dech, sudah buruan katakan nggak usah di bikin lama."


Lisa pun berbisik pada Johan tentang rencana dia itu.


"Apa, kamu akan meminta beberapa teman cewemu untuk mendekatiku?"


"Iya, mas. Kita lihat apakah Mba Keysa cemburu atau tidak. Dan nanti setelah kita tahu bagaimana perasaannya padamu, kamu tinggal bicarakan lagi tentang surat perjanjian itu," ucap Lisa.


"Hem, ya sudah dech. Aku ikuti ide kamu, tapi aku nggak mau berpacaran dengan satu temanmu sama sekali ya."


"Iya, mas. Hanya intinya kamu merespon saja jika temenku mengajakmu bicara."


Setelah sepakat dengan rencana tersebut, esok harinya Lisa membawa pulang beberapa teman ceweknya.


"Hy mas Johan, lama ya kita nggak ketemu. Eh sudah tambah ganteng juga."


"Iya nech, Mas Johan jadi tambah gimana gitu. Sayang nya sudah punya istri kalau belum, aku mau loh jadi pasangannya."


Beberapa teman kuliah Lisa sengaja menggoda Johan. Dan Johan pun hanya tersenyum menanggapi mereka karena pada dasarnya, Johan bukan tipe pria perayu.


Keramaian di teras halaman terdengar hingga ke kamar Keysa. Dia sangat marah mendengar ucapan-ucapan yang dikatakan oleh teman-teman Lisa. Dia terbakar api cemburu dan lekas menyambangi mereka ke teras halaman.


"Mas, masuk! kenapa kamu ada di sini, kurang kerjaan banget sih! dan kalian kenapa sengaja menggoda suami orang!"


"Sudah tahu kan Johan ini punya istri dan sebentar lagi akan punya anak, masih saja kalian goda!"


"Dan kamu juga, mas. Senang ya di goda banyak cewe muda! apa kamu nggak mikir anak dan istrimu, hah!"


Mendengar segala apa yang di katakan oleh Keysa, Johan malah terkikik membuat Keysa semakin kesal padanya.


"Heh, kok malah ketawa sih! Ayuk lekas masuk!" Keysa menyeret Johan untuk masuk ke dalam.


Sementara Lisa dan teman-temannya saling tos tangan karena usaha mereka berhasil dengan membuat cemburu Keysa.

__ADS_1


__ADS_2