
Fasha dan eka saat ini langsung makan makanan yang di pesannya, eka begitu lahap memakan makanannya dan membuat fasha tersenyum dan mengambil sisa makanan di dagu eka.
''Pelan makannya sayang, gak ada yang akan ambil makanan kamu loh, kalau kurang bisa pesan lagi. ''
ucap fasha dan eka hanya tersenyum dan kembali memakan makanannya.
''Seharian aku di salon mas sampai tujuh jam dan melupakan makan siang juga, makanya sangat lapar nih perutku. ''
''Siapa suruh ke salon sampai lupa waktu, bekal cemilan harusnya jadi sambil ngemil kan bisa. ''
''Gak ahh malu sama mba mba salonnya. ''
''Ayo habiskan makannya dan kita ke kantor mas dulu yah, yoga ngabarin ada berkas yang harus di tanda tangani karena besok pagi akan di kirim. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
Selesai dengan makannya, eka memesan milk shake dan cemilan untuk di bawa ke kantor fasha dan fasha hanya geleng geleng melihat eka yang cuek dan tidak takut dengan memakan makanan banyak.
Fasha menggandeng lengan eka dan membuka pintu mobil, setelah eka duduk nyaman, fasha langsung mengemudikan mobil menuju perusahaannya.
''Lama gak mas fasha di kantornya?? ''
''Tergantung sayang. ''
''Tergantung apaan mas fasha, aneh sekali. ''
''Tergantung berkas yang mas kerjakan lah, kamu nanti kalau bosan dan kesal bisa istirahat di kamar pribadi di dalam ruangan mas, ada fasilitas lengkapnya jadi gak usah takut. ''
''OKe lah terserah mas fasha sajah. ''
ucap eka dan fasha hanya tersenyum dan melanjutkan mengemudikan mobilnya menuju perusahaan.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di perusahaan dan fasha langsung keluar dari mobil di susul eka yang keluar sambil membawa kantong berisi makanan dan minuman untuk menunggu nanti.
''Kamu duluan ke ruangan yah, mas mau meeting di ruangan itu. ''
ucap fasha menunjuk ruangan yang tidak jauh dari lift.
Eka langsung menuju ruangan fasha setelah fasha masuk ke ruangan meeting, eka langsung masuk kedalam ruangan pribadi fasha karena dia ingin merebahkan tubuhnya yang lelah.
Tak menunggu waktu lama eka langsung terlelap dalam tidurnya dan tidak mengenal tempat, dia akan terlelap asal menempel dengan bantal.
__ADS_1
Di ruang meeting saat ini fasha masih membahas soal pekerjaannya besok, fasha sampai tidak menyadari kalau ada eka di dalam ruangannya saking pusing dengan pekerjaannya.
Tiga jam kemudian fasha selesai meeting dan langsung menuju ruang kerjanya untuk menandatangani berkas yang akan di bawa besok menuju ke tempat proyek pengerjaan nya.
Yoga mengerutkan keningnya saat masuk melihat ada bungkusan dan ada tas wanita juga handphone.
''Bos sejak kapan ada barang wanita di ruangan ini, apa bos membawa wanita masuk?? ''
ucap yoga dan fasha langsung terdiam dari aktivitasnya.
Fasha langsung menepuk jidatnya karena dia sampai melupakan ada eka di ruangannya.
''Saya sampai lupa kalau ada istri saya di ruangan pribadi saya, saking pusing dengan kerjaan sampai melupakan dia. ''
ucap fasha dan yoga hanya menghembuskan nafasnya.,
''Ini berkas sudah saya tanda tangani, kamu pulang sajah dan malam ini saya mau menginap di kantor dan jangan lupa besok pagi kamu bawa makanan dan pakaian ganti untuk istriku, kalau bingung suruh pelayan di rumah siapkan pakaiannya dan kamu mampir untuk mengambilnya. ''
ucap fasha dan yoga mengangguk lalu meninggalkan ruangan bos nya.
Fasha langsung mengambil barang barang eka dan membiarkan makanan di luar, fasha tersenyum saat melihat eka sedang tertidur pulas di ranjang di dalam ruangan pribadinya.
