PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
Terpesona.........


__ADS_3

# Satu bulan berlalu........


Satu bulan sudah pernikahan fasha dan eka, mereka tidak luput dari ribut dan berdebat setiap harinya, fasha yang tidak sabaran dan eka yang seenaknya, membuat keduanya terus bersitegang kalau sudah mengobrol berdua dan ada sajah persoalan yang membuat keributan.


Pagi ini adalah hari minggu, hari dimana eka bebas dari menyiapkan makan siang untuk fasha, namun bukan fasha namanya kalau tidak tau cara untuk membuat eka kesal.


Fasha sudah rapih dengan pakaian santai dan dan segera menuruni tangga untuk menuju kamar eka dan saat sampai di depan pintu kamar eka, fasha langsung menggedor pintu kamar eka, eka yang sedang tidur pulas pun langsung kesal dan membuka pintunya.


''Ya tuhan, tuan sekarang hari minggu biarkan aku istirahat yah, aku mau malas malasan dulu hari ini. ''


ucap eka sambil masuk kedalam kamarnya dan fasha langsung masuk.


''Oh tidak bisa kamu harus ikut saya berolah raga hari ini dan cepat mandi bersiap lah. ''


ucap fasha sambil duduk di sofa kamar eka.


''Tuan ini hari minggu dan apa apaan masa olah raga pakaian anda seperti pakaian santai dan jalan jalan begini, olah raga apa emangnya?? berenang. ''


''Kita akan berkuda hari ini, ayo mandi dan pakai pakaian santai sajah. ''


ucap fasha dan eka langsung melototkan matanya.


''Gak aku gak mau, aku gak suka kuda mendingan naik komedi putar. ''


ucap eka bergedik geli karena kurang menyukai yang namanya kuda.


''Yasudah kamu mandi dan temani saya berkuda sajah, mandi sana atau mau saya mandikan. ''


''No, enak ajah mandikan dan baiklah saya akan mandi sekarang. ''


ucap kesal eka sambil masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi dan bersiap.


Fasha langsung keluar kamar eka dan duduk di kursi meja makan sambil meminum teh hangat dan menunggu eka yang sedang bersiap.


Dua puluh menit kemudian eka sudah siap dan fasha langsung menarik tangan eka menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir.


''Hey tuan, anda ini senang sekali dengan yang namanya olah raga, aku malah benci berolah raga dan gara gara tuan yah, tiap pagi sebelum kerja aku harus olah raga pagi, tapi aku mohon tuan jangan paksa aku untuk berkuda yah. ''


ucap eka dan fasha hanya mengangguk dan menatap jalanan di sampingnya.


''Tuan perut saya lapar sekali loh, bisa kita berhenti dulu di toko dan saya mau membeli roti buat ganjal perutnya sementara. ''


ucap eka memecah kesunyian.


''Lihat tuh di kursi belakang ada tas dan isinya bekal makanan juga minuman, aku ini suami pengertian yang mengenal perut istrinya itu gampang kelaparan, sana makan dulu. ''


ucap fasha dan eka langsung bersemangat dan reflek memeluk fasha.


''Jangan peluk peluk, seenaknya sekali main peluk peluk aku, kamu ini sekarang sering sekali memelukku, atau kau mulai mencintaiku kan, hayo ngaku. ''


''Ihh..... saya itu hanya reflek karena tuan mengerti dengan isi perut saya, makasih tuan. ''


ucap eka dengan senyum cerahnya dan tidak perduli dengan kemarahan di wajah fasha karena kemarahan fasha setiap hari sudah menjadi makanannya.


Eka langsung memakan makanannya dan sebelumnya meminum air terlebih dahulu, fasha hanya tersenyum tipis melihat tingkah eka yang terlihat kekanak kanakan.

__ADS_1


Empat puluh menit kemudian mobil sampai di sebuah arena pacuan kuda dan eka langsung cemberut kesal karena dia benci dengan baunya kuda.


