PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
S2 - Raina berulah..... ( part 2 )


__ADS_3

Nama eka di panggil dan fasha langsung membantu eka untuk berdiri dan menggandeng eka menuju ruang pemeriksaan.


Ayah renaldi dan mama meli memilih menunggu di kursi tunggu, hanya fasha yang mengantar eka masuk.


Di dalam ruangan pemeriksaan eka langsung di bantu menuju berangkar untuk di lakukan USG.


Suster langsung membantu eka dan dokter langsung menggerakan alatnya.


''Lihat ini janinnya sudah sempurna yah, mau tau jenis kelaminnya gak?? soalnya ini jelas banget lagi nampak nih. ''


ucap dokter dan di setujui oleh fasha.


''Boleh dokter, biar kita juga bisa persiapkan semuanya sesuai jenis kelaminnya. ''


jawab fasha dan dokter mengangguk sedangkan eka tetap fokus pada layar monitor.


''Jenis kelaminnya laki laki yah dan terlihat sekali sangat tampan. ''


ucap dokter saat memperbesar di area wajah babby nya.


Setelah selesai USG nya eka di bantu kembali oleh suster untuk merapihkan bekas USG nya dan eka langsung duduk di samping fasha.


''Begini yah bu, di usahakan jangan terlalu banyak pikiran dan usahakan juga tetap santai karena saya lihat barusan dedenya tegang itu karena efek bundanya yang tegang, tekanan darah ibu juga agak tinggi barusan di cek. ''


ucap dokter dan eka mengangguk.


''Memang akhir akhir ini saya banyak pikiran dokter dan udah beberapa hari ini perut saya juga gak nyaman sekali, apa itu ngaruh yah ke dede bayinya?? ''


ucap eka sambil mengelus perutnya.


''Sangat mempengaruhi dede nya ibu, kalau bisa lebih santai lah dan jalan jalan pagi kalau bisa biar perutnya terkena sinar matahari pagi, pokonya positif ajah pikirannya biar ke ibu dan dede nya santai, karena dede di dalam kandungan itu lebih peka kalau bundanya sedang tidak baik baik ajah, jangan lupa minum vitaminnya yah saya resepkan, ada yang di tanyakan lagi gak ibu?? ''


ucap dokter sambil memberikan resepnya dan di terima oleh fasha.


''Gak ada dokter dan makasih. ''


ucap eka dan dokternya mengangguk.


''Yasudah kalau tidak ada yang di tanyakan lagi, sampai ketemu bulan depan dan semoga sehat selalu ibu. ''


ucap dokter dan eka tersenyum.


Fasha langsung menggandeng eka menuju keluar ruangan pemeriksaan dan langsung menuju pengambilan obat, fasha enggan membiarkan eka menunggu di ruang tunggu karena ada raina disana.


''Kamu jangan tegang tegang yah sayang, kasihan dede di dalam kandungannya. ''

__ADS_1


ucap fasha saat setelah memberikan resep ke bagian farmasi.


''Gak tegang gimana mas, tatapan raina memancarkan kebencian barusan tuh, aku takut dia nekad berbuat sesuatu ke aku. ''


keluh eka dan fasha langsung menggenggam tangan eka.


''Jangan takut sayang, ada mas yang akan menjaga kamu dari wanita itu, santai yah. ''


ucap fasha menenangkan eka dan eka mengangguk.


Mama meli dan ayah renaldi langsung menghampiri eka yang duduk di depan kursi tunggu farmasi.


''Gimana pemeriksaannya sayang?? ''


ucap mama meli dan eka menatap fasha untuk meminta fasha menjelaskan kepada mamanya.


''Kondisinya baik mama dan calon anak kita jenis kelaminnya laki laki. ''


jawab fasha dan mama meli langsung tersenyum.


''Syukur lah cucu pertama mama laki laki ternyata, kamu harus santai yah jangan banyak fikiran eka, bahaya untuk janin kamu juga. ''


ucap bahagia mama meli dan eka mengangguk.