Fasha langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya yang lengket karena keringat, fasha hanya menggunakan celana pendek dan membiarkan tubuh atasnya polos.
''Bisa bisanya dia tertidur pulas begitu di ruangan asing, sangat aneh sekali istriku ini. ''
ucap fasha sambil menggantungkan handuk di gantungan di dalam kamar mandi.
Fasha langsung menindih tubuh eka yang terlentang dan memulai aksinya, eka hanya melenguh saat fasha terus menciumi area sensitif di tubuhnya.
Dengan hati hati fasha melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh eka, namun eka tetap pulas tanpa terganggu sedikitpun.
Fasha yang kesal langsung melakukan penyatuan dan membuat eka langsung terbangun dan melototkan matanya.
''Mas fasha jahat sekali ganggu aku tidur, sakiit tau.''
ucap eka sambil meremas pundak fasha yang sedang memainkan keinginannya.
''Ayo tidur sajah biarkan mas yang akan menghukum kamu karena kamu gak menepati janji. ''
ucap fasha dan eka melototkan matanya karena fasha begitu cepat menghentaknya dan sedikit kasar.
__ADS_1
Eka yang masih belum terkumpul kesadarannya hanya bisa pasrah dengan semua yang fasha lakukan hingga satu jam fasha selesai dengan semua permainannya dan membuat eka langsung terdiam karena merasakan tubuhnya sakit karena fasha sedikit kasar memainkannya.
''Kamu kan sudah menghabiskan uangku sayang dan semua gak gratis, kamu harus melayani suamimu ini sampai pagi dan tidak ada penolakan. ''
ucap fasha dan eka langsung kesal dan memukul lengan suaminya.
''Perhitungan sekali kamu ini mas fasha. ''
ucap kesal eka sambil menyelimuti tubuh polosnya.
''Bukan perhitungan hanya balasan setimpal sajah, lagian kamu akan berdosa kalau menolak keinginan suamimu ini. ''
''Terserah mas fasha ajah deh. ''
jawab eka pasrah dan langsung terdiam karena fasha sekarang sudah menggerayangi kembali tubuhnya.
Fasha membuktikan ucapannya dan membuat eka pasrah karena fasha lagi dan lagi untuk menyentuhnya, entah apa yang membuat fasha bisa menggilai tubuh eka hingga tiap malam fasha selalu meminta hak nya bahkan lebih dari sekali pasti fasha tidak pernah absen dan malam ini pun di buktikannya kembali, permainan ranjangnya baru berakhir hingga tepat pukul empat pagi fasha menyudahi keinginannya karena fasha merasa lelah dan mengantuk.
Fasha langsung tertidur dan eka lebih dulu tertidur karena kelelahan.
Tepat pukul sembilan pagi eka membuka matanya dan merasakan tubuhnya sakit semua dan area inti nya begitu ngilu dan perih, eka memaksakan untuk bangun namun tubuhnya sangat lemas dan fasha membuka matanya saat mendengar tangisan eka.
''Maafkan mas yah sayang karena membuat kamu sampai kesakitan, mas gendong ke kamar mandi yah dan kamu berendam di bak rendam biar tubuh kamu lebih berkurang lelahnya. ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan menggendong eka menuju kamar mandi.
Fasha menyiapkan air hangat dan tetesan aromatherapy agar eka lebih nyaman saat berendam, setelah memastikan eka berendam fasha langsung keluar ruangan pribadinya untuk membawa pakaian ganti untuk eka yang sudah di bawa oleh yoga.
Yoga dan dela menundukan kepalanya langsung, saat melihat fasha keluar dari ruangan pribadinya dengan menggunakan celana pendek tanpa pakaian nya, rambut fasha yang acak acakan dan tubuh fasha yang penuh dengan tanda merah.
''Ngapain kalian disini, kamu yoga tolong minta OB untuk merapihkan ruangan kerja saya. ''
ucap fasha saat mengambil bungkusan makanan yang di bawa yoga dan pakaian ganti untuk eka.
,
,
,
,
__ADS_1
,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,