
Eka saat ini sudah sampai di kediaman fasha dan kepala pelayan langsung memberitahukan kalau fasha sedang perjalanan ke luar negeri dan eka pun hanya mengangguk dan tidak mempermasalahkannya.
Eka langsung masuk kedalam kamar karena memang eka ingin membersihkan tubuhnya dan eka langsung tertidur saat merebahkan tubuhnya di ranjang.
Entah karena merindukan ranjangya entah karena rindu fasha karena ruangannya begitu beraroma fasha dan membuat eka tenang.
Eka tertidur pulas hingga pagi menjelang....
''Ya ampun kebiasaan sekali kalau tidur kaya kebo sampai lama sekali. ''
ucap eka saat duduk dan melihat cahaya matahari dari gorden kamarnya.
Eka langsung menuju kamar mandi dan menyegarkan tubuhnya, eka langsung memakai pakaiannya dan segera turun karena eka akan menuju tokonya yang eka tinggalkan selama dia menenangkan diri.
Eka langsung memakan sarapannya yang di sediakan oleh pelayan, eka fokus dengan makan dan tidak menghiraukan sekitarnya, setelah selesai eka langsung pamit pada kepala pelayan dan mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir.
''Ayo eka kamu harus semangat dan kita habiskan uang suamimu ini, dunia ada di genggaman kamu. ''
ucap eka menyemangati dirinya sendiri
Tiga puluh menit kemudian eka sampai di tokonya dan langsung membantu di dapur untuk menyiapkan makanan yang akan di pajang pagi hari.
Toko begitu ramai saat di buka dan makanan juga minuman yang di sediakan hampir semua pavorite dan sangat di minati.
Eka sibuk di dapur hingga pukul sebelas siang dan eka baru keluar dapur hampir jam makan siang, eka sedikit terkejut saat mamahnya datang ke toko dan mengajaknya berbicara.
''Kemana ajah kamu selama ini eka?? ''
ucap mamahnya eka yang langsung pada inti nya tanpa berbasa basi.
Eka menarik nafas dan menghembuskan nafasnya kasar lalu meminum jus yang ada di hadapannya karena eka harus bersiap untuk omelan mamahnya yang pasti akan membela suaminya.
''Jawab eka bukan malah mengulur waktu. ''
ucap mamahnya eka geram karena putrinya begitu santai dan tidak memperdulikannya.
''Eka menenangkan diri dulu mamah, gak jauh ko dan lagian yang terpenting sekarang eka sudah pulang dan kembali ke rumah. ''
ucap eka sambil terdiam dan menunggu mamahnya berbicara.
''Kamu harusnya bisa menahan diri dan jangan main kabur kabur sajah, mikir gak sih kamu ini kalau suamimu itu jadi incaran wanita wanita dan kamu gak takut kalau suami kamu jatuh ke pelukan wanita lain dan menduakan kamu. ''
''Eka gak perduli mamah, mau punya simpanan sepuluh pun eka gak perduli dan sekarang eka hanya belajar untuk merelakan kalau suami eka memiliki wanita lain di belakang eka, depan mata eka sajah dia berani bermesraan dengan wanita lain apalagi di belakang eka, eka hanya pasrah dan yang terpenting uang mengalir ke rekening pribadi eka. ''
''Ya ampun kamu itu bicara kok ngawur, jadi kamu merelakan suami kamu memiliki wanita lain?? ''
''Iya mamah, yang penting harta dan tahta saat ini sudah eka genggam, cape mamah kalau harus mencemburui suami sendiri dan asal mamah tau, eka sakit hati mamah melihat wanita lain duduk di pangkuan suami eka dan pakaian mas fasha terbuka semua atasnya, jadi selama eka menenangkan diri, eka sudah mengambil keputusan akan merelakan mas fasha kalau mau memiliki wanita lain yang penting harta dan tahta untuk eka tidak berkurang. ''
ucap eka dengan penuh keyakinan dan mamahnya hanya bisa menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
''Yasudah mamah akan dukung semua keputusan kamu eka, kamu adalah putri tunggal mamah dan hanya kamu yang mamah miliki, kalau kamu gak kuat dengan kehidupan rumah tangga kamu, pintu rumah mamah terbuka lebar untuk kamu tempati. ''
ucap mamahnya eka dengan nada sendunya dan membuat eka mengerutkan keningnya karena dugaannya sangat salah.
''Tumben mamah gak membela menantu tampan mamah dan malah membela eka. ''
ucap eka dengan penuh selidik dan menatap mamahnya.
