
Setelah selesai dengan makan siangnya, fasha tidak membiarkan eka pulang kembali ke toko dan meminta eka menunggu nya karena pekerjaannya sedikit.
''Aku malah di biarkan disini dan seperti obat nyamuk yang menunggu tuannya takut gigitan nyamuk. ''
gerutu eka yang kesal dengan fasha.
''Aku denger kamu mendumel yah eka, kamu tidur ajah dan enjoy yah, pekerjaanku sebentar lagi selesai. ''
ucap fasha dan eka hanya memonyongkan bibirnya kesal.
Setelah lelah dengan dumelannya, eka langsung tertidur dan fasha tersenyum melihatnya, fasha kembali melanjutkan pekerjaannya
Satu jam kemudian pekerjaan fasha selesai dan langsung memberikan semua pekerjaan pada sekertarisnya karena selama sepekan fasha akan ada pekerjaan di luar kota.
''Maaf bos saya mengganggu. ''
ucap yoga saat masuk ke ruangan fasha dan memergoki fasha sedang mencium eka.
Fasha menggeram kesal dan langsung duduk di kursi kerjanya, meminta yoga menghampirinya.
''Ada apa?? ''
ucap fasha saat yoga berada di hadapannya.
''Persiapan sudah selesai dan besok jam sepuluh pagi adalah jadwal keberangkatannya, ini semua berkas dan agenda selama bos di labuan bajo, saya akan berangkat malam ini dengan keluarga saya, bos gak apa apa kan berangkat hanya dengan nyonya?? ''
ucap yoga sambil memberikan semua jadwal agenda fasha di labuan bajo.
''Kamu kenapa gak bersama sama sajah perginya, emang pesawatku kecil sampai tidak bisa membawa keluarga kamu. ''
''Bukan begitu bos, saya hanya tidak mau mengganggu bos dan saya akan menunggu disana juga untuk menyiapkan semuanya. ''
''Oke alasan kamu masuk akal, urus semuanya dan jangan ada kesalahan saat saya sampai. ''
''Siap bos semua beres. ''
''Kamu bisa juga memilihkan tempat untuk saya berbulan madu, eka akan senang dengan semuanya. ''
ucap fasha dengan senyum tulusnya dan yoga mengangguk.
Setelah yoga keluar ruanganya, fasha langsung menggendong eka untuk di bawanya pulang dan menyiapkan semua untuk berangkat bulan madu.
Fasha merebahkan tubuh eka di ranjang, lalu mencium kening eka dan segera menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan fasha memutuskan untuk berolah raga sore di ruang olahraga dan tidak berniat berolah raga keluar rumah.
''Bibi kalau istriku bangun, minta dia membawakan air minum ke ruang olah ragaku. ''
ucap fasha saat berpapasan dengan kepala pelayan dan bibi mengangguk mengiyakannya.
Fasha berolah raga dengan alat alat yang lengkap di ruang khusus olah raga miliknya, sedangkan eka baru membuka matanya dan tersentak saat dirinya berada di kamarnya.
''Aduuh.... aku tidur kok seperti hibernasi, gak sadar sama sekali kenapa bisa sampai di rumah dan nyaman di kasur empuk. ''
gumam eka sambil menggerakan kepalanya karena merasa bodoh.
Eka langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena waktu sudah sore dan eka harus mencari fasha dimana sekarang.
''Maaf nyonya, tuan fasha meminta anda membawakan air minum ke ruang oleh raga. ''
ucap kepala pelayan saat eka menuruni tangga dan eka mengerutkan keningnya.
''Emangnya ada ruangan olah raga di rumah ini, bukannya suami saya suka olah raga di luar. ''
''Ada nona, itu sebelah ruang tamu ada pintu dan itu ruang khusus olah raga tuan fasha dan alat alat olah raga juga. ''
''Makasih bibi, saya akan membawakan pesanan suami saya sekarang. ''
ucap eka dan bibi mengangguk.
__ADS_1
Eka menyiapkan botol minum yang sudah di isi dengan air mineral dan segera menuju ruang olah raga suaminya.
Fasha mendengar suara pintu terbuka dan langsung berdiri menatap pintu terbuka, eka masuk dan tersenyum lalu menghampiri fasha masuk ke dalam ruangan olah raga.
''Sampai kapan kamu mau berdiri disitu, sini minumnya saya kehausan. ''
ucap fasha dan eka langsung memberikannya.
Eka terus mengedarkan pandangannya sekeliling ruang olah raga milik fasha, alat alat olah raga sangat lengkap dan eka geleng geleng melihatnya.
''Ayo duduk dan temani saya olah raga. ''
ucap fasha sambil memberikan botol minumnya dan kembali berolah raga.
''Mas fasha aku baru tau semua peralatan olah raga milik kamu sangat lengkap, pantesan badan kamu kekar mas dan perutnya kotak kotak. ''
ucap antusias eka dengan takjub dan membuat fasha tersenyum karena eka keceplosan mengagumi tubuh fasha.
