PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
Pagi Pertama Sebagai Istri


__ADS_3

Eka tertidur pulas semalaman, hingga gedoran Fasha tidak terdengar olehnya semalam.


Seperti biasa Fasha bangun pagi dan berolah raga pagi, saat Fasha menatap pintu kamarnya Eka, seringai licik mulai ada di otak cerdasnya.


Fasha menggedor pintu hingga Eka terusik dan membuka matanya.


''Ya tuhan kenapa sih ganggu tidur ajah. ''


gumam Eka saat berjalan lunglai menuju pintu kamarnya.


Saat Eka membuka pintu betapa kagetnya dia melihat Fasha dengan pakaian olah raga di tubuhnya.


''Bagus kamu, ini sudah siang dan kamu masih bergulung dengan kenyamanan, semalam juga saya gedor sampai tidak bangun, ayo kamu bersih bersih dan ikut saya jogging pagi, kalau menolak saya akan membuat kamu menyesal. ''


ucap Fasha dan Eka hanya bisa mengangguk pasrah dengan semua yang Fasha titahkan.


Fasha masuk kedalam kamar dan duduk di sofa di dalam kamar Eka, Eka langsung ke kamar mandi dan sebelumnya membawa pakaian untuk memakainya di dalam kamar mandi, hanya sepuluh menit Eka selesai dengan mandi dan bersiap.


''Udah gak usah berdandan kamu, wajah jelek ajah bangga. ''


ucap Fasha saat Eka duduk dan menyisir rambutnya.


''Hei tuan setidaknya saya menyisir rambut dan saya bukan orang gila yah, keluar rumah tanpa menyisir. ''


protes Eka dan Fasha hanya mengangkat bahunya tanda tidak perduli.


Fasha langsung keluar kamar dan diikuti oleh Eka, Fasha benar benar mengerjai Eka dan meminta Eka terus berlari di sekitaran komplek hingga satu jam Fasha berhenti dan melakukan pendinginan pada tubuhnya, Eka langsung duduk dan berselonjoran kaki dia merasakan tubuhnya sangat lelah dan kakinya sakit.


''Kamu ini payah sekali baru keliling komplek sudah K O, mulai hari ini dan seterusnya kamu wajib olah raga pagi setiap hari tanpa kenal waktu, wajib setiap pagi dan jangan menolaknya. ''


ucap Fasha dan Eka hanya bisa diam karena malas kalau berdebat dengan laki laki yang maha benar.


''Hari ini kamu jangan masuk ke toko dulu, saya akan membacakan semua peraturan yang harus kamu patuhi selama menjadi nyonya RAFASHA PRAYOGA, mau tidak mau dan suka atau tidak suka. ''


ucap Fasha dan Eka tetap diam tanpa membalas ucapan Fasha dan membuat Fasha semakin kesal.


''Hei wanita aneh, kamu itu bisu yah kenapa gak menjawab ucapan saya. ''


ucap kesal Fasha dan Eka langsung kesal.


''Untuk apa saya jawab karena kalau saya protespun gak akan ada gunanya dan lebih baik saya mingkem karena itu lebih baik, saya sedang malas berdebat dengan tuan yang maha benar. ''


jawab Eka dengan sedikit berteriak dan membuat Fasha melototkan matanya.


''Saya hanya butuh jawaban kamu dan gak usah berteriak begitu, kuping saya tidak tuli. ''


''Iya maaf karena saya hanya kesal pada tuan. ''


''Terserah lah, ayo kita pulang sebelum kekesalan saya bertambah karena ucapan kamu yang membuat kepala saya sakit. ''

__ADS_1


ucap Fasha dan Eka hanya berjalan mengikuti Fasha.


Eka langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung memebersihkan tubuhnya yang lengket karena habis berolah raga.


''Wah.....kamar sudah rapih dan wangi sekali, gorden pun sudah di buka. ''


ucap eka saat masuk kedalam kamarnya yang sudah rapih dan bersih.


Eka langsung mandi dan segera memakai pakaiannya untuk segera keluar kamar sebelum tuan maha sempurna murka.


Saat Eka keluar kamar ternyata Fasha menuruni tangga dengan pakaian yang santai tanpa jas di tubuhnya.


