PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
S2 - Kesal jadi Kecewa......


__ADS_3

Ke esokan harinya.......


''Kamu mau ikut ke kantor mas lagi gak sayang?? ''


ucap fasha saat sedang bersiap dengan pakaian kantornya.


''Masih jadi tanda tanya besar deh mas, kamu kenapa senang sekali dan nyuruh aku terus ajah ke perusahaan kamu, motif kamu apa coba ngajakin aku?? ''


ucap eka yang gak habis fikir karena fasha selalu mengajaknya ke perusahaannya.


''Kamu ini aneh sekali, mas ngajakin kamu ke kantor itu karena mas ingin selalu dekat kamu dan secara tidak langsung kan mas bisa jagain kamu dan bisa ada di dekat kamu juga. ''


ucap fasha dan eka mengerutkan keningnya.


''Gak masuk akal sekali sih jawabannya, yang ada nanti aku di mesumin terus sama kamu mas fasha. ''


ucap kesal eka dan langsung keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan.


''Dasar wanita keras kepala, susah kalau debat dengan wanita maha benar. ''


ucap fasha sambil memakai jasnya.


Di dapur saat ini eka sedang menyiapkan makanan untuk sarapannya dan untuk sarapan fasha juga.


Fasha menghampiri ke meja makan dan langsung duduk saat makanannya sedang eka sajikan.


''Sarapan paginya tumben nasi. ''


ucap fasha saat eka sedang makan nasi mengikutinya.


''Lagi pengen ajah dan diam di rumah juga butuh tenaga karena roti sajah malah gak kenyang. ''


elak eka sambil memakan makanannya.


Fasha hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah eka yang selalu ngegas kalau bicara dan membuat fasha gemas dengan tingkahnya.


Setelah selesai sarapannya fasha langsung pamit menuju perusahaannya dan eka mengantarkannya menuju halaman depan.


''Ingat yah jangan melakukan apapun tanpa sepengetahuan mas dan kamu wajib ijin ke mas yah. ''


ucap fasha setelah mencium kening eka dan eka mengangguk patuh.


Setelah kepergian fasha eka langsung menuju halaman belakang untuk melihat bunga bunga nya di pagi hari, eka langsung melototkan matanya saat melihat bunganya berjatuhan.


''Kok bunganya jadi rusak gini berjatuhan?? ''


ucap eka dengan nada sendu dan meneteskan air matanya.


''Maaf nyonya.... kan emang gitu kalau bunga akan terjatuhan terkena angin. ''


ucap tukang kebun dan tetap sajah membuat eka menangis.


''Hiks..... hiks.... pokonya gak mau tau, bunganya harus nempel lagi di dahannya. ''


teriak eka dengan tangisnya dan membuat tukang kebun kelabakan karena nyonya rumah menangis.


''Ada apa ini.... ?? ''


ucap fasha sambil menghampiri istrinya.

__ADS_1


Eka langsung menangis kencang saat fasha menghempirinya, fasha langsung membawa eka kedalam dekapannya dan mengusap punggung eka sambil menatap tajam ke arah dua tukang kebun di hadapannya.


''Ada apa sayang, kenapa kamu menangis kejer gitu sih?? ''


ucap fasha sambil melepas pelukannya dan eka masih sesegukan menangis.


''Bunganya jatoh jatoh mas fasha, masa kena angin langsung jatoh. ''


ucap eka dan membuat fasha menghela nafasnya.


''Sayang.... nanti juga bunga nya tumbuh lagi, kenapa mesti nangis sih. ''


''Pokonya aku mau bunganya gak kena angin tapi jangan di tempat tertutup juga. ''


Fasha langsung langsung menghela nafasnya dan bingun harus menggunakan apa untuk melindungi bunganya.


''Maaf tuan, bagaimana kalau membuat sebuah ruangan terbuka dan memakai jaring seluruhnya biar gak terkena angin terlalu besar dan gak akan tertutup juga. ''


ucap tukang kebun dan fasha terdiam sambil memeluk eka yang maih sesegukan.


''Kaya sarang burung gitu maksudnya?? ''


jawab fasha dan tukang kebun mengangguk.


''Bagaimana kamu mau gak apa yang di usulkan tukang kebunnya?? ''


ucap fasha bertanya pada eka yang ada di pelukannya.


''Boleh deh dan aku mau nambah koleksi bunga juga yah mas fasha. ''


ucap eka dan fasha mengangguk.


ucap fasha sambil memberikan uang kepada tukang kebun nya.


''Sambil nunggu tempat bunganya selesai, ikut mas ke kantor yah jangan di rumah karena nantinya kamu banyak tingkah dan kasihan tukang yang membuatkan sarang bunga nya. ''


ucap fasha dan eka mengangguk.


