
Saat ini raina langsung menuju kediaman rumahnya dan menangis karena merasakan sakit atas tamparan papanya tadi di hadapan orang banyak.
''Awas ajah aku adukan mama ya papa, pantesan papa ngotot ingin kerjasama dengan perusahaan itu, ternyata terhubung dengan wanita penggoda itu dan ternyata wanita penggoda itu melahirkan anak wanita juga, awas ajah aku akan merebut fasha dan tidak akan membiarkan anak dari wanita penggoda itu mendapatkan fasha. ''
ucap raina dengan nada yang kesal sambil mengemudikan mobilnya.
Raina tiba di rumah nya dan langsung mencari mama nya, tuan renaldi pun tiba di rumah dan langsung menyusul raina menuju kedalam rumah.
''Mama... hiks.. hiks.... papa jahat maa. ''
ucap raina saat sampai di rumah dan memeluk mamanya dalam keadaan menangis.
''Papa kamu jahat kenapa sayang?? ayo jelaskan karena mama gak ngerti. ''
jawab mamanya raina dan membuat raina terdiam sambil menangis.
''Jangan di percaya semua ucapan yang keluar dari mulut raina saat ini hera, putrimu sudah membuatku malu dan muak. ''
ucap tuan renaldi dengan amarahnya dan membuat istrinya tersentak.
''Bohong mama, ternyata papa mati matian ingin kerjasama dengan perusahaan fasha itu karena fasha terhubung dengan wanita penggoda itu mama, wanita yang merebut papa saat mama hamil aku. ''
ucap raina dan membuat mamanya tersentak.
''Apa betul yang di ucapkan raina?? pantas kamu semangat sekali menjalin kerjasama dan alasannya karena ****** itu. ''
ucap mamanya raina sambil berjalan menghampiri tuan renaldi.
''Jaga ucapan kamu hera, kamu lupa siapa yang menjebakku dan membuatku terpaksa kembali kepadamu dengan ancaman kamu saat itu, ****** disini bukan meli tapi kamu, kamu hadir di tengah tengah aku dan meli lalu menjeratku untuk meninggalkan meli, jaga ucapan kamu dan didik putrimu itu. ''
ucap lantang tuan renaldi sambil berlalu menuju ruang kerjanya.
Raina langsung membeku saat mendengar ucapan papanya sedangkan mamanya raina terdiam dan langsung menangis mendengarkan ucapan suaminya yang mengetahui semua kejahatan masa lalunya.
''Mama.... apa maksud yang papa ucapkan barusan??jelaskan karena raina gak ngerti. ''
ucap raina sambil mengguncang pundak mama nya yang sedang menangis.
''Semua karena kamu raina, andai kamu diam dan jangan mengusik pekerjaan papa kamu, semua gak akan terjadi seperti ini, kamu tau mama susah payah mendapatkan papa kamu. ''
ucap kesal mamanya raina sambil berjalan menuju kamarnya dan membuat raina terdiam.
__ADS_1
''Kenapa jadi aku yang di salahkan, harusnya papa yang di salahkan karena masalah ini. ''
teriak raina sambil merosok ke lantai dan menangis kencang.
Di kediaman tuan renaldi sedang terjadi kekawana dan di perusahaan fasha pun sedang terjadi ketegangan karena mamanya eka menangis terus, sedangkan eka hanya diam dan sesekali menenangkan mamanya.
Fasha hanya bisa diam sambil menunggu mama mertuanya tenang dan berhenti menangis.
''Mama udah dong jangan nangis terus, gak guna loh kalau kita menangisi sesuatu yang gak menguntungkan kita, anggap lah yang barusan terjadi itu seperti angin lewat, mama kuat dan eka yakin mama bukan wanita yang di tuduhkan barusan. ''
ucap eka saat mamanya menangis.
''Maafkan mama yah eka, semua terjadi karena kecerobohan mama. ''
ucap mamanya eka dan eka menggelengkan kepalanya.
