
Ke esokan harinya.....
Fasha tersenyum saat merasakan kelengkapan ayah dan mama mertuanya, walaupun mertua tapi fasha merasakan jadi seorang anak.
Tuan renaldi dan mama meli menginap di rumah mewah fasha atas desakan eka dan mau tidak mau ayahnya eka mengalah dan menginap karena di kediaman fasha banyak kamar yang kosong.
''Mas fasha lagi merencanakan liburan juga yah buat aku kan?? senyum senyum soalnya. ''
ucap eka dan fasha langsung melirik ke arah eka.
''Kamu ini ngeyel, mas bilang gak ada liburan yaah karena kamu sedang hamil muda sekarang, bahaya jika kamu tetap mau liburan. ''
ucap fasha dan eka memanyunkan bibirnya.
''Eka kamu harus nurut sama suami dong dan jangan membangkang, mau masuk neraka atau jadi istri durhaka kamu. ''
ucap mama meli dan eka mendelik sebal.
''Mama enak hari ini berangkat liburan ke bali, laah aku malah di rumah dan liburan di halaman belakang. ''
ucap eka dan membuat ayahnya tersenyum.
''Kamu liburan sama ayah ajah yah, tapi liburannya gak boleh terbang menaiki pesawat karena usia kandungan kamu masih rentan. ''
ucap ayah nya eka dan membuat eka berbinar.
''Ayah pliis.... sebelum kandungan eka memasuki minggu ke enam belas, eka di larang kemana kemana dan fasha gak mau ambil resiko. ''
ucap fasha dan membuat eka kembali murung.
''Ayah hanya akan ajak jalan jalan belanja ke supermarket atau jalan jalan sekitaran komplek palingan, itu gak masalahkan. ''
''Emang eka anak kecil di ajak jalan jalan ke taman, ke supermarket, mendingan eka di taman sendiri ajah lebih indah pemandangannya. ''
''Good... kamu memang istri yang penurut, mendingan jadikan halaman belakang tempat wisata yah. ''
Eka hanya mendelik sebal ke arah suaminya dengan ucapannya, ''Mana ada halaman belakang di jadikan tempat wisata yang ada malah di jadikan tempat bunga bunga. '' gerutu eka sambil memanyunkan bibirnya.
Setelah sarapan fasha langsung pamit menuju ke kantor dan mama nya eka di antarkan oleh tuan renaldi menuju bandara.
Kesepakatan mama dan ayah eka adalah, mamanya eka meminta waktu selama lima hari di bali untuk merenungkan menerima atau tidak rujuk dengan ayahnya eka dan ayahnya eka pun mengiyakannya dengan catatan ayahnya eka di larang mengganggu liburan mama meli selama di bali.
''Ingat sayang jangan keluar rumah dan diam di dalam, karena kalau melewati gerbang rumah ini kamu akan sangat bahaya, mas berangkat dan ingat yah kasihkan uang yang mas siapkan untuk mama kalau menolak transfer saja uangnya ke rekening mama. ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan eka menganggukan kepalanya.
Eka kembali masuk dan menghampiri mamanya yang sedang merapihkan meja makan.
__ADS_1
''Ayah mana mama?? ''
ucap eka saat duduk di kursi meja makan.
''Lagi ke kamarnya siap siap mau antarkan mama ke bandara karena take off nya kan jam sepuluh pagi jadwalnya. ''
jawab mamanya eka dan eka mengangguk.
''Mama semalam gak nakal kan saat ayah menginap, dosa loh kalau mama sama ayah melakukan nya sebelum menikah. ''
ucap polos eka dan membuat mamanya melototkan matanya.
''Kamu kalau bicara di saring dong, mana ada mama seperti itu yah, gini gini mama punya harga diri lah, sebelum halal mama gak mau di tidurin ayah kamu. ''
ucap mamanya eka dan membuat eka tertawa.
