
Setelah sampai di kediaman rumah fasha, eka langsung masuk tanpa menunggu fasha dan membuat fasha menggelengkan kepalanya.
''Bibi.... tolong buatkan jus mangga yah dan antarkan ke ruang tengah. ''
ucap eka saat pelayan menghampiri.
''Baik nyonya, mau di buatkan makanannya sekalian gak nyonya?? ''
ucap pelayan dan eka terdiam sebentar.
''Buatkan salad buah ajah bibi. ''
ucap eka dan pelayan mengangguk.
Fasha masuk kedalam rumah dan menghampiri eka yang asik dengan televisinya.
''Mas di ruang kerja yah sayang kalau butuh sesuatu panggil ajah. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
Malam hari menjelang.....
Eka dan fasha saat ini sedang berbincang sebelum tidur di atas ranjangnya, gak ada kata romantis yang terucap dari mereka berdua, fasha sibuk dengan iped nya sedangkan eka sibuk dengan handphone nya menonton vidio kesukaannya.
''Sayang.... hubungi mama lagi dimana sekarang?? ''
ucap fasha dan eka mengangguk lalu mengambil handphone fasha untuk menghubungi mamanya.
''Gak di angkat mas udah dua kali balikan aku menghubungi nomer mama. ''
ucap eka dan fasha langsung mengangguk.
''Yasudah kabari mama ajah kalau besok syukuran empat bulannya di panti asuhan dan semua sudah di siapkan yoga juga ibu panti. ''
ucap fasha dan eka hanya mengiyakannya.
Satu jam kemudian fasha tersenyum saat melihat eka sudah tertidur pulas dengan handphone nya yang masih di pegang tangannya.
''Istriku ini kebiasaan kalau tidur handphone masih menyala dan bukan kamu menonton tapi handphone yang nonton kamu. ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan membenarkan tidurnya agar eka nyaman.
Fasha langsung ikut merebahkan tubuhnya lalu tertidur pulas menyusul eka yang sudah duluan tertidur.
Di kediaman mamanya eka....
Ibu panti saat ini sedang berbincang dengan mamanya eka mengenai acara empat bulan eka dan mamanya eka pun menyetujui usul fasha, lalu ikut gabung untuk membantu mengemas beberapa souvenir untuk acara empat bulan eka.
''Benar benar sultan fasha ini, udah dapat amplop, souvenir dan nasi box pula. ''
__ADS_1
ucap mamanya eka dan membuat ibu panti tersenyum.
''Fasha memang royal, apalagi ini untuk acara anak kandungnya pasti di buat mewah juga. ''
ucap ibu panti dan mama meli mengangguk.
''Kayanya lanjut besok ajah deh bungkus nya, saya ngantuk soalnya. ''
ucap mamanya eka dan ibu panti mengiyakannya.
Acara akan di adakan di panti, namun semua barang barang di simpan di rumah mamanya eka karena di panti lahannya kurang memadai.
Pagi hari menjelang.....
Eka saat ini sedang di kamar mandi dan terus mengeluarkan isi perutnya yang bergejolak dan membuat fasha kelimpungan karena eka terus menangis.
''Sabar yah sayang, berhenti menangis nya yah dan mas bantu ke ranjang lagi. ''
ucap fasha dan eka tidak merespon hanya pasrah menerima semua yang fasha lakukan.
Fasha langsung meminta di buatkan bubur untuk sarapan eka karena eka harus minum obat untuk mengurangi mual dan muntahnya.
''Kamu harus kuat sayang, kan nanti siang mau ke panti buat acara syukuran empat bulan, mama dan ibu panti sudah menyiapkan semuanya loh. ''
ucap fasha sambil memeluk eka dan mencium kening eka.
Pelayan masuk setelah fasha mempersilahkannya dan fasha memaksa eka untuk memakan buburnya, dengan terpaksa eka pun memakan bubur dan hanya beberapa suap, fasha tidak memaksa karena yang penting perut eka terisi untuk meminum obatnya.
ucap fasha dan eka mengangguk.