''Ayo ikut masuk, nanti kamu duduk ajah dan menonton saya berkuda. ''


ucap fasha dan eka mengangguk.


Fasha langsung masuk ke sebuah ruangan untuk berganti pakaian dan memakai alat alat pengaman untuk berkuda, eka langsung duduk di rumput sambil melihat orang orang yang sedang berkuda.



''Mereka semua happy sekali naik kuda, ihh.... kalau aku geli sekali deh. ''


ucap eka sambil menakup kedua pipinya dan melihat orang orang sedang berkuda.


Selama sepuluh menit eka menunggu akhirnya fasha sudah siap dan menunggangi kuda, eka menatap takjub dan terpesona melihat fasha sedang akan menaiki kuda.




''Ya ampun kok laki laki gesrek itu jadi gagah banget yang menaiki kuda, ganteng banget sih tapi sayang dia kan suami yang gak menganggap aku istrinya. ''


ucap eka sambil menatap ke arah fasha yang begitu keren dan gagah dengan berkudanya.


Fasha hanya tersenyum menatap ke arah eka yang sedang terpesona kepadanya.


''Dia terpesona juga kepadaku, dasar wanita aneh kamu tuh eka. ''


ucap fasha sambil memulai berkuda dan eka terus menatap ke arah fasha dan tersenyum melihat fasha berkuda.


''Ayo kita pulang sekarang. ''


ucap fasha yang menghampiri eka yang sedang menatap kepadanya.


Eka mengikuti langkah fasha menuju sebuah kedai makanan yang lumayan ramai dan eka langsung semangat.


''Kamu ini di bawa ke tempat makan ajah sampai happy banget, bagaimana di ajak bulan madu yah. ''


ucap fasha dan eka langsung melototkan matanya.


''Udah jangan bahas bulan madu, aku gak mau makan jadi gak selera karena kamu ngajak debat. ''


''Siapa yang ngajak debat, saya hanya bilang kalau kita bulan madu kamu akan sangat senang sekali sepertinya, dimana letak debatnya. ''


''Ini mulai debat, udah dong makanan udah datang tuh dan aku mau makan dengan tenang dan menikmati makanannya, kalau mau ngajak debat nanti ajah setelah saya selesai makan. ''


ucap eka dan fasha langsung memakan makanannya, eka pun memakan makanannya.


Setelah selesai makan fasha langsung membayar tagihan dan langsung mengajak eka untuk segera pulang, eka hanya pasrah mengikuti fasha.


Di dalam mobil saat ini fasha hanya diam tanpa banyak bicara, fasha merebahkan tubuhnya di sandaran mobil dan menutup matanya menghilangkan kesal di hatinya.


''Tuan, mau di lanjutkan gak debatnya?? ''


ucap eka dan fasha membiarkannya dan tetap memejamkan matanya.

__ADS_1


Eka menusuk nusuk lengan fasha dengan jari telunjuknya, memanggil manggil nama fasha.


''Tuan tuan tuan terus yang kamu panggil ke saya, saya bukan tuan kamu dan saya ini suami kamu, dasar. ''


ucap fasha kesal dengan nada tinggi dan eka langsung menunduk.


''Maaf tuan saya gak bermaksud mengganggu tidur anda dan maaf banget yah. ''


ucap eka dan fasha langsung melototkan matanya.


''Kalau bicara itu angkat wajahnya jangan menunduk gitu, kamu kebiasaan kalau punya dosa dan kesalahan pasti menunduk. ''


ucap kesal fasha dan eka langsung mengangkat wajahnya.


''Jangan panggil saya tuan, saya bukan tuan kamu dan saya ini adalah suami kamu. ''


''Terus panggilnya apa?? ''


''Mana saya fikirin, mikir ajah kamu sendiri panggilan yang bagus ke saya apa. ''


''Bingung jadinya. ''


ucap eka dan fasha langsung kesal dan melanjutkan tiduran di sandaran mobilnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


....................................

__ADS_1


__ADS_2