
Beberapa menit berlalu akhirnya mobil sampai di kediaman mewah fasha, mamanya eka langsung keluar dari mobil tanpa sedikitpun suara.
''Hadeuhh..... ada apa lagi dengan mama ini?? ''
ucap eka dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah mamanya.
Eka langsung masuk kedalam rumah dan membiarkan mamanya karena saat ini dia ingin kasur empuknya, entah kenapa eka semenjak hamil hanya ingin tidur dan bermalas malasan di kasur.
Setelah eka masuk kedalam kamarnya, mamanya eka terdiam dan memikirkan suara itu yang selama ini ingin di hindari.
''Gak mungkin kalau suara itu milik kamu aldi, laki laki yang tega meninggalkan aku saat mengandung dengan tanpa alasan. ''
gumam mamanya eka sambil terdiam dan hatinya begitu penasaran dan ingin mencari tau.
Mamanya eka langsung bersiap mengganti pakaiannya dan langsung meminta supir mengantarkan ke restora tadi saat dia makan dengan fasha dan eka, supir hanya menurut dan langsung membawa nyonya nya menuju tempat yang akan di kunjunginya.
Beberapa menit kemudian mobil sampai dan mamanya eka langsung turun lalu masuk kedalam restorannya, seorang pelayan menyambut dan mamanya eka langsung mengikuti menuju meja yang di pesannya.
Tanpa di sangka saat mendudukan bokongnya di kursi, mata mamanya eka menatap seorang masa lalunya yang selalu dia hindari.
Pandangan mereka bertemu dan sama sama membeku di tempat.
''Renaldi..... ''
''Melliii...... ''
Renaldi berjalan mendekat dan mamanya eka langsung duduk sambil memegang dadanya yang terasa sesak saat memori masa lalunya terulang kembali.
''Melii..... kamu dengan siapa disini?? ''
ucap pertama renaldi saat berada tepat di depan mamanya eka.
Namun suara seseorang memecahkan diamnya mamanya eka.
''Mama kenapa belum pulang, apa eka masih disini dan belum pulang juga?? ''
fasha berucap saat menghampiri mamanya eka.
Renaldi membeku dan menatap interaksi di hadapannya, kenyataan di hadapannya membuat dia terdiam membeku. .
''Eka sudah pulang tadi dan ada barang mama yang tertinggal makanya balik lagi. ''
satu ucapan keluar dari mulut mama nya eka yang sedari tadi hanya diam.
''Sudah ketemu sama yang di carinya, ayo kita pulang karena fasha juga akan pulang. ''
ucap fasha saat mamanya eka mengangguk dan fasha juga langsung merangkul mama mertuanya yang terlihat seperti sedang dalam keadaan tidak baik.
Renaldi terus mundur dan menjauh dari fasha dan mamanya eka, dia masih shok dengan apa yang ada di hadapannya tadi.
''Mama kenapa dan apa mama sedang sakit?? ''
__ADS_1
ucap fasha saat duduk di samping mama mertuanya saat di dalam mobil menuju pulang.
''Mama baik baik ajah ko, makasih udah khawatir. ''
ucap mamanya eka dan fasha mengerutkan keningnya.
Fasha langsung membuka handphone nya dan membiarkan mama mertuanya yang sedang sibuk dengan lamunannya, fasha langsung mengirim pesan kepada eka untuk menanyakan tentang mamanya.
💬 Sayang.....emang barang apa yang tertinggal di restoran punya mamah??.
Satu pesan terkirim untuk eka dari fasha namun eka belum membacanya.
💬 Sayaaaang.....kamu sedang apa kenapa gak balas pesan mas.
Pesan kedua fasha kirim kembali karena eka belum membalas pesannya, seketika fasha kesal dan langsung menelphone nomer eka namun naas eka tidak mengangkatnya hingga dering ketiga.
Mobil sampai di kediaman fasha dan fasha langsung masuk terlebih dahulu meninggalkan mama mertuanya yang masih melamun
''Bibi tau dimana istri saya sekarang?? ''
ucap fasha saat kepala pelayan menghampirinya.
''Nyonya dari pulang makan siang masuk ke kamar tuan dan tidak keluar lagi sampe sekarang, memangnya kenapa tuan?? ''
jawab bibi dan fasha terdiam lalu bernafas lega.