''Semua terjadi atas ijin tuhan dan kita hanya bisa menerimanya dan melaluinya, eka yakin mama adalah wanita terhebat karena tangan mama lah yang merawat eka saat eka terlahir di dunia ini, eka gak peduli dengan apa yang orang lain bicarakan, karena bagi eka mama adalah contoh ibu terbaik di dunia ini. ''
ucap eka dan mamanya mengangguk.
Eka langsung menghapus air mata mamanya dan memeluk erat tubuh mamanya saat ini, fasha menghela nafasnya dan tersenyum menatap interaksi ibu dan anak di hadapannya saat ini.
ucap mamanya eka saat melepaskan pelukannya.
''Eka gak mau bertanya karena mama sendirilah yang akan menjelaskan semuanya kepada eka di waktu yang tepat, eka gak mau mama mengingat kenangan buruk itu lagi. ''
ucap eka dengan nada tulus dan mamanya mengangguk.
''Udah yaah sedih sedihnya, sekarang mas mau tanya sama kamu sayang, ada apa menyusul ke kantor sama mama lagi?? ''
ucap fasha dan eka langsung menepuk jidatnya.
''Ya ampun sampai lupa niat kita kesini mau apa mama, tadi pas kamu berangkat ke kantor, gak lama mama datang dan mama mau ketemu kamu mas, mama ngajakin aku dan aku mau deh. ''
ucap eka dengan senyum cerianya.
''Iya fasha, mama ada perlu sama kamu loh. ''
ucap mama nya eka dan fasha mengerutkan keningnya.
''Emangnya mama perlu apa sama fasha?? ''
__ADS_1
jawab fasha dan mamanya eka langsung menatap eka.
''Mama mau pinjam jet pribadi kamu yah, mama mau ke bali sama teman arisan, boleh gak?? ''
ucap mamanya eka dan membuat fasha tersenyum lebar.
''Boleh sekali, emang kapan acaranya dan berapa orang yang akan perginya?? ''
''Minggu depan rencananya dan cuma delapan sampe sepuluh orang yang akan perginya. ''
''Bisa kalau gitu, jet pribadi fasha kapasitasnya lima belas orang mama, pokonya kabarin fasha ajah tepat kapan perginya, soalnya jet pribadinya kan gak ada di kota ini juga mama. ''
''Iya deh nanti dua hari sebelum berangkat mama kabarin kamu lagi yah. ''
''Siap mama dan nanti fasha siapkan semuanya. ''
Tiba tiba pintu di ketuk dan yoga lah yang masuk saat fasha mengiyakannya.
''Permisi bos, di lobi ada tuan renaldi dan dia beliau bilang ada yang harus di jelskan, ini masalah pribadi di luar urusan bisnis. ''
ucap yoga dan fasha langsung melirik mama mertuanya untuk meminta jawaban.
''Mama terserah kamu ajah karena saat ini kamulah pelindung eka dan juga mama, mama percaya sama kamu fasha. ''
ucap mamanya eka saat menatap tatapan fasha yang meminta persetujuan.
''Baiklah yoga, bawa tuan renaldi ke ruangan ini karena saya juga ingin semua masalah beres dan gak ada keganjalan lagi. ''
ucap fasha dan yoga mengangguk mengiyakannya lalu keluar dari ruangan fasha untuk menuju lobi utama.
Eka hanya diam dan tidak mau ikut campur masalah mamanya, fasha hanya tersenyum dan meminta eka duduk di sampingnya, eka pun langsung menurut dan duduk di samping fasha.
Beberapa menit berlalu pintu terbuka dan yoga lah yang masuk di ikuti tuan renaldi di belakangnya.
Yoga langsung pamit keluar ruangan fasha saat tuan renaldi duduk dan melihat isyarat tangan fasha.
''Maafkan saya tuan fasha karena meminta waktu di luar urusan perusahaan, saya hanya ingin semua kesalahfahaman masalah saya ini selesai. ''
ucap tuan renaldi tak lama dia duduk di sofa di salam ruangan kerja fasha.
TBC......
__ADS_1