''Ciee.... Ciee.... eka gak bilang nidurin loh, jangan jangan mama sama ayah semalam habis begituan yah, hayo ngaku.... hayo ngaku???? ''
''Ekaaaaa.... mulut kamu mesti mama sumpel pake cabe sekilo, gak bisa di rem apa maen nyablak ajah. ''
''Mama ini seriusan ajah kalau di ajak becanda, eka juga gak keberatan kalau mama sama ayah begituan tapi nanti udah SAH, ingat mama jangan sampe melahirkan adik untuk eka yah, awas ajah kalau melahirkan lagi bakalan eka gantung anaknya. ''
''Kamu ini kalau bicara selalu gak di saring, mama udah lanjut usia dan gak mungkin hamil. ''
''Cie.... ngaku nih kalau bakal begituan sama ayah sampe bilang gak mungkin, hahhaaaaa.... ''
Ayahnya eka datang menghampiri dengan style rapih yang eka pilihkan di lemari fasha dan hasilnya, ayahnya terlihat tampan dan terlihat muda.
''Ayahnya eka memang tampan, sampe membuat mama jadi kesemsem. ''
ucap eka dan ayahnya langsung tersenyum sedangkan mamanya eka bertambah kesal.
''Lebih baik berangkat sekarang, otakku bisa sengklek kalau terus diam disini. ''
ucap mamanya eka dan membuat eka terbahak.
''mama gak sabaran yah buat berduaan sama ayah di dalam mobil, tenang ajah eka dukung. ''
ucap eka sambil mengetik sesuatu di handphone nya.
''Lihat mama.... udah eka transfer yah bekal mama selama di bali dan ingat yah, gunakan fasilitas yang di siapkan suaminya eka dan tidak membantah. ''
ucap eka kembali dan mamanya langsung terdiam sedangkan ayahnya menyimpan koper ke bagasi belakang.
''Kadang kamu itu membuat mama kesal, selalu debat sama mama tapi mama sayang kamu eka, ingat yah pulang mama dari bali kita syukuran empat bulan kehamilan kamu dan makasih uangnya banyak sekali eka, mama senang sekali. ''
ucap mamanya eka dan eka mengangguk.
__ADS_1
''Kalau di kasih uang cash bawanya susah, makanya eka transfer ajah kan itu uang dari suami aku, mama hati hati dan selamat sampai tujuan, gak usah nawarin oleh oleh karena kalau eka mau tinggal minta ke Suami eka. ''
ucap eka dan membuat mamanya kesal mendengarnya.
''Udah ahh... mama berangkat dan kamu jangan keluar dari gerbang yah kecuali sama suami kamu. ''
ucap mamanya eka pamit dan masuk kedalam mobil.
''Ayah pergi yah sayang, kamu hati hati dan nurut kata suami kamu, ayah langsung ke toko dan mau ngurus restoran juga yah. ''
ucap ayahnya eka dan eka mengangguk.
''Hati hati ayah.... hati hati mama..... ''
ucap eka sambil melambaikan tangannya saat mobil mulai berjalan dan meninggalkan kediamannya.
Eka menghembuskan nafasnya karena rumah kembali sepi tanpa mama dan ayahnya karena suaminya sibuk terus di kantornya dengan setumpuk pekerjaan.
Eka seperti biasa langsung menuju halaman belaka untuk mengecek dan merawat bunga bunganya yang sedang rontok dan memang waktunya sedang rontok.
''Mamang.... kalau menanam bunga lili susah gak sih sebenarnya?? ''
ucap eka di sela sela merawat bunganya.
''Susah susah gampang nyonya, memangnya nyonya mau menanam bunga lili?? ''
jawab tukang kebun dan eka mengangguk.
''Tapi kata tukang bunga nya, bunga lili itu susah susah gampang dan aku jadi takut deh. ''
ucap eka dan tukang kebun mengangguk.
''Gimana kalau mencangkok pohon yang berbuah ajah nyonya. ''
ucap bibi dan eka langsung terdiam.
''Boleh juga, kalau tanaman cangkok kan gak usah gede yah dan bisa di pot besar. ''
jawab eka dan pelayan menganggukan kepalanya.
''Kita bicarakan dulu sama suamiku yah bibi dan kalau di ijinkan siap siap mamang belanja. ''
ucap semangat eka dan tukang kebun mengangguk.
Eka kembali merawat bunga bunga nya dan membawa beberapa bunga untuk di simpan di dalam rumah untuk aromatherapy.
TBC.......
__ADS_1