
Sepuluh menit menunggu akhirnya eka kelur dari kamar mandi dan langsung masuk kedalam kamar ganti untuk memakai pakaiannya, fasha langsung mengunci pintu kamarnya dan membawa kuncinya kedalam kamar mandi agar eka menunggunya.
''Ada apa sih dengan dia jahilnya luar biasa, kunci sampai di bawa mandi. ''
ucap kesal eka saat membuka pintu kamar di kunci dan kuncinya tidak ada.
Eka duduk di sofa sambil memainkan handphone nya untuk menunggu fasha selesai mandinya.
Tatapan eka begitu mendelik saat melihat fasha selesai mandinya dan dengan cueknya memakai pakaian di hadapan eka.
''Kenapa menatap saya seperti itu?? ''
ucap fasha dan eka langsung melempar pandangannya ke arah lain.
Fasha yang kesal karena di acuhkan eka pun langsung menghampiri eka namun eka mengalihkan kembali wajahnya.
''Ada apa dengan kamu, kenapa berubah gini sikapnya ??dan kamu sangat pendiam sayang. ''
ucap fasha namun eka tetap mengacuhkannya.
''Mana kunci kamarnya?? aku mau sarapan dan sangat lapar ini. ''
ucap eka yang mengalihkan pertanyaan fasha.
''Kita akan diam di kamar sampai kamu bisa menerima penjelasanku tentang kejadian waktu itu. ''
''Gak mau, aku mau ke toko dan sekarang banyak sekali pesanan. ''
''Gak bisa sayang, aku akan bakar toko kamu saat ini juga kalau kamu memaksa ke toko. ''
ancam fasha karena merasa kesal dengan perubahan sikap eka.
Eka tidak menjawab ucapan fasha dia memilih duduk dan memainkan handphone nya, fasha yang kesal karena di abaikan langsung merebut handphone eka dan membantingnya.
''Apa apaan sih kamu, itu handphone aku kenapa di banting sih. ''
ucap kesal dengan nada yang tinggi.
''Apaa apaan maksud kamu, jadi handphone itu lebih berharga dari suami mu ini, hargai saya yang sedang bicara dengan kamu eka, saya sudah sabar dengan tingkah kamu tapi kamu melunjak yah. ''
ucap dengan nada yang begitu tinggi dan amarah yang begitu memuncak.
__ADS_1
''Apa sih yang kamu mau mas, buka pintunya dan aku malas debat dengan kamu. ''
''Aku mau kamu dengarkan semua penjelasan aku, aku manusia eka dan memiliki kelemahan, setidaknya dengarkan penjelasan aku cuma itu yang aku mau, tapi kenapa kamu seolah acuh dan mengabaikan semua ucapan aku. ''
''Terserah lah pusing aku sama kamu mas. ''
ucap eka yang langsung menuju ruangan ganti pakaiannya dan mengganti pakaiannya dengan dress rumahan.
Eka langsung duduk dan meredam kekesalannya dengan diam dan memalingkan wajahnya dari tatapan fasha yang begitu tajam.
Fasha mendekat dan langsung menggenggam tangan eka. ''Pliis dengarkan penjelasan aku sekali sajah. '' ucap fasha dengan nada yang rendah.
''Udah lah mas, aku malas dengarkan semua ucapan kamu, lebih baik kamu diam dan buka pintunya, perut aku lapar sekarang. ''
''Mau kamu apa sih eka, di lembutin salah di kasarin malah melunjak, aku hanya minta dengarkan penjelasan saya. ''
''Penjelasan apalagi mas, tentang wanita yang duduk di pangkuan kamu dan membelai dada telanjang kamu di hadapan aku, itu maksud kamu kan dan kamu gak usah menjelaskan nya, semua sudah terbukti. ''
ucap eka dengan nada kesal dan fasha langsung marah dan menarik tangan eka lalu menghempaskan nya ke ranjang.
Eka tidak melawan dengan apa yang di lakukan oleh fasha dan membiarkan fasha dengan semua keinginannya, fasha terus menyentuh tubuh eka dengan sedikit kasar dan eka berusaha menahan untuk tidak membalas semua yang fasha lakukan kepada tubuhnya namun rasa sakitnya begitu terasa, fasha laki laki yang sangat kasar tapi dia tidak menolak saat wanita mendekatinya, itu yang membuat eka kecewa.
