Pernikahan Terpaksa

Pernikahan Terpaksa
Penampilan Baru


__ADS_3

Saat itu juga, Lisa mengajak Johan pergi ke salon khusus untuk para pria. Di sana Johan benar-benar di rubah untuk menjadi pria yang lebih tampan.


Dua jam berada di salon, dan hasilnya sungguh luar biasa. Bahkan para pekerja salon memberikan masukan pada Johan, untuk model baju yang pantas untuk Johan.


Setelah dari salon, Johan pun mengajak Lisa ke mall. Di mall inilah kesempatan Lisa untuk menagih janjinya pada Johan.


"Mas Johan, upahnya jangan lupa ya?" Lisa menaik turunkan alisnya.


"Upah apaan?" Johan pura-pura tak tahu.


"Hem, nggak usah pura-pura lupa dech. Ntar jadi orang pikun beneran bagaimana?" Lisa langsung manyun.


"Hem, iya-iya dech. Begitu saja langsung marah seperti itu koh. Tinggal pilih saja apa yang kamu inginkan tapi jangan banyak-banyak nanti aku bangkrut. Masing-masing barang satu macam saja," ucap Johan mengingatkan Lisa.


"Siap, bos."


Keduanya asik dengan memilih pakaian yang ingin di beli. Dan pada saat Johan asik memilih, tiba-tiba ada seorang wanita mendekatinya.


"Mas Johan bukan ya?" sapanya tersenyum ramah.


'Eh iya, Hem kamu kan temannya Keysa ya?"


"Iya, mas. Hem penampilan baru nech, tambah kece tambah keren loh," pujinya membuat Johan salah tingkah.


"Ah kamu bisa saja dech." Johan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Johan tak ingin berlama-lama berbicara dengan teman, Keysa. Karena dia pikir itu tidak pantas posisi dia adalah suami orang.


"Mas Johan, walaupun kamu tak merubah penampilanmu itu membuat aku telah jatuh hati. Apa lagi jika seperti ini pasti akan banyak wanita yang naksir kamu. Betapa beruntungnya Keysa bisa menikah denganmu. Tapi sayangnya dia menyia-nyiakan pria sebaik dirimu. Aku siap, mas. Menunggu dudamu," batin teman Keysa.


Dia akan mencoba mencari tahu tentang rumah tangga Keysa pada Keysa langsung.


Sementara saat ini Johan sedang antri untuk membayar semua belanjaannya. Setelah satu jam ada di mall, Johan mengajak Lisa kembali ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah pada saat Johan membuka pintu kamar, Keysa langsung ngomel-ngomel tanpa melihat ke arah Johan. Akan tetapi pada saat Keysa menatap Johan, dia pun terpana diem seribu bahasa.


"Heran, dech. Kemana saja sih, istri lagi hamil malah pergi-pergi begitu lamanya. Nggak tahu...


Keysa terhenti berucap pada saat melihat penampilan Johan yang sekarang.


"Kenapa, sayangku? apakah aku sudah tidak terlihat cupu dan kampungan lagi? sehingga lidahmu tercekat dan tak bisa melanjutkan bicaramu itu?" Johan menghampiri Keysa seraya mengedipkan satu matanya.


"Ih, pede amat sih. Kamu pikir sudah berubah jadi lebih baik? bagiku kamu tetap sama," ejeknya.


Apa yang di ucapkan oleh Keysa berbanding terbalik dengan apa yang tengah di pikirkannya saat ini.


"Astaga, ternyata Johan tampan sekali. Jauh lebih tanpa di banding dengan Joni, kenapa aku baru menyadari hal ini? bagaimana kalau aku tiba-tiba jatuh cinta padanya ya?"batin Keysa.


"Hem, aku tahu Keysa. Jika saat ini kamu sudah terpesona dengan penampilan aku yang baru dan aku akan membuat kamu benar-benar tak bisa melepaskan aku. Dan cinta mati padaku, seperti aku cinta padamu," batin Johan.


