PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
Sakit Seperti Di iris Tapi Tidak Berdarah


__ADS_3

Fasha masuk kedalam ruangannya dan langsung masuk kedalam ruangan pribadinya, fasha tersenyum saat melihat eka tertidur pulas sambil memeluk guling.


''Pulas banget kamu tidurnya sayang, maaf karena semalam kamu harus bergadang, nyenyak yah bobok nya sayang. ''


ucap fasha sambil mencium kening eka.


Fasha menyelimuti tubuh eka dan menghidupkan AC nya, setelahnya fasha langsung keluar kamar pribadi dan kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan memeriksa berkas berkasnya.


Fasha begitu serius dengan kerjaannya dan sangat teliti, fasha akan sangat mengetahui kalau ada kesalahan sekecil apapun.


Pintu ruangan fasha di ketuk dan dela lah yang masuk.


''Maaf bos ada nona Ananti di luar, katanya sudah janjian akan bertemu dengan bos. ''


ucap dela dan fasha mengerutkan keningnya.


''Siapa Ananti?? gak kenal saya Dela. ''


jawab fasha yang melanjutkan kembali pekerjaannya.


Tiba tiba pintu terbuka dan tamu wanita langsung masuk dan duduk di sofa.


Fasha menatap tajam pada wanita itu dan meminta dela untuk keluar dari ruangannya.


''Kenapa kamu gak ingat dengan saya, kamu lupa siapa saya. ''


ucap wanita itu dan fasha langsung mendengus sebal.


''Mau apa kamu kesini, saya sudah tidak mau berurusan dengan kamu, perusahaan ayah kamu sudah saya suntikan dana dan itu sangat besar. ''


ucap fasha dengan nada kesal dan wanita itu langsung beranjak menghampiri kursi fasha.


Sungguh saat ini fasha sangat gusar takut eka keluar dari ruangan pribadinya dan akan melihat ananti sedang bersamanya.


''Sejak kapan kamu mempunyai tanda merah seperti ini dan ini banyak sekali, jangan jangan dada kamu banyak sekali tandanya. ''


ucap ananti sambil membuka kancing kemeja fasha.


''Stop ananti jangan sentuh saya. ''


ucap kesal fasha sambil menepis tangan ananti yang sedang menyentuh dada nya.


Ananti seolah tuli dan terus membuka kancing kemeja fasha, bahkan ananti mendorong tubuh fasha untuk duduk dan ananti dengan tidak tahu malunya duduk di pangkuan fasha dan melihat tanda yang begitu banyak.


Di ruangan pribadi fasha saat ini, eka membuka matanya saat mendengar teriakan fasha dan eka langsung keluar, eka tercengang melihat wanita yang begitu intim dengan suaminya, wanita duduk di pangkuan fasha.


''Sedang apa kalian berdua?? ''


teriak eka dan fasha langsung mendorong ananti hingga ananti terjatuh ke lantai.


''Sayang, ini semua salah faham dan dia yang terus memaksa melihat tanda di dadaku. ''


ucap fasha sambil memegang tangan eka namun eka menepisnya.

__ADS_1


''Kamu ini tega sekali mas fasha, mesum di ruangan yang ada istrinya, ingat tempat dan setidaknya jangan dihadapanku. ''


teriak eka sambil berlari keluar ruangan fasha.


''Semua gara gara kamu wanita gila. ''


teriak fasha sambil menunjuk ananti dan ananti malah tersenyum senang melihatnya.


Fasha langsung mengejar eka namun sayang pintu lift sudah tertutup dan fasha menunggu lift kembali ke atas.


Di ruangan fasha saat ini.


''Fasha itu aneh sekali, memilih wanita yang di jadikan istri nya itu sangat kampungan sekali, aku lebih dari segalanya dan lihat sajah, aku akan merebut kamu dan membuat kamu menceraikan wanita itu. ''


gumam ananti sambil mengambil tas nya dan segera keluar dari ruangannya fasha.


Ananti adalah anak dari seorang wanita yang dulu menolong fasha saat fasha kecelakaan di kanada, ananti terus mengejar fasha namun fasha tidak pernah menyukainya karena sejak awal hati fasha hanya untuk kayla, ananti terus melancarkan aksinya agar bisa membuat fasha menerimanya, namun fasha tetap menutup hatinya.