Eka berhenti bicara dan menyadari dengan ucapan nya barusan dan berhasil membuat dia langsung malu, fasha melanjutkan olah raga nya dan membiarkan eka malu.
''Packing pakaian untuk kita selama tujuh hari di labuan bajo, pakaian santai sajah karena pakaian formal saya sudah di siapkan disana. ''
ucap fasha dan eka mengangguk lalu keluar dari ruang olah raga fasha.
Eka memilih pakaian santai dan pakaian sedikit bagus, eka benar benar kagum kepada selera fasha yang menyediakan pakaiannya.
''Kenapa hanya bengong melihat pakaiannya, ayo packing sesuai keinginan mu dan semua lengkap, bawa pakaian santai yah jangan yang bikin ribet, disana cuacanya panas. ''
ucap fasha yang baru masuk kedalam kamar dengan keringat yang bercucuran.
''Mas fasha terlalu berlebihan sekali, lihat pakaian nya begitu banyak dengan berbagai macam model. ''
jawab eka sambil mendekat pada fasha dan mengambil botol minumnya.
ucap fasha dan eka menatapnya terharu.
''Terimakasih yah, aku jadi terharu sekali mas. ''
ucap eka tersenyum dan fasha mendelik sebal lalu masuk kedalam kamar mandi.
''Hahaha.... dia lucu sekali ucapannya, aku yang ada pusing sekali memilih pakaian yang di sediakan olehnya, semua membuat aku pusing. ''
ucap eka sambil tersenyum kesal.
Setelah mempacking pakaiannya, eka memilih membawa satu koper besar berisi pakaiannya dan pakaian fasha, biar eka gak kesusahan juga.
Setelah makan malam, fasha dan eka memilih untuk istirahat karena besok pagi harus segera berangkat ke bandara.
Fasha saat ini hanya terdiam di samping eka yang menatap langit langit kamarnya, eka melirik sekilas dan kembali menatap langit langit kamarnya.
''eka.... ''
''Mas fasha....''
Keduanya berbarengan memanggil nama dan membuat mereka tersenyum.
''Kenapa??? ''
ucap fasha dan eka langsung berbalik memiringkan tubuhnya menatap fasha.
''Mas fasha, aku takut naik pesawat dan takut kenapa kenapa. ''
ucap jujur eka dan fasha terbahak bahak menertawainya.
Eka langsung memukul lengan fasha kesal dan fasha langsung menarik eka dan reflek memeluknya agar berhenti memukul lengannya.
__ADS_1
Jantung eka berdetak kencang saat berada di pelukan fasha, fasha langsung membelai puncak kepala eka dan eka hanya diam.
Eka yang hanya diam membuat fasha tersenyum dan melepaskan pelukannya.
''Eka, apa kamu siap kalau saya meminta hak saya ke kamu, apa kamu masih meragukan saya?? ''
ucap fasha dan eka hanya diam karena bingung harus bicara apa.
''Jangan sekarang jawabnya lebih baik kita istirahat yah biar besok fresh. ''
ucap fasha dan membuat eka kesal, lalu berbalik dan segera tidur.
Mereka berdua terlelap dalam tidurnya dan sampai pagi menjelang, eka langsung menuju kamar mandi saat setelah membuka matanya.
Setelah selesai bersiap fasha menunggu eka yang sedang bersiap, fasha begitu tampan dengan kaos dan celana panjangnya.
Fasha langsung membawa eka menuju mobil dan supir membawa koper lalu di masukan ke bagasi belakang, eka duduk sambil memainkan handphone nya.
''Eka.....''
panggil fasha tapi eka tetap memainkan handphone.
''Ekaaaaaa....... ''
ucap kembali fasha dan eka menoleh.
''Ihh..... bikin kaget ajah deh, jangan teriak dong mas fasha. ''
''Kamu saya panggil gak dengar, makanya saya teriak lah manggil kamu. ''
''Stop jangan debat, kita sudah sampai di bandara dan ayo kita keluar. ''
ucap eka dan fasha mengangguk.
Eka menggandeng lengan fasha menuju ke pesawat pribadinya dan fasha merasakan cekalan kuat di lengannya.
''Kamu kenapa kuat sekali sih gandengnya, ada apa sebenarnya?? ''
ucap fasha yang menghentikan jalannya.
''Aku takut mas dan ini kan pertama kalinya naik pesawat, takuuut mas. ''
ucap eka merengek seperti bocah meminta permen.
''Lihat aku, ada aku yang akan menjaga kamu dan aku akan mendampingi kamu biar gak takut, santai yah dan jangan tegang oke. ''
ucap fasha sambil mengelus pipi eka dan eka mengangguk lalu fasha merangkul bahu eka dan membawanya menuju pesawat pribadinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
....................