******* fasha menggema di kamar itu namun tidak dengan eka, dia malah menangis dengan semua tindakan fasha, rasa sakitnya begitu terasa dan fasha tidak pernah menyadarinya.
Fasha memeluk tubuh polos eka dan mencium pundak eka, membelai perut rata eka yang berharap segera ada janin di dalamnya.
''Maafkan saya eka, saya tau kamu kecewa karena saya tidak menolak ananti saat berada di dekat saya, semua karena saya menghargai ibunya ananti yang sudah saya anggap sebagai ibu saya karena dulu ibunya menyelamatkan saya dari kecelakaan dan merawat saya hingga sembuh, ananti begitu mencintai saya tapi saat itu hingga sekarang pun saya tidak pernah ada rasa untuk dia, saya hanya menganggap adik ke dia, saya juga kesal dengan tindakan ananti yang melunjak dan saya saat itu langsung terbang ke kanada untuk memutuskan hubungan keluarga dengan ibunya ananti, percayalah eka hanya kamu yang saya cintai dan hanya kamu wanita yang berhak atas saya eka. ''
ucap fasha sambil memeluk erat tubuh eka.
Eka hanya menangis sesegukan mendengarkan penjelasan fasha, dia cemburu dengan apa yang fasha lakukan.
Fasha membalikan tubuh eka dan menghapus air mata nya lalu mencium kening eka.
''Kamu cemburu sayang kepada ananti, suamimu ini sudah menjaukan ananti dari kehidupan kita, dia sudah pergi jauh, maafkan mas yah sayang karena terlalu lemah untuk menolak ananti saat itu, sungguh mas bingung harus bagaimana, tapi ananti malah melunjak dan membuat mas gak sadar dengan tindakan dia. ''
ucap fasha sambil membelai pipi mulus eka dan terus menatap wajah eka yang mengalihkan pandangannya dengan menunduk.
''Sudahlah mas fasha, aku gak mau mendengarkan lagi penjelasan kamu tentang wanita itu, aku mau makan mas perutku lapar. ''
ucap eka dan fasha langsung tersenyum lalu mencium kening eka.
''Jawab dulu pertanyaan saya, apa kamu memaafkan suamimu ini sayang?? ''
__ADS_1
''Iya aku maafkan tapi awas kalau sampai ada wanita lain lagi yang berani menyentuh kamu. ''
''Gak akan sayang, itu yang terakhir dan hanya kamu yang berhak satu satunya untuk memiliki suamimu ini, janji jangan kabur yah kalau ada masalah, kita bicarakan baik baik. ''
''Iya iya, cepat ambilkan aku makan tubuhku lemas sekali karena kamu. ''
''Oke sayangku, kamu tetap di ranjang ini sajah, karena permainan belum selesai, sebentar yah mas akan minta di antarkan sarapan ke kamar. ''
ucap fasha sambil mengecup bibir eka dan langsung menelphone kepala pelayan untuk mengantarkan sarapan ke kamarnya.
Fasha membawa eka kedalam dekapannya dan memeluknya dengan erat, mencium kepala eka dan membelai punggung mulus eka yang telanjang.
Pintu kamar di ketuk dan fasha langsung memakai celana pendeknya dan membuka pintunya, kepala pelayan membawa nampan berisi makanan dan fasha mengambilnya.
''Ayo duduk sayang, mas akan suapin kamu hari ini dan kita makan satu piring berdua. ''
ucap fasha sambil membantu eka duduk dan melarang eka untuk memakai dress nya.
Eka dan fasha makan satu piring berdua dan fasha terus menyuapi eka, eka yang merasa lapar pun menerima suapan dari fasha.
Seharian ini fasha dan eka hanya di dalam kamar dan tidak beranjak dari ranjang, fasha membuktikan ucapannya seharian ini lagi dan lagi melakukan pelepasan dan terus menyerang tubuh eka, eka hanya bisa pasrah karena kalau menolak pun fasha akan memaksa.
Eka yang lelah dan semua tubuhnya remuk luluh lantah karena keganasan fasha pun langsung tumbang setelah memakan makan malam yang di suapi fasha bahkan eka di mandikan oleh fasha karena tubuhnya begitu tidak bertenaga.
Fasha hanya bisa tersenyum karena seharian ini bisa menyentuh eka dengan puas, fasha pun memandikan eka dan menyuapi eka makanan.
Fasha dan eka langsung tertidur hingga pagi hati setelah selesai makan malam.
.
.
.
.
.
.
.
.............................
__ADS_1