
Satu bulan berlalu dari kejadian mamahnya eka meminta cucu, eka benar benar menghindari mamahnya, setiap mamahnya meminta datang ke rumah selalu eka beralasan.
Eka sampai pusing di teror setiap hari di mintai cucu oleh mamahnya, sedangkan fasha malah enjoy dengan semuanya, fasha dan eka memang satu kamar namun tidak ada yang lebih, hanya saling berpelukan dan fasha memang tidak meminta lebih karena eka memang selalu menghindar juga darinya.
Eka membuka matanya dan meraba raba ke sampingnya ternyata fasha sudah tidak ada dan eka sedikit santai karena hari ini adalah hari minggu, artinya dia gak akan susah untuk menyiapkan kebutuhan fasha.
Setelah merapihkan ranjangnya, eka memilih untuk menyegarkan tubuhnya dan segera turun untuk menyiapkan sarapan pagi sebelum fasha pulang dari olah raga paginya.
Fasha saat ini sedang berolah raga tanpa baju atasan dan saat ini fasha begitu seksi dengan perut kotak kotaknya.
Setelah serasa cukup fasha langsung duduk dan meluruskan kakinya.
''Eka udah bangun atau masih tidur yah, mamahnya bikin pusing ajah setiap hari neror terus, bukan aku gak mau kasih cucu, setiap aku mendekatinya pasti dia menghindar. ''
ucap fasha yang membuka handphone nya dan ternyata mamah mertuanya yang mengirim pesan.
Fasha langsung menuju rumah utama untuk membersihkan tubuhnya, eka langsung menghentikan pekerjaannya dan menyusul fasha ke kamar.
''Gak usah siapkan air untuk mandi, biar aku sendiri lebih baik siapkan pakaian ajah. ''
ucap fasha saat eka akan menuju kamar mandi.
Eka langsung menyiapkan pakaian rumahan untuk fasha dan eka duduk menunggu fasha yang sedang mandi.
Dua puluh menit kemudian fasha selesai mandi dan seperti biasa dan sudah menjadi hal biasa untuk eka melihat tubuh polos fasha yang sedang menggunakan pakaiannya.
''Mamah kamu itu neror terus ke nomer saya, sana samperin mama ke rumah nya. ''
ucap fasha dan eka mengerutkan keningnya.
''Gak mau, mas fasha ajah sana sendiri aku pusing mas di teror terus sama mamah. ''
ucap eka dan fasha mengehela nafasnya.
''Yasudah terserah ajah tapi jangan menghindar terus dari saya, emang saya salah apa?? ''
''Menghindari kamu adalah kebaikan untuk sekarang, aku takut kalau mas fasha kena sama ucapan mamah dan malah beneran ngajakin aku membuat cucu untuk mamah. ''
''Emang makanan di buat, praktek eka namanya bukan membuat. ''
''Pokonya itu lah, aku gak mau yah mas fasha. ''
''Kamu istri saya yang sah secara agama dan negara, kita pasangan halal dan apa salahnya sampai kamu gak mau ngasih cucu ke mamah kamu. ''
__ADS_1
ucap fasha dan membuat eka melototkan matanya.
''Kamu lagi ngelawak yah mas, aku gak mau memberikan mamah cucu untuk saat ini, kalau kamu masih belum menganggap aku istri kamu, bukan menganggap aku wanita yang harus tau kalau Rafasha Prayoga tidak bisa di bantah. ''
jawab eka dengan nada tegasnya dan membuat fasha menghembuskan nafasnya.
''Maksud kamu apa?? ''
''Udah lah malas aku bahasnya, lebih baik aku ke rumah mamah setelah sarapan, jangan ngajak aku debat yah aku lagi malas debat sama kamu. ''
ucap eka sambil keluar dari kamarnya menuju meja makan.
''Eka, saya belum selesai bicara dengan kamu. ''
ucap fasha namun eka tidak menghiraukannya dan memilih menuju meja makan karena perutnya saat ini sedang lapar.
Fasha langsung menyusul dan duduk di kursi meja makan dan memulai memakan sarapannya, eka fokus dengan makanannya dan membiarkan fasha yang menatap pada nya.