Fasha tidak menghiraukan Eka dan langsung duduk di kursi meja makan, Eka langsung duduk dan sarapan pun di mulai, tidak ada obrolan sedikitpun di meja makan karena fasha paling anti kalau makan sambil berbicara.


Setelah selesai sarapannya Fasha meminta Eka ikut menuju ruang kerjanya dan Eka pun pasrah mengikuti Fasha menuju ruang kerjanya.


''Kamu harus dengarkan semua peraturan saya yang harus kamu patuhi dan hanya satu yang saya aturkan ke kamu. ''


ucap Fasha saat Eka duduk di kursi depan meja kerja Fasha.


''Peraturannya adalah, kamu harus menuruti semua yang saya ucapkan, karena itu adalah aturan untuk kamu. ''


''Tuan bisa tidak peraturannya lebih spesifik lagi, kan saya gak ngerti arti dari saya harus mengikuti semua ucapan tuan sebagai aturan. ''


ucap protes Eka dan Fasha menghela nafasnya kesal.


''Kamu itu bodoh sekali yah, pokonya aturannya adalah semua yang saya ucapkan ke kamu, itu adalah aturan yang harus kamu patuhi, semua hal tanpa terkecuali, jangan protes dan kamu cukup menuruti semua yang saya ucapkan. '''


''Kenapa kamu curhat tentang hidup kamu, saya gak perduli yah dan kamu hanya harus mengikuti semua ucapan saya tanpa berkata tidak. ''


''Baik tuan saya mengerti. ''


''Good Girl, nah gitu kan jadi enak di dengarnya, sebagai tugas pertama sebagai seorang istri, buatkan saya kopi tanpa gula dan bawa ke ruangan ini, jangan pembantu yang membawanya, kamu juga harus membuatnya sendiri. ''


ucap Fasha dan Eka mengangguk lalu keluar dari ruangan kerja Fasha dan menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Fasha.


Pekerja di dapur begitu menghormati Eka sebagai nyonya di rumah ini dan Eka pun tidak terlalu memusingkannya.


''Ada yang bisa saya bantu nyonya?? ''


ucap kepala pelayan yang melihat Eka sedang memanaskan air.


''Saya mau buatkan kopi tanpa gula pesanan tuan Fasha, cukup tunjukan dimana kopinya biar saya yang membuatkannya. ''


jawab Eka dan kepala pelayan memberikan kopinya pada Eka.


Eka langsung membuatkan kopi untuk Fasha dan setelahnya langsung mengantarkan ke ruang kerja Fasha.


''Tuan apa boleh saya melakukan sesuatu di rumah ini?? ''

__ADS_1


ucap Eka setelah menyimpan secangkir kopi di samping meja kerja Fasha.


''Terserah kamu ajah, asal jangan membuat keributan dan keluar dari rumah ini, keluar sana jangan ganggu saya yang sedang bekerja. ''


''Terimakasih tuan saya permisi. ''


ucap eka dan langsung keluar dari ruangan kerja Fasha lalu menyimpan nampan di dapur dan Eka berjalan jalan keluar rumah ke area halaman belakang rumah Fasha.


''Luas sekali halamannya dan sangat indah, seleranya boleh juga laki laki itu, yang di katakan ibu panti benar juga, kalau Fasha orangnya lembut dan sifat aslinya itu yang di tunjukan ke nona kayla, manis sekali. ''


gumam eka dan dia duduk di teras halaman belakang.


''Waah ada scooter juga nih, aku mau keliling dengan menggunakan ini. ''


ucap eka dan langsung menaiki scooter nya lalu mengelilingi rumah Fasha yang begitu luas.


Sedikit tentang Fasha, Fasha sengaja memberikan fasilitas lengkap untuk Eka, karena Fasha mengetahui kalau Eka adalah tulang punggung keluarganya dan Eka lah yang berusaha mencari uang untuk makannya dan mamahnya.


Fasha tipe orang yang lembut namun dia gengsi untuk menunjukan kelembutannya pada Eka, Fasha memang belum mencintai Eka namun Fasha tidak pernah menutup hati kalau suatu saat hatinya terisi oleh Eka, saat ini Fasha masih mencintai Kayla, gadis kecil masa lalunya namun Fasha sudah mengikhlaskan Kayla bahagia dengan suaminya sekarang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


..............................


__ADS_2