PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
S2 - Keresahan hati Fasha.....


__ADS_3

Setelah urusan fasha selesai di kantornya, fasha langsung mengajak eka segera menuju restoran yang sudah di pesan.


Eka terus tersenyum sambil menggandeng lengan fasha dan membuat fasha menggelengkan kepalanya karena eka terlihat menggemaskan.


''Ada apa dengan kamu sih?? terus senyum senyum mesum gitu, awas fikiran kamu mesum. ''


ucap fasha dan membuat eka langsung cemberut.


''Kamu ini jahat sekali mas, aku gak senyum mesum tapi senyum bahagia. ''


protes eka dan membuat fasha tersenyum.


''Habisnya, senyum kamu sama seperti senyum kalau kita lagi di ranjang. ''


bisik fasha pada telinga eka sambil mencium pipi nya eka.


''Kamu mesum bukan aku kalau gitu, aku bahagia karena kamu nurutin maunya aku tau. ''


kesal eka yang reflek memukul lengan fasha.


''Iya iya sayang maafkan suamimu ini dan mas senang karena kamu bahagia. ''


ucap fasha mengalah dan membuka pintu mobilnya agar eka segera duduk.


Sepanjang perjalanan menuju restoran eka hanya diam dan memperhatikan sekeliling jalanan, sesekali eka tersenyum dan fokus kembali ke arah depan.


Fasha hanya mengelus kepala eka dan tersenyum dengan tingkah istrinya yang begitu menggemaskan.


Hanya sepuluh menit mobil sampai di sebuah restoran mewah dan bukan restoran milik ayahnya eka.


Eka menggandeng lengan fasha menuju masuk ke area restoran dan seorang pelayan membawanya menuju kursi khusus yang di pesan fasha.


''Waah ternyata kamu memang suami paling terbaik, restorannya nyaman dan suasananya romantis. ''


ucap eka saat sampai di meja khusus yang jauh dari jangkauan orang orang dan hanya mereka berdua yang menempati.


''Mas juga sudah memesan makanan spesial untuk menemani makan malam kita ini, semoga kamu suka dengan makanannya. ''


ucap fasha dan eka mengangguk tersenyum.


''Mas kan tau kalau aku suka semua makanann jadi apapun pilihannya aku akan menerimanya. ''


jawab eka dan fasha mengangguk.


Tak lama menunggu makanan yang di pesan fasha pun di tata di meja dan membuat eka berbinar karena eka sangat suka daging dan di hadapannya adalah makanan berbahan daging.


''Ayo di makan sayang kenapa hanya di lihat sajah. ''


ucap fasha yang memperhatikan eka sedang meneliti satu persatu makanannya setelah pelayan menata di meja.


''Oke deh, selamat makan suamiku..... ''

__ADS_1


ucap riang eka sambil bersiap memakan makanan di hadapannya.


Eka begitu lahap memakan makanannya dan fasha sesekali melirik eka yang begitu lahap memakan makanannya.


Fasha menghela nafasnya dan bingung memulai pembicaraannya, ada masalah di kanada dan dia harus turun tangan langsung.


''Mungkin nanti di rumah aku bicarakan dan sangat butuh bantuan ayah untuk menemani eka selama aku pergi ke kanada nanti. ''


gumam fasha dalam hatinya sambil menatap eka yang sedang makan.


''Mas fasha kenapa melamun sih?? ''


ucap eka dan membuat fasha tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


''Gak ko sayang, mas hanya senang melihat kamu makannya lahap gitu. ''


jawab fasha dan eka hanya mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya.


Setelah makan malam selesai fasha langsung mengajak eka pulang karena malam pun semakin larut, eka yang kelelahan dan kekenyangan pun langsung tertidur pulas.


Fasha tersenyum sambil mengusap pipi eka yang lembut dan eka tidak terusik sedikit pun.


Beberapa menit kemudian mobil sampai di rumah, fasha langsung menggendong eka dan meminta bantuan pelayan untuk membuka pintu kamarnya.


Fasha dengan penuh kehati hatian merebahkan tubuh eka di ranjang lalu menyelimutinya dan mencium kening eka.


Fasha kembali keluar kamar karena ayah mertuanya sudah tiba di rumahnya dan fasha langsung mencium tangan nya saat menghampiri ayahnya eka.


ucap fasha saat setelah duduk di sofa di ruang keluarga.