''Aku harus kuat dong, acara empat bulanan kan sangat penting demi anakku ini. ''
ucap eka sambil mengelus perutnya yang sedikit menonjol.
Fasha selesai bersiap dan terlihat tampan dengan kemeja putihnya yang akan serasi dengan gamis nanti yang di gunakan eka.
''Ayo mandi dulu sayang biar badannya fresh. ''
ucap fasha sambil menggendong eka menuju kamar mandi dan fasha sudah menyiapkan air hangat untuk eka berendam.
''Udah aku bisa sendiri, mas fasha sarapan sana dan maaf aku gak bisa nemenin yah. ''
ucap eka saat fasha membantu melepaskan pakaiannya eka.
''Yasudah mas mau sarapan dan kamu hati hati yah sayang. ''
jawab fasha dan eka tersenyum.
Fasha langsung menuju keluar kamar untuk sarapan karena memang perutnya begitu terasa lapar, sedangkan eka langsung mulai ritual mandinya.
__ADS_1
Di kediaman mamanya eka....
Tuan renaldi datang dengan membawa ratusan nasi box juga cemilan pendamping untuk menemani acara nanti, fasha sengaja memesan nasi box di restoran ayahnya eka karena menu nya sesuai dengan kesukaan eka.
Di panti pun sudah siap dengan tenda dan kursi nya untuk nanti tamu undangan, semua fasha percayakan kepada ibu panti untuk undangannya dan ibu panti pun menyanggupinya.
''Eka dan fasha belum sampai?? ''
ucap tuan renaldi saat menata box berisi makanan untuk nanti di bagikan.
''Fasha ngabarin katanya eka mabok lagi dan nanti datang sebelum acara di mulai katanya. ''
jawab mamanya eka yang membantu menata box makanannya.
''Acara kan satu jam lagi loh meli lihat sebagian tamu undangan sudah hadir juga. ''
''Udah santai ajah, aku percaya ke fasha dan eka pasti gak akan mengecewakan. ''
Tak berselang lama sebuah mobil mewah memasuki area panti dan ternyata eka juga fasha yang datang, fasha langsung menghampiri ibu panti dan mencium tangannya, eka pun mengikutinya lalu fasha pamit untuk menghampiri rumah mamanya eka.
Mama meli langsung memeluk eka karena saat ini wajah eka begitu pucat dan terlihat lemas.
''Kamu baik baik ajah kan eka?? ''
ucap mama meli dan eka mengangguk.
''Eka baik mama dan eka bisa kuat sampai acara selesai kok mama. ''
jawab eka dengan keyakinannya agar mamanya tidak khawatir.
''Kalau gak kuat ke acara kamu di rumah ajah tiduran yah, biar suami kamu yang mewakilinya. ''
ucap ayah renaldi dan eka menggelengkan kepalanya.
''Eka cuma mau di samping mas fasha ajah ayah dan itu akan membuat eka nyaman. ''
ucap eka dan ayahnya pun menyetujuinya.
''Ayo kita ke panti lagi udah mulai acaranya tuh. ''
ucap fasha sambil menggandeng eka dan eka langsung menyetujuinya.
Acara syukuran pun di mulai, lantunan ayat suci pun terdengar merdu oleh eka, eka terus mengelus perutnya sambil mengikuti yang lainnya melantunnkan ayat suci.
Dua jam kemudian acara selesai dan fasha membantu membagikan nasi box dan yang lainnya untuk di berikan kepada tamu undangan yang telah hadir sebagai bentuk rasa terimakasih dan syukur fasha.
Senyum indah terus memancar dari wajah fasha, eka hanya bisa duduk dan memperhatikan suaminya dan yang lainnya saat sedang membagikan bingkisannya.
''Terimakasih tuhan atas nikmat yang engkau berikan kepadaku, nikmat sehat, bahagia dan suami yang mencintaiku, semoga kelak calon anakku menjadi anak yang membanggakan. ''
__ADS_1
ucap eka sambil mengelus perutnya dan memandang wajah tampan fasha.
TBC.......