
Setelah sampai di kediaman mewahnya, fasha dan eka langsung istirahat ke kamar karena memang hari pun sudah malam.
Fasha selesai membersihkan diri bergantian dengan eka saat ini, fasha tersenyum saat pakaiannya sudah tersedia dan fasha langsung memakainya.
Fasha membuka handphone saat terdengar notifikasi dan ternyata yoga lah yang menghubungi dan memberitahukan besok pagi ada meeting pagi.
''Mudah mudahan besok pagi eka gak berulah dan aku bisa ke kantor pagi pagi. ''
gumam fasha dalam hatinya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang menunggu eka selesai bersih bersih.
''Mas fasha ngapain ngelamun gitu?? ''
ucap eka saat melihat fasha terlihat melamun.
''Siapa yang melamun, mas lagi melihat langit langit kamar ajah. ''
jawab fasha dan eka mengerutkan keningnya.
''Mas gak berfikir mau menikah lagi kan?? ''
tuduh eka dan membuat fasha melototkan matanya.
''Kamu ini kalau bicara jangan sembarangan, gimana kalau di aminkan sama malaikan dan emangnya kamu mau aku menikah lagi. ''
kesal fasha dan membuat eka memanyunkan bibirnya.
''Ayo sini naik ke ranjang dan tidur, gak baik wanita hamil bergadang malam malam karena kasihan dede bayinya ikut bergadang kalau mamanya masih membuka matanya juga. ''
ucap fasha dan eka langsung menurut untuk merebahkan tubuhnya di ranjang sambil mendekap tubuh fasha.
Fasha langsung mengusap punggung dan kepala eka hingga fasha tertidur pulas dan fasha pun langsung ikut menyusul eka tertidur pulas.
Pagi hari menjelang.....
Pagi ini eka selamat dari muntah muntahnya namun eka membuat fasha kelimpungan pagi pagi, eka merengek meminta ikut ke kantor sedangkan fasha akan seharian berada di luar perusahaan.
''Mas fasha mau ketemuan sama wanita lain bibi, makanya aku gak boleh ikut. ''
ucap eka saat memakan sarapannya dan bibi menemaninya.
''Bibi kurang mengerti nyonya, bibi jadi gak bisa kasih pendapat. ''
ucap bibi dan eka memanyunkan bibirnya.
Eka langsung diam dan memikirkan rencana agar bisa menyusul suaminya ke kantor, namun naas eka tidak memiliki cara sedikitpun.
Di perusahaan bagaskara saat ini fasha sedang mendiskusikan masalah resort yang akan di rampungkan akhir tahun ini, kalandra dan fasha begitu serius dengan semua berkas di hadapannya.
__ADS_1
Hingga tiba waktu makan siang fasha baru selesai dengan pekerjaannya bersama kalandra.
''Kak... kita makan siang di restoran keizha dulu, kebetulan om rangga sama kak rafqy juga ada disana, mau kan ikut gabung?? ''
ucap kalandra dan fasha terdiam.
''Jangan bilang belum move on dari kayla yah. ''
ucap kalandra kembali karena fasha terdiam tanpa menjawab pertanyaan kalandra.
''Hadeuuh.... kamu ini ngaco sekali kalandra, saya sudah punya istri yang saya cintai dan calon buah cinta kita juga, aku hanya bingung ajjah, lihat pengawal di rumah ngabarin istriku kabur diam diam dari rumah. ''
jawab kesal fasha dan kalandra langsung tersenyum dengan ucapan fasha.
''Makanya punya istri jangan di kurung ajah, biarkan bebas bergerak, jadinya gitu kabur terus kan. ''
ucap kalandra sambil membuka leptopnya dan langsung mendapatkan pencariannya.
''Kamu tau kan anak ayahnya eka sedang mengincar eka, tempo hari hampir eka di celakain tapi karena ada pengawal yang melihat jadi lolos. ''
ucap rangga dan kalandra mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.
''Hubungi istri kamu kak dan lihat, istri kamu sedang ada di ruang kerja kamu sekarang dan baru tiba sepertinya sih. ''
ucap kalandra sambil memberikan rekaman cctv ruangan fasha dan fasha bernafas lega.