Johan memutuskan untuk melakukan ritual mandi sorenya. Hanya beberapa menit saja dia telah selesai mandi. Tapi dia sengaja mendekati Keysa hanya dengan memakai handuk sebatas pinggang.


Keysa yang dari tadi asik memainkan ponselnya mendadak meletakkan ponselnya begitu saja pada saat melihat Johan.


Keysa menelan salivanya melihat tubuh atletis dan penampilan wajah baru suaminya itu. Tatapan matanya tak sadar tak berkedip sama sekali. Kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Johan.


"Sayang, kenapa kamu tak jawab tanyaku? kamu sudah mandi atau belum, atau mau aku mandikan?" tanyanya terkekeh.


"Memangnya aku anak kecil di mandiin, aku sudah mandilah," ucapnya tergagap seraya memalingkan wajahnya, dia mulai salah tingkah pada saat Johan terus saja menatapnya.


Pada saat Keysa memalingkan wajahnya, Johan mendekatkan tubuhnya lebih dekat lagi pada Keysa. Aroma wangi tubuh Johan sangar menggoda Keysa. Apalgi sejak dia hamil, hasratnya selalu datang dengan tiba-tiba tetapi dia selalu menyimpan rasanya.


"Heh, kamu mau apa dekat-dekat? awas jangan macam-macam atau aku tonjok kamu!" mendengar ancaman Keysa, Johan hanya terkekeh.


"Sayang, aku tidak akan macam-macam kok. Hanya satu macam saja." Johan memegang dagu Keysa dengan kedua tangannya dan perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Keysa.


Keysa bagaikan terhipnotis, dia diam saja malah memejamkan matanya seolsh sudah siap menerima apa yang akan di lakukan oleh Johan padanya.

__ADS_1


Perlahan Johan mencium bibirnya, dan dia pun merespon dengan membuka mulutnya. Terjadi ciuman yang sangat panas diantara keduanya.


Tangan Johan bergerilya ke dada Keysa dimana ada dua benda kenyal kesayangan Johan. Dia mainkan sesuka hatinya dengan sangat lembut hingga membuat Keysa seakan melayang di angkasa.


Hingga sore itu terjadilah hubungan suami istri diantara keduanya. Keysa sangat puas bahkan tiba-tiba dia meminta lagi tanpa dasar.


"Johan, aku mau lagi ayok dong."


"Memangnya kamu nggak cape, dan apakah nggak apa-apa di kondisi kamu yang sedang hamil ini?" Johan tak berani ambil resiko apa lagi Keysa sedang hamil.


Dia pun melakukannya dengan sangat pelan takut melukai anak yang ada di kandungannya.


"Johan, ayohlah. Pelan-pelan saja seperti tadi, kalau kamu nggak mau aku akan marah loh!" ancamnya hingga Johan pun menuruti kemauan istrinya tersebut.


Dia dengan sangat lembut dan perlahan memainkan permainannya di ranjang. Keysa sangat senang dan terpuaskan, apalagi saat ini penampilan Johan telah berubah menjadi lebih baik.


"Terima kasih suamiku, aku puas sekali. Tetapi aku jadi lapar dan ingin makan masakanmu," rengeknya.


"Siap, Tuan Putri tercinta."


Johan melangkah ke dapur dan berkutat dengan wajan dan kompor.


"Johan, kamu sedang apa?" tegur Betrand.


"Pah, sedang masak buat Keysa minta mie tektek. Katanya hujan-hujan enak makan mie tektek hangat, papah maukah?" tanya Johan.


"Hem, boleh dech pengen juga nyoba makan mie tektek buatanmu. Eh penampilan kamu berubah ya, aduh lebih ganteng dech Johan," puji papah mertuanya.


Johan hanya menyunggingkan senyuman.


"Johan, maafkan Keysa ya? hampir setiap hari meminta kamu masak untuknya," ucap Betrand merasa tak enak hati.


"Pah, ini sudah kewajiban seorang suami untuk menjadi suami siaga bagi istri yang sedang hamil. Aku bisa memaklumi kok, mungkin saja anakku ingin selalu makan masakan papahnya," ucap Johan di sela memasaknya.

__ADS_1


__ADS_2