Fasha langsung membawa eka menuju kedalam kamar dan meminta eka untuk mengganti pakaiannya sedangkan fasha menerima panggilan telphone dari yoga.


Fasha kembali ke rumah lagi karena ada beberapa berkas yang tertinggal dan tanpa di duga malah meihat istrinya menangis seperti kehilangan sesuatu yang berharga.


Eka sudah rapih dan langsung menggandeng fasha menuju perusahaannya, eka saat ini patuh dan gak menolak seperti biasa kalau di ajak ke kantor.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di lobi perusahaan dan fasha langsung menggandeng eka menuju ruangannya.


Yoga ternyata sudah menunggu di dalam ruangannya dan eka langsung duduk di sofa sambil memainkan handphone milik fasha.


''Tuan renaldi sudah menunggu di ruang meeting bos, mau sekarang ke ruang meeting atau biar saya ajah yang mengurusnya?? ''


ucap yoga dan fasha terdiam sejenak.


''Kamu duluan dan nanti saya menyusul yoga, kamu jelaskan lebih rinci ke dia. ''


jawab fasha dan yoga mengangguk


''Sayang... kamu gak apa apa kan mas tinggal, ada sedikit masalah soalnya. ''


ucap fasha saat yoga keluar dari ruangannya dan menghampiri eka.

__ADS_1


''Yaudah sana urus ajah dan aku juga udah biasa menunggu disini kan. ''


ucap eka dan fasha mengangguk lalu mencium kening eka sebelum meninggalkan ruangannya.


Fasha langsung menuju ruang meeting untuk penjelasan perusahaan renaldi dan saat fasha masuk ke ruangan meeting dia terkejut karena tuan renaldi datang dengan seorang wanita.


''Apa dia mau menyogok dengan membawa wanita kehadapan saya, dasar tidak tahu malu. ''


gumam fasha sambil berjalan menuju kursi yang sudah di siapkan oleh yoga.


''Tuan fasha.... saya masih tidah habis fikir, kenapa anda menarik sahamnya dan itu membuat perusahaan saya anjlok drastis. ''


ucap kesal tuan renaldi dan membuat fasha tersenyum sinis melihatnya.


''Anda yang tidak tahu malu tuan renaldi, anda yang bekerja sama dengan perusahaan Gold Grup untuk menarik keuntungan dari saya, sudah sewajarnya saya menarik kembali saham saya. ''


ucap fasha dengan nada tegasnya.


''Apa urusannya dengan anda kalau saya kerja sama dengan perusahaan Gold Grup?? ''


ucap tuan renaldi dan membuat fasha kesal dan yoga yang menjawab.


''Gold Grup adalah perusahaan yang telah membajak disain dari perusahaan kami tuan renaldi dan anda sudah bisa mengerti kan, ini berkas kerjasama nya sudah bisa di tarik karena semua urusan selesai. ''


ucap yoga dan membuat tuan renaldi terdiam.


Tuan renaldi langsung terdiam dan fasha sibuk dengan handphone istrinya yang sedang dia pegang saat ini.


''Bisa kasih kesempatan gak tuan fasha, papa saya juga gak mengetahui masalah antara perusahaan anda dan perusahaan gold. ''


ucap raina yang ikut membela papa nya.


''Maaf karena saya masih banyak kerjaan dan silahkan urus semua dengan asisten saya karena semua keputusan saya adalah menolak. ''


ucap fasha sambil berdiri dan raina langsung mendekat ke arah fasha.


''Saya bersedia jadi jaminannya tuan kalau papa saya gak melakukan kerjasama dengan perusahaan gold untuk membajak disain perusahaan anda. ''


ucap raina yang menghadang fasha.


''Anda licik sekali tuan renaldi, menggunakan putri anda untuk menjerat saya, maaf saya tidak tertarik. ''


ucap fasha sambil berjalan menuju pintu dan menggeser raina untuk menjauh dan yoga pun langsung mengikutinya.


''Semua karena kamu raina, kenapa malah ikut segala kamu kesini. ''


ucap tuan renaldi dengan nada marah nya.


''Papa yang salah, raina harus ikut mulai sekarang kemanapun papa pergi, mama bilang papa kan mulai oleng dan ingat dengan mantan papa itu. ''


ucap raina dan membuat tuan renaldi kesal dan langsung meninggalkan raina di ruangan meeting.


Fasha saat ini sedang berjalan menuju ruangannya dan raina langsung memanggilnya.


''Tuan fasha kenalkan saya raina putri tunggal dari tuan renaldi, percayalah kalau papa saya tidak meminta saya untuk menjerat anda. ''


ucap raina dan fasha langsung meninggalkan raina namun dari arah pintu ruangannya eka sedang berdiri dan memperhatikan fasha.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2