Setelah selesai dengan urusan obatnya fasha langsung mengajak eka untuk pulang, eka di gandeng oleh mama meli dan ayah renaldi juga fasha terlebih dahulu menuju parkiran.


ucap mama meli di sela sela berjalan menuju area depan klinik.


''Iya mama eka juga senang tapi kan mas fasha pernah bilang, mau laki laki ataupun perempuan sama ajah yang penting selamat pas lahirannya. ''


ucap eka dan mama meli hanya tersenyum.


Saat akan sampai di pintu tiba tiba eka terjatuh dan membuat mama meli menjerit, fasha langsung berlari menghampiri eka dan menatap tajam ke arah raina.


''Keamanan tangkap wanita itu yang telah melakukan kejahatan kepada istri saya. ''


ucap fasha menggelegar sambil menujuk raina yang akan kabur dan keamanan langsung menangkap raina.


''Mas fasha perut aku sakit banget... ''


tangis eka pecah saat merasakan perutnya sakit.


Fasha langsung menggendong eka dan membawanya ke UGD untuk di tangani, mama meli terus menangis dan ayah renaldi langsung membawa raina ke ruang keamanan.


''Mama jaga eka dulu, fasha mau memberikan pelajaran pada wanita gila itu mama. ''

__ADS_1


ucap fasha dan mama meli mengangguk.


Fasha langsung berlari menuju ruang keamanan dan menelphone polisi untuk memenjarakan raina dengan kejahatannya.


''Saya pernah memperingati kamu raina, terjadi sesuatu kepada istri saya dan itu ulah kamu, saya akan memberikan hukuman setimpal, saat ini istri dan anak saya sedang berjuang hidup dan mati, jika sesuatu terjadi kepada salah satunya, saya pastikan kamu akan membusuk di dalam penjara. ''


ucap fasha saat sampai di ruang keamanan dan tidak lama polisi datang.


Fasha langsung meminta keamanan memberikan rekaman cctv saat raina membuat eka terjatuh, raina langsung di bawa oleh polisi dan ayah renaldi begitu sedih melihat kelakuan jahat raina.


Fasha langsung kembali ke dalam klinik karena mama meli menghubunginya.


''Gimana keadaan eka mama?? ''


ucap fasha dan mama meli langsung menangis.


Dokter keluar ruangan UGD dan fasha langsung memghampirinya.


''Istri anda pendarahan dan harus di lakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan janin dan ibunya, silahkan tanda tangani surat pernyataan nya yah tuan. ''


ucap dokter dan fasha langsung menandatanganinya.


''Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan anak dan istri saya dokter. ''


ucap fasha saat setelah menandatangani berkas pernyataannya.


Ayah renaldi langsung menenangkan mama meli yang terus sajah menangis, fasha hanya diam dan tidak banyak berbicara.


Saat ini eka sedang di tangani di ruang operasi dan yang lainnya menunggu di depan pintu ruangan operasi, fasha menghubungi yoga untuk mengurus raina dengan kejahatannya.


''Kenapa sih aldi kamu harus punya anak sejahat itu, apa dosa eka coba dan bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan eka dan bayinya. ''


ucap mama meli sambil menangis dan ayah renaldi hanya diam karena memang semua kesalahannya.


''Mama jangan menyalahkan ayah lagi yah, kita berdoa ajah sekarang semoga eka dan bayinya selamat. ''


ucap fasha menengahi dan mama meli mengangguk.


Hingga dua jam kemudian terdengar suara tangis seorang bayi dan membuat fasha juga kedua orang tua eka bernafas lega karena bayinya baik baik saja, namun fasha tetap takut dengan kondisi eka yang belum ketahuan bagaimana keadaannya.


..............


tbc.


Hai kakak kakak semuanya satu episode selanjutnya akan tamat yah cerita dari EKA & FASHA, jangan lupa tinggalkan like, komentar, hadiah dan voute nya.

__ADS_1


TERIMAKASIH DAN TETAP JAGA KESEHATAN.


__ADS_2