''Gak apa apa, yasudah saya mau ke kamar dulu dan bisakan bibi keluar menghampiri mama dulu, sepertinya dia masih di dalam mobil dengan lamunannya. ''
Fasha masuk kedalam kamar lalu mengunci pintunya, pandangannya tertuju pada istrinya yang sedang tertidur pulas sambil memeluk guling.
''Pantesan kamu gak respon, tidurnya pulas sekali sih kamu ini. ''
ucap fasha sambil mengelus kepala eka dan eka hanya menggeram saat tidurnya terganggu, fasha langsung tersenyum dengan respon nya eka.
Fasha langsung melepaskan semua pakaian yang ada di tubuhnya, hanya menyisakan celana pendek nya sajah saat ini.
''Bangun sayang.... ''
ucap fasha sambil menciumi wajah eka dan berhasil karena eka membuka matanya.
''Mas fasha ganggu ajah deh, aku ngantuk tau. ''
ucap kesal eka sambil menatap fasha yang ada di hadapannya.
''Ini sudah sore dan kamu masih tidur juga, ayo bangun dan kita main dulu yah satu kali ajah. ''
ucap fasha sambil melepaskan daster di tubuh eka dan membuat eka terdiam membeku.
''Menolak pun percuma, kamu udah berhasil melepaskan pakaian aku mas. ''
jawab eka dan fasha hanya tersenyum.
__ADS_1
Fasha mulai dengan keinginannya dan menepati janjinya hanya satu kali namun durasinya begitu lama sampai satu jam, deesahan keduanya menggema di kamar saat sore hari ini, eka menerima semua sentuhan yang fasha lakukan kepadanya.
''Makasih sayang dan seperti biasa kamu memang luar biasa. ''
ucap fasha saat setelah selesai mencapai puncaknya dan mencium kening eka.
''Modus kamu tuh mas, bantu aku ke kamar mandi yah karena kakiku sangat lemas. ''
ucap eka merengek dan fasha semakin gemas dengan tindakan eka.
Fasha langsung menggendong tubuh polos eka menuju kamar mandi dan langsung memandikan eka dengan telaten.
''Sayang.... ''
''Heummm.....''
''Ishh... kamu kok kaya sakit gigi, heum heum terus. ''
''Aku lagi konsen mas fasha dan kamu ganggu ajah. ''
''Gini.... mama katanya ada barang yang tertinggal di restoran, tapi sepertinya mama berbohong deh. ''
''Masa sih, sepertinya mama jadi bersikap aneh dan berubah semenjak pulang dari restoran loh mas. ''
''Tuh kan bener..... ayo kamu cari tau yah, mama kenapa dan ada masalah apa?? ''
''Iya nanti aku nanya ke mama. ''
Eka langsung turun dari dari bak mandi dan membersihkan tubuhya di guyuran air shower dan fasha pun mengikutinya.
Setelah selesai dengan mandi dan berpakaian, eka juga fasha langsung keluar kamar, fasha menuju ruang kerja dan eka langsung mencari keberadaan mamanya.
''Bibi lihat mamanya aku gak?? ''
ucap eka saat menghampiri kepala pelayan di ruang makan.
''Tadi nyonya besar seperti ke taman belakang nyonya, saya sapa juga gak jawab. ''
ucap kepala pelayan dan eka mengerutkan keningnya.
''Fiks ini maa, mama berubah sikap dan pasti ada sesuatu yang terjadi. ''
ucap eka sambil berjalan menuju taman belakang untuk menyusul mamanya.
Di sebuah rumah yang lumayan mewah namun tak semewah rumah fasha, tuan renaldi baru sampai di kediamannya dan duduk di sofa sambil memikirkan wanita yang dulu dia tinggalkan tanpa kata dan penjelasan.
''Meli.... kamu berubah sekarang dan tidak seperti dulu saat aku meninggalkan kamu, kenapa kamu bisa kenal dengan tuan fasha dan apa tuan fasha adalah anak yang kamu kandung saat aku meninggalkan kamu. ''
gumam tuan renaldi sambil mengingat memori lamanya.
TBC.....
__ADS_1