Segala cara sudah di lakukan ananti namun tetap fasha tidak dapat di taklukannya, bahkan ananti rela tidur dengan fasha namun fasha tetap menutup diri dan menolak ananti.


Di tempat eka berada saat ini....


Eka terus berlari dan entah dimana dia saat ini, eka begitu cepat dengan urusan berlari, makanya eka tidak bisa di kejar.


Eka duduk di sebuah trotoar kecil dan menekuk kakinya, eka begitu sakit melihat wanita duduk di pangkuan fasha dan kemeja atas fasha terbuka.


''Ya tuhan rasanya begitu sakit dan semua ini seperti luka teriris tapi tidak berdarah tapi sakit sekali, kenapa aku bisa mencintai dia sedalam ini, hingga sakit yang kurasa saat ini. hiks.... hiks.... hiks. ''


gumam eka sambil menangis dan menundukan kepalanya.


Fasha terus mencari eka namun tidak menemukannya, bahkan fasha belum menyadari kalau kemeja nya terbuka.


''Kamu dimana sayang semua hanya salah faham, aku mohon segera pulang. ''


ucap fasha yang berjalan gontai menuju perusahaannya.


Yoga langsung menghampiri fasha dan membawa fasha menuju ruangannya.


''Bos sebaiknya ganti pakaian nya dan kita cari nyonya bersama sama, lihat pakaian bos sudah tidak karuan sekarang. ''


ucap yoga dan fasha mengangguk lalu masuk kedalam kamar pribadinya.


''Tadi kamu masih tidur pulas disini tapi sekarang kamu pergi sayang, aku mohon pulanglah ke rumah. ''


gumam fasha sambil mengelus bantal yang tadi eka pergunakan.


Fasha langsung mengganti pakaiannya dan segera keluar untuk menghampiri yoga.


''Gimana kamu sudah dapat petunjuk nya?? ''


ucap fasha dan yoga menggelengkan kepala nya.


''Cari istri saya sampai ketemu yoga, saya akan pulang siapa tau dia sudah di rumah. ''

__ADS_1


ucap fasha dan yoga mengangguk.


Fasha langsung keluar dari ruangannya menuju rumahnya dan yoga langsung meminta bantuan orang kepercayaannya untuk mencari eka.


Fasha mengemudikan mobilnya sendiri dan hanya dua puluh menit fasha sampai di rumah.


''Bibi, apa istri saya sudah pulang?? ''


ucap fasha saat kepala pelayan menghampirinya.


''Tidak ada tuan, nyonya belum pulang dari kemarin. ''


jawab kepala pelayan dan fasha langsung frustasi.


''Kalau istri saya pulang, pastikan dia diam di rumah dan tutup semua akses keluar, saya akan ke rumah mertua saya untuk mencari istri saya. ''


ucap fasha sambil keluar dari rumahnya dan kepala pelayan mengiyakannya.


Fasha langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kediaman mertuanya, tiga puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman mertuanya dan fasha langsung masuk.


''Kok sepi sekali rumahnya yah. ''


gumam fasha sambil menekan bel pintu rumahnya namun tidak ada yang menyahutnya.


Fasha duduk di kursi depan rumah dan menunggu mamah mertuanya sampai datang, menunggu satu jam akhirnya mamah mertuanya datang dan mamah mertuanya mengerutkan keningnya.


''Loh menantu mamah kok di luar sih, bukannya masuk. sajah karena mamah gak kunci pintunya. ''


ucap mamahnya eka sambil membuka pintu rumahnya.


''Mamah, maaf fasha gak bisa lama disini nya karena fasha ada urusan lagi, apa eka ada pulang kesini?? ''


ucap fasha dan mamah mertuanya menggelengkan kepalanya.


''Eka gak ada datang nak fasha, emangnya anak itu kemana sampai kamu cariin segala?? ''


''Gak kenapa kenapa mamah, cuma fasha hanya ingin memastikan ajah, kalau begitu fasha pamit yah mamah dan kalau eka ada pulang, tolong tahan jangan sampai dia pergi lagi. ''


''Baik, nanti mamah kabarin kamu yah dan kamu hati hati bawa mobil nya. ''


ucap mamahnya eka dan fasha mengangguk lalu menuju mobilnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.................


__ADS_2