
Setelah seharian berada di luar rumah, eka langsung masuk kedalam kamarnya lalu tertidur pulas dan membiarkan fasha uring uringan sendiri.
Di luar kamar eka saat ini fasha baru selesai dengan pekerjaannya dan menghampiri dapur untuk mencari keberadaan eka namun dia tidak ada.
''Tuan anda mencari nyonya yah?? ''
ucap kepala pelayan dan fasha mengangguk.
''Dimana istri saya bibi?? ''
''Nyonya dari saat datang sampai sekarang belum keluar kamarnya, sepertinya nyonya sedang tidur. ''
ucap kepala pelayan dan fasha langsung menuju kamarnya eka dan ternyata benar eka tertidur dengan sangat pulas.
Fasha langsung merebahkan tubuhnya di ranjang tempat eka sedang tertidur pulas, pasha memiringkan tubuhnya dan menatap wajah eka yang tidur tenang.
''Kamu kalau lagi tidur gini mirip bayi yang tertidur pulas dan sangat cantik, tapi kenapa kalau kamu membuka mata pasti kamu sangat menyebalkan dan selalu mengajak saya ribut. ''
ucap fasha sambil menyusuri wajah eka dan fasha pun langsung tertidur pulas karena memang tubuhnya sangat lelah dan belum istirahat setelah pulang dari arena pacuan kuda.
Beberapa jam kemudian eka membuka matanya karena dia merasakan haus di kerongkongannya, eka langsung tersentak saat membuka matanya dan ternyata fasha tertidur pulas.
''Untung aku gak menjerit, kalau itu terjadi akan sangat membuat aku dalam bahaya, harimau sedang tidur dan bahaya kalau mengganggu tidurnya, bisa bisa aku di terkam oleh dia. ''
ucap eka sambil berangsur untuk segera turun dari ranjangnya dan langsung menuju lemari untuk membawa pakaiannya.
Eka keluar kamar dan mandi di kamar tamu karena eka gak mau sampai fasha terbangun dari tidurnya.
Eka saat ini sedang bingung dan memikirkan kenapa fasha bisa tertidur pulas di kamarnya.
''Bukannya dia sendiri yang mengatakan kalau dia bisa gatal gatal karena tidur satu ranjang dengan aku, tapi apaa apaan dia pulas banget tidurnya, dasar laki laki gesrek. ''
gumam eka dalam hatinya yang menggerutu kesal.
Eka langsung berjalan ke area halaman belakang dan melihat hamparan taman yang luas dan berdekatan dengan sebuah lapangan mini yang cukup untuk bermain basket.
''Laki laki gesrek itu sangat menyukai olah raga, pantesan badannya bagus banget, apa perutnya kotak kotak yah seperti roti sobek, duuh aku jadi pengen pegang roti sobeknya kalau emang benar begitu. ''
ucap eka sambil membayangkan tubuh fasha yang bertelanjang dada.
Eka tersadar dan memukul mukul kepalanya, '' apaan sih otak ku ini, fikirannya sangat gak masuk akal sekali malah memikirkan hal yang gak mungkin. ''
Eka langsung duduk di sebuah kursi ayunan dan bermain main dengan kakinya sambil memikirkan hidupanya saat ini.
''Aku ini kok seperti menikmati semua kemewahan yang di berikan laki laki itu, dia juga ngapain menikahi aku kalau hanya untuk memberikan fasilitas lengkap dan memberikan perintah seenaknya, ini seperti sebuah kontrak seumur hidup. ''
ucap eka sambil menatap langit langit yang menutupi ayunan kayunya yang saat ini sedang di dudukinya.
Di kamar eka saat ini......
Fasha membuka matanya perlahan dan tersentak karena dia bukan berada di kamarnya.
''Waah pasti wanita itu senang karena aku tidur di kamarnya dan di ranjangnya, tapi kemana dia sekarang yah. '' ucap fasha sambil beranjak dan segera menuju keluar kamar eka.
''Bibi istri saya kemana lagi sekarang?? ''
ucap fasha saat kepala pelayan menghampirinya setelah fasha memanggilnya.
__ADS_1
''Nyonya sedang di halaman belakang tuan. ''
''Oke terimakasih dan siapkan makan malam nya, sekarang panggilkan istri saya dan sekarang saya mau mandi dulu. ''
ucap fasha dan kepala pelayan mengangguk.
Fasha langsung menuju kamar nya di lantai dua untuk segera menyegarkan tubuhnya.
''Maaf nyonya, tuan meminta anda segera masuk dan bersiap untuk makan malam. ''
ucap seorang pelayan saat menghampiri eka dan eka mengangguk.