Setelah selesai makan eka langsung menuju kamarnya untuk mengambil tas dan jaketnya.
Fasha menyusul ke kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya dari dalam, eka saat ini malas untuk berdebat dan memilih keluar melewati balkon kamarnya untuk masuk ke kamar sebelahnya, fasha sampai melongo melihat tingkan eka yang aneh.
Fasha langsung berlari menuju lantai satu dan mengejar eka, fasha langsung menarik tangan eka dan menggendongnya menuju kamarnya eka yang lama.
''Kamu apa apaan sih, manjat balkon kaya monyet ajah, gimana kalau kamu jatuh dan kamu mati. ''
''Jawab, kenapa kamu bertingkah seperti itu?? ''
''Habisnya mas kunci pintunya dan aku malas debat sama kamu, lebih baik menghindar ajah. ''
''Kamu meragukan saya sebagai suami kamu?? kamu masih memikirkan kalau saya menikahi kamu karena ingin membuktikan kalau saya tidak bisa di bantah, itu yang ada di fikiran kamu?? ''
''Emang itu kan alasan kamu, aku bicara fakta mas dan untuk apa kita mengiyakan keinginan mamah yang sangat mustahil itu, emang gampang memberikan cucu kepada mamah, aku bukan wanita yang memberikan tubuhku kepada laki laki yang tidak mencintaiku, lebih baik aku gak memiliki anak selamanya selama menikah dengan kamu. ''
ucap eka dan fasha langsung menatap tajam.
''Itu masa lalu eka, kamu gak bisa merasakan kalau saat ini saya sudah membuka hati untuk kamu, saya sudah menerima kamu sebagai istri saya, saya mencintai kamu eka. ''
ucap fasha dan membuat eka langsung diam mematung dengan ucapan fasha saat ini.
''Aku gak percaya mas, sudah lah aku malas debat dan bertengkar, cape mas tiap hari berantem terus. ''
ucap eka yang langsung duduk di sudut ranjang dan terdiam.
Fasha langsung menghampiri dan berjongkok di hadapan eka.
__ADS_1
''Tatap mata saya eka, dulu iya saya menikahi kamu karena ingin membuktikan kalau saya gak bisa di bantah, tapi sekarang saya sadar dan saya mencintai kamu eka, selama ini saya acuh dan selalu marah, itu untuk menutupi perasaan saya yang sebenarnya, saya gak mau kamu melihat kalau saya mencintai kamu terlebih dahulu, karena saya melihat kamu masih membenci saya. ''
ucap fasha dan eka hanya diam.
''Saya mencintai kamu eka, pliis jangan menghindar terus dan jangan memancing saya untuk marah terus ke kamu, saya tau kalau kamu belum mencintai saya, ijinkan saya membuktikan kalau saya mencintai kamu dan ijinkan saya agar bisa meyakinkan kamu, kalau cinta saya tulus untuk kamu. ''
''Aku gak tau harus percaya atau engga, kamu gak bisa di tebak. ''
ucap eka yang menangis sesegukan dan fasha langsung memeluknya.
''Kamu hanya perlu meyakininya eka, rasakan kalau saya mencintai kamu, selama saya menjalani pernikahan ini dengan kamu, saya merasa berbeda dan menemukan kehidupan baru dari kamu. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
''Lihat saya eka, '' ucap fasha sambil menakup kedua pipi eka dengan tangannya. ''Jangan manjat manjat lagi gitu yah, gimana kalau kamu jatuh dan mati, kasihan kamu gak beruntung kan. ''
''Maksudnya gak beruntung apa?? ''
ucap eka melepaskan tangan fasha di wajahnya.
''Iya gak beruntung hidup dengan saya dan saya pasti akan menikah lagi dengan wanita lain. ''
ucap fasha dan membuat eka memukul lengan fasha.
''Ihh.. ...kamu menyebalkan sekali mas. ''
ucap kesal eka dan fasha tersenyum lalu mencium kening eka.
''Kita ke rumah mamah bersama yah, aku antarkan kamu dan jangan pergi sendiri, sana siapkan hadiah untuk mamah jangan kita datang tanpa membawa apapun. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.................