''Gak apa apa kamu ini kaya ke siapa ajah, lagian demi putri ayah pasti ayah sempatkan dan sebenarnya ada apa sampai mendesak kamu harus pergi?? ''


ucap tuan renaldi dan fasha menghembuskan nafasnya.


''Perusahaan di kanada sedang ada masalah, fasha juga kesana nanti dengan presdir bagaskara, ada yang berniat gak baik lagi dengan perusahaan di kanada, asisten fasha yang menangani sampai gak sanggup dan dengan terpaksa fasha yang harus menanganinya. ''


ucap fasha dengan nada sedikit resah.


''Kalau emang harus kamu yang turun tangan lebih baik cepat urus yah, biar eka ayah yang jaga karena eka juga gak mungkin harus ikut kamu terbang ke kanada, usia kandungan masih muda dan sangat bahaya untuk eka juga. ''


''Iya ayah dan makasih, tapi fasha bingung harus dari mana menjelaskannya ke eka, takut eka marah dan ingin ikut ke kanada. ''


''Kalau menurut ayah sih eka akan mengerti, asal kamu menjelaskannya lebih detail ajah, eka juga gak akan egois juga kayanya dan harus memikirkan bayi yang ada di dalam kandungannya. ''


''Mudah mudahan eka mau mengerti dan gak berbuntut panjang, eka sekarang emosinya sedikit labil ayah semenjak hamil. ''


''Nanti ayah bantu bicara kalau eka marah, oh iya....berangkatnya kapan memangnya?? ''


''Besok malam sih berangkatnya karena besok juga fasha harus mengurus berkas nya di perusahaan bagaskara. ''


''Ada waktu besok pagi buat penjelasan ke eka, sekarang kamu istirahat ajah yah udah malam dan ayah juga jadinya menginap lagi disini. ''

__ADS_1


''Yaudah.... fasha istirahat dulu ya ayah, kalau butuh apapun tinggal bilang ke bibi. ''


Fasha langsung menuju kamarnya untuk istirahat, fasha terdiam saat melihat wajah tenang eka saat tertidur pulas.


''Semoga besok kamu gak merajuk dan mengijinkan mas untuk pergi ke kanada. ''


ucap fasha sambil mengelus kepala eka.


Pagi hari menjelang....


Fasha tersentak saat mendengar suara muntah muntah di kamar mandi, saat tersadar fasha langsung menuju kamar mandi dan membantu memijat pundak eka.


''Kamu kenapa sayang?? ''


ucah khawatir fasha sambil mengelap mulut eka dengan tissu.


''Gak tau mas mual banget perutnya dan biasanya kan gak pernah gini. ''


jawab eka dan fasha langsung menggandeng eka membawanya keluar dari kamar mandi.


''Duduk yah, mas mau minta bikinkan teh hangat untuk kamu dulu ke bibi. ''


ucap fasha dan eka mengangguk.


Tak berselang lama fasha masuk dengan secangkir teh hangat manis untuk eka dan eka langsung meminumnya karena teh nya hangat tidak panas.


''Mau mas panggilkan dokter buat periksa kamu yah sayang?? ''


ucap fasha dan eka menggelengkan kepalanya.


''Gak usah mas fasha kan kalau pagi emang suka mual tapi biasanya gak sampai muntah tapi pagi ini perutnya seperti muter muter. ''


ucap eka dan fasha langsung mencium kening eka.


''Yasudah mas mau mandi dulu yah udah hampir jam tujuh soalnya. ''


ucap fasha dan eka mengangguk.


Setelah merasa baikan eka langsung menuju ruang ganti menyiapkan pakaian kerja untuk fasha, eka duduk di sofa sambil menunggu fasha selesai bersiap.


''Loh kamu kok malah duduk di sofa, bukannya istirahat ajah sayang dan nanti sarapan biar di antar ke kamar ajah yah sama bibi. ''


ucap fasha saat keluar dari kamar mandi.


''Gak usah mas, aku ini hamil dan bukan sakit parah juga kan. ''


jawab eka sambil membantu fasha bersiap.


''Kalau keadaan kamu gini bagaimana mas bisa meninggalkan kamu sayang, mas khawatir sekali. ''


gumam fasha dalam hatinya sambil menatap wajah eka yang sedang fokus mengkancingkan kemeja fasha.

__ADS_1


tbc.......


__ADS_2