''Udah bangun juga itu laki laki, sepertinya tidurnya nyenyak sekali yah sampai dia baru bangun setelah beberapa jam tertidur di ranjangku. ''
ucap eka saat pelayan meninggalkannya dan eka pun segera masuk kedalam rumah sebelum fasha yang menyusulnya.
''Semenjak menikah aku belum pernah menginap di rumah mamah, apa boleh kalau aku pulang dan menginap?? ''
gumam eka dalam hatinya sambil duduk di kursi meja makan dan memakan buah buahan potong yang di mintanya.
Beberapa menit kemudian fasha menghampirinya dan duduk di kursi meja makan, fasha mengerutkan keningnya melihat eka sedang melamun dan memakan buah buahannya.
Fasha langsung berdehem dan membuat eka tersadar dari lamunannya dan langsung memalingkan wajahnya.
''Kamu sudah memikirkan untuk panggilan ke suamimu ini belum?? ''
ucap fasha dan eka menggelengkan kepalanya.
''Kau ini ke suami sendiri masih sulit memanggilnya, ayo kamu fikirkan atau mau aku yang memberikan panggilannya. ''
''Ihh..... pusing tau. ''
''Aku kasih waktu kamu sampai besok pagi, awas kalau kamu belum mendapatkan panggilan untuk saya. ''
ucap fasha dan eka hanya mengangguk lalu memulai makan malamnya karena makanan sudah siap dan di tata di meja makan.
Makan malam selesai dan eka langsung menuju kamarnya, menguncinya karena takut fasha akan tertidur di ranjangnya lagi.
Pagi hari menjelang.....
Eka keluar kamarnya dengan pakaian rapih seperti biasa untuk menuju tokonya dan tersentak saat fasha sudah ada di depan pintu kamarnya.
''Kamu sengaja mengunci pintu kamar kamu yah, biar saya gak membangunkan kamu yang kesiangan. ''
''Udah dong tuan jangan mulai ribut yah ini masih pagi juga kan. ''
ucap eka dan fasha menatap tajam.
''Apa panggilannya untuk saya??
''Bagaimana kalau kakak sajah atau abang yah, mau kan tuan?? ''
''Saya bukan kakak kamu dan saya bukan pedagang di panggil abang, panggil saya MAS FASHA, mau tidak mau suka atau tidak suka. ''
ucap fasha dan eka melototkan matanya.
''Berarti tuan ini pedagang bakso dong di panggilnya MAS. ''
''Pokonya panggil saya MAS dan jangan yang lainnya, pagi ini kamu selamat karena saya ada meeting pagi dan jangan lupa nanti siang antarkan makan siang ke kantor saya, kamu juga sarapan dulu sebelum keluar dari rumah oke. ''
__ADS_1
ucap fasha sambil mengelus pipi eka dan langsung berlalu menuju keluar rumah karena asistennya sudah menunggunya.
Eka langsung duduk di tangga dan bersandar pada dinding, '' Maunya apa siih itu laki laki, bikin kesal dan membuat ku jadi pusing, aku gak mau memiliki perasaan lebih pada dia, aku belum siap kecewa. ''
''Nyonya kenapa duduk di tangga, lebih baik nyonya sarapan dulu sekarang. ''
ucap kepala pelayan dan eka mengangguk.
Eka langsung memakan sarapannya dan langsung menuju toko setelah selesai sarapan, eka langsung sibuk dengan menu baru di toko kue nya, pagi pagi tokonya sudah ramai seperti biasa.
Saat eka sedang sibuk melayani pelanggan dia tersentak karena suaminya ada di hadapannya.
''Buatkan saya jus melon dan bawakan cemilan ke meja sepuluh. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
Fasha langsung duduk di kursi dengan nomer meja sepuluh dan tak lama eka datang membawa nampan berisi jus melon dan cemilannya, eka pun membawa satu botol kecil air mineral.
''Kenapa tuan malah menyusul saya kesini?? ''
ucap eka dan membuat fasha melototkan matanya dan eka menutup mulutnya.
''Maaf maksud saya, kenapa mas fasha menyusul ke toko kan nanti siang saya mau ke kantor antarkan makan siangnya?? ''
''Gak usah karena saya ada meeting nanti saat jam makan siang, ini gaun dan kamu harus pakai nanti malam untuk menemani saya ke acara gala diner. ''
''Emangnya saya harus ikut juga?? ''
ucap eka dan fasha langsung kesal.
''Kamu ingat semua yang saya ucapkan, semuanya adalah aturan yang harus kamu patuhi. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
................