''Mamah juga wanita dan pernah merasakan di tinggalkan suami dan mamah hanya ingin kehidupan kamu jangan sama seperti mamah, semua keputusan kamu akan mamah setujui dan dukung. ''
''Makasih mamah telah mendukung eka dan eka janji akan pulang kalau gak kuat dengan kehidupan eka sekarang tapi untuk saat ini eka merasa masih kuat karena eka sudah terbiasa hidup penuh rintangan dan tantangan. ''
''Yasudah mamah pamit yah dan jaga kesehatan kamu eka, makan teratur dan jangan menambah beban kamu dengan memikirkan suami kamu. ''
ucap mamahnya eka sambil beranjak dan keluar dari toko.
Eka langsung terdiam sambil menatap punggung mamahnya yang berjalan keluar dari tokonya.
''Maafkan eka yang belum bisa membuat mamah bahagia dan maafkan eka karena selalu membantah bahkan selalu melawan kalau mamah menceramahi eka, maafkan eka mamah. ''
gumam eka sambil terdiam dan memikirkan mamahnya yang mendukungnya.
Setelah termenung sebentar eka langsung menuju ruangannya karena dia akan memeriksa laporan tokonya selama di tinggalkan oleh nya.
Jauh dari eka saat ini fasha sedang di perjalanan menuju tanah air, kalau lancar dan tidak ada kendala, fasha akan tiba tengah malam di rumahnya.
Fasha saat ini sedang merangkai kata untuk berbicara saat bertemu eka nanti dan ingin mengucapkan kata manis untuk eka.
Pesawat yang di tumpangi fasha mendarat sempurna di tanah air, yoga langsung mengeluarkan semua barang barang fasha dan meminta anak buahnya untuk membawa ke mobil.
Fasha berjalan menuju keluar bandara dan langsung masuk kedalam mobilnya, yoga dan anak buahnya sedang memasukan barang kedalam bagasi dan fasha sedang membuka foto yang di kirim dari pelayannya.
''Aku pulang sayang dan aku akan memakan kamu langsung. ''
ucap fasha sambil tersenyum menatap foto eka yang sedang makan.
Mobil langsung melaju menuju kediaman fasha dan hanya empat puluh menit sampai di kediaman fasha, kepala pelayan dan yang lainnya menyambut kedatangan fasha.
''Istri saya mana?? ''
ucap fasha saat pelayan menyapanya.
''Nyonya sudah tertidur kayanya tuan karena sekarang juga sudah larut, nyonya sekitar jam sepuluh tadi memasuki kamarnya. ''
ucap kepala pelayan dan fasha mengangguk.
Yoga langsung pamit saat selesai mengeluarkan barang barang fasha dan fasha langsung menuju kamarnya, pelayan semua merapihkan barang barang yang di bawa fasha.
Fasha langsung mematung melihat istrinya sedang tertidur pulas dengan memeluk guling dan fasha langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Fasha membiarkan tubuh atasnya polos dan memakai celana pendek, fasha masuk kedalam selimbut eka dan membuang guling yang menghalanginya.
''Aku kangen kamu sayang, akhirnya aku bisa memelukmu lagi. ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan membawa eka kedalam dekapannya.
Karena fasha kelelahan dia langsung tertidur pulas dengan memeluk eka dan eka pun tidak terusik dengan perlakuan fasha.
Pagi hari menjelang....
Eka membuka matanya dan merasakan hembusan nafas seseorang, eka langsung tersentak saat mengetahui ada di dalam dekapan fasha, dengan hati hati eka melepaskan pelukannya namun naas tangan fasha semakin erat memeluk nya.
''Aku harus bisa untuk mencoba bersikap biasa dan bersikap seolah gak ada masalah agar aku bisa lolos untuk berdebat dengan mas fasha. ''
gumam eka dalam hatinya sambil terus melepaskan pelukan lengan kekar fasha di tubuhnya.
Karena susah untuk melepaskan tangan fasha, eka langsung memukul lengan fasha dan sontak membuat fasha terbangun.
''Kasar sekali kamu ini. ''
ucap fasha saat melepaskan tangannya dan eka hanya melototkan matanya lalu masuk kedalam kamar mandi karena malas berdebat di pagi hari dengan fasha.
Fasha duduk dan menunggu eka selesai mandinya, fasha membuka ipednya dan mengirimkan pesan pada yoga karena hari ini fasha gak akan ke kantor.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.........................