''Yaudah saya pulang dan makasih kalandra, nanti yoga yang lanjutkan semua sisa pekerjaannya. ''
''Dasar bucin. ''
ucap kalandra sambil merapihkan berkasnya.
Di perusahaan fasha saat ini....
Eka sudah tiba di ruangan fasha dan langsung duduk karena fasha tidak ada di tempat, namun sekertarisnya memberitahukan kalau fasha akan kembali setelah jam makan siang.
''Punya suami gak ada peka nya sama istri yang lagi hamil, udah tau aku mau ikut ke kantor tapi gak boleh, biasanya aku selalu di paksa buat ke kantor, aneh kan dan ada apa coba?? ''
kesal eka mendumel sambil berjalan keluar dari ruangan fasha untuk menuju ke lobi utama.
Eka langsung berjalan keluar menuju pintu utama setelah keluar dari lift, semua menunduk hormat saat berpapasan dengan eka.
Eka berbinar saat melihat pedagang siomay dan langsung menghampiri penjaga yang sedang berjaga.
''Pak satpam cepat suruh pedagang siomay itu kesini masuk ke lobi depan, saya mau soalnya. ''
ucap eka dan petugas keamanan langsung terdiam.
__ADS_1
''Ayo panggil sana lari pak, saya mau soalnya dan kalau saya lari gak mungkin karena saya sedang hamil, mau anak saya keguguran karena saya lari. ''
ucap eka kembali dan keamanan langsung berlari memanggil pedaganga siomay yang di tunjuk eka.
Eka tersenyum senang karena keinginannya akan terpenuhi saat ini, tak lama menunggu pedagang siomay datang dengan keamanan yang memanggilnya.
''Makasih pak satpam, jangan takut saya yang bertanggung jawab soal semuanya yah. ''
ucap eka meyakinkan keamanan yang terlihat seperti tidak nyaman.
Eka langsung membeli siomay nya di bungkus pake plastik dan eka begitu senang terus tersenyum dengan makanan yang di inginkannya.
Semua karyawan yang melintasinya langsung di tawari siomay dan eka lah yang memborong siomay nya, sedang asik dengan siomaynya mobil fasha berhenti tepat di depan lobi perusahaan.
''Yoga.... apa apaaan ini, kenapa lobi utama seperti pasar sajah. ''
ucap kesal fasha sambil keluar secepat mungkin dari mobil.
''Apa apaan kalian ini, siapa yang mengijinkan pedagang masuk ke area perusahaan?? ''
ucap fasha dengan nada marah dan belum mengetahui kalau eka ada di sekitar orang orang yang sedang mengambil siomay nya.
''Aku yang bawa abang siomay kesini, kenapa emangnya gak boleh?? ''
ucap eka sambil menenteng plastik berisi siomay dan memakannya.
Fasha langsung lemas seketika melihat tingkah ajaib istrinya dan membuat fasha kesal.
''Oh tuhan..... kenapa eka lagi eka lagi yang berulah. ''
gumam fasha dalam hatinya sambil menatap kesal ke arah istrinya saat ini yang dengan cueknya memakan siomay di hadapannya.
Setelah semua siomay pedagang habis, karyawan bubar kembali masuk kedalam perusahaan sedangkan eka langsung membayar tagihannya bahkan di lebihkan.
''Terimakasih neng karena sudah memborong siomaynya dan saya permisi. ''
ucap abang siomay dan eka mengangguk tersenyum.
Fasha hanya melongo melihat kelakuan istrinya dan menatap tajam satu persatu keamanan yang berjaga di lobi utama.
''Mas fasha ngapain melototin pak satpam, mereka gak salah tapi aku yang maksa jadi ayo marah ke aku pelototin aku ajah, jangan menyalahka pak satpam nya yah awas ajah. ''
ancam eka dan membuat fasha menghembuskan nafasnya.
Eka langsung berbalik dan masuk kedalam perusahaan kembali meninggalkan fasha yang sedang dalam keadaan kesal saat ini.
''Kalau bukan wanita yang aku cintai dan calon ibu dari darah dagingku, udah aku kirim kamu ke kutub yah eka dan kamu membuat kesal ajah dengan ulah kamu yang nyeleneh itu. ''
__ADS_1
gerutu kesal fasha sambil berjalan menyusul eka yang sudah masuk terlebih dahulu.
TBC........