PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
Kekacawan Rafasha Prayoga


__ADS_3

Setelah dari rumah mamah mertuanya fasha menuju perusahaan karena yoga memberitahukan ada berkas yang harus di tanda tanganinya, fasha terpaksa kembali ke perusahaan.


''Kamu mau saya pecat yoga, mengganggu sajah kamu itu bisanya. ''


ucap kesal fasha saat sampai di ruangan nya.


''Maaf bos kan ini semua bukan keinginan saya, bos kan yang harus memberikan tanda tangannya, satu lagi bos saya mau menyampaikan sesuatu. ''


ucap yoga dan fasha tetap tidak menghiraukan ucapan yoga dia terus menandatangani semua berkasnya.


''Apa sih yoga kamu mengganggu sajah. ''


ucap kesal fasha.


''Bos besok kita harus segera ke kanada, tiba tiba nyonya mila menuntut untuk mengambil sahamnya. ''


ucap yoga dan fasha langsung menggebrak meja nya.


''Kurang ajar sekali dia, pasti ini ulah ananti karena perlakuan kasar saya tadi siang, urus semuanya yoga dan kita harus akhiri semuanya, saya tidak mau hutang budi lagi, saya gak perduli dengan wanita itu dan anaknya, tapi pencarian istri saya jangan kamu hentikan yoga. ''


''Beres bos semua sudah saya tangani, kita berangkat malam ini sajah bos agar cepat selesai masalahnya dan bos bisa kembali ke tanah air untuk mencari nyonya kembali. ''


''Urus semua nya saya gak perduli. '


ucap fasha dengan nada kesalnya dan yoga langsung keluar ruangan untuk menyiapkan semuanya.


Fasha begitu kacau hari ini semua nya tidak berjalan dengan kehendaknya, hanya ada kemarahan di wajah fasha saat ini.


''Awas ajah kamu ananti, saya tidak akan mengampuni kamu dan mamah kamu, saya lebih memilih istri dari pada mamah kamu yang dulu menolong saya, saya sudah membuat hidup kalian nyaman selama ini. ''


gumam fasha dalam hatinya sambil meremas kepalanya yang begitu sakit.


Fasha langsung bersiap menuju bandara karena semua sudah selesai persiapannya, wajah fasha tidak bersahabat membuat yoga selalu berhati hati agar tidak melakukan kesalahan.


Belasan jam mengudara akhirnya pesawat mendarat sempurna di bandara internasional negara kanada, fasha langsung menuju kediamannya karena saat ini waktu kanada adalah malam hari dan fasha harus istirahat untuk mengumpulkan energi agar besok bisa leluasa memberi hukuman pada ananti dan keluarganya.


Fasha merebahkan tubuhnya di ranjang dan fikirannya menerawang jauh kesana yang memikirkan eka, fasha begitu merindukan istrinya yang cerewet dan keras kepala.


Fasha hanya berguling guling dan tidak bisa memejamkan matanya, fasha langsung teringat dengan kalandra yang jago untuk meretas dan fasha langsung mengirimkan pesan untuk membantunya mencari eka dan kalandra pun langsung menyetujuinya.


''Cuma kalandra satu satunya harapanku, semoga anak itu bisa menemukan dimana eka sekarang. ''


gumam fasha sambil menutup matanya dan tak lama fasha terlelap.


Pagi hari menjelang di kanada....


Fasha membuka matanya dan langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya, fasha sudah tidak sabar untuk mengakhiri derama kedua wanita licik yang selalu memanfaatkannya.


Yoga sudah siap dengan setelan kerjanya dan menunggu fasha yang masih di dalam kamarnya, yoga menyiapkan semua keperluan yang di minta fasha tadi malam.


''Akhirnya bos sadar juga yang mana baik dan mana yang memanfaatkan, aku harus berterimakasih kepada nyonya, karena dia bos bisa sadar sekarang. ''


gumam yoga sambil membuka berkas berkas nya.


''Sudah siap semua nya yoga?? ''

__ADS_1


ucap fasha saat mnghampiri yoga.


''Sudah bos, kita sarapan dulu bos biar bos bisa mempunyai energi cukup untuk melewati hari ini. ''


''Maksud kamu saya loyo. ''


''Bukan bos, pokonya bos harus sarapan dulu sebelum keluar dari rumah sesuai aturan nyonya kan. ''


''Betul juga kamu yoga, eka selalu marah kalau saya tidak sarapan. ''


''Nyonya maaf saya membawa nama anda untuk meluluhkan bos. ''


gumam yoga dalam hatinya dan mengangguk setuju dengan semua ucapan fasha.


Setelah sarapan fasha langsung menuju perusahaannya diikuti oleh yoga, fasha saat ini auranya begitu mencekam, raut wajahnya begitu dingin dan sangat membuat orang orang takut untuk menatapnya.


Fasha sampai di ruangan meeting dan membuka semua berkas berkasnya, fasha langsung membanting semua berkasnya dan membuat semua nya langsung menunduk.


''Untuk apa saya menggaji kalian besar kalau bekerja begini sajah tidak becus, saya kasih waktu dua jam dan perbaiki semuanya, kalau salah saya pecat kalian semua tanpa rasa hormat. ''


ucap fasha menggelegar di ruangan dan membuat semua nya mengangguk dan menuju keluar ruangan untuk menuju ruangannya masing masing.


''Peermisi bos, kedua wanita itu sudah ada di ruangan bos sekarang dan ini berkas sahamnya sudah resmi di keluarkan dari perusahaan dan ini sudah di tanda tangani nyonya mila langsung. ''


ucap yoga sambil memberikan berkas saham dan fasha langsung menandatanganinya tanpa membacanya.


''Aku sudah sangat muak yoga, aku di butakan dengan keluguan kedua wanita itu tapi mereka tega sekali korupsi di perusahaan saya, uang selalu saya suntikan ke perusahaan mereka. ''


ucap fasha sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


''Sudah tidak apa apa yoga, ayo kita hadapi dua wanita licik itu dan akhiri semuanya sekarang. ''


ucap fasha dan yoga langsung mengikuti langkah fasha menuju ruangannya.


''Kenapa kamu kasar sekali kepada ananti fasha?? ''


ucap nyonya mila saat fasha duduk di hadapannya dengan nada sendu nya.


''Fasha hanya menghargai perasaan istri fasha bu, lagian untuk apa ananti datang ke negara fasha. ''


ucap fasha dengan nada yang begitu dingin.


''Kamu sudah menikah fasha, kenapa ibu gak di beri kabar sama sekali?? ''


''Ibu juga toh sudah tau kan kalau fasha sudah menikah, untuk apa memberitahukannya lagi. ''


''Kamu kan tau fasha kalau ibu menginginkan kamu menikah dengan ananti, kenapa kamu menikahi gadis lain. ''


''Itu hak fasha ibu dan ibu gak ada hak untuk mengatur masa depan fasha. ''


''Kenapa kamu jadi kasar fasha?? ''


''Stop derama kalian, selama ini fasha terlalu bodoh karena mempercayai kalian berdua, ibu meminta saham ibu di tarik kan dari perusahaan fasha, fasha sudah kabulkan dan semua sudah fasha tutup silahkan ibu keluar dari perusahaan karena semua akses sudah di tutup oleh fasha. ''


ucap fasha dengan nada kesalnya dan yoga langsung memberikan berkas sahamnya.

__ADS_1


''Kamu lupa dengan pengorbanan ibu untuk kamu?? ''


ucap nyonya mila dengan air matanya yang membasahi pipi.


''Stop membawa bawa masa lalu, fasha sangat berterimakasih karena ibu telah menyelamatkan hidup fasha tapi ibu lupa kalau semua yang fasha punya saat ini tidak ada andil sedikitpun dari ibu atau keluarga ibu, fasha berdiri tegak sendiri tanpa uang dari kalian, fasha sudah membalas semua kebaikan ibu dan hutang budi fasha dengan memberikan hidup layak kepada kalian selama ini, kemewahan dan harta sudah cukup fasha berikan, saat ini fasha akan mengakhiri semuanya dan fasha gak mau kalian ada di hadapan fasha untuk saat ini dan selamanya, silahkan keluar karena fasha tidak mau di ganggu. ''


ucap fasha dengan lantang dan tegasnya.


Nyonya mila dan ananti langsung keluar dari ruangan fasha dengan raut wajah kesal karena semua telah terbongkar.


Fasha duduk dan memijat pelipisnya karena begitu berdenyut dan sangat sakit, yoga langsung keluar ruangan fasha untuk membuatkan teh hangat.


Fasha langsung berdiri dan menatap keluar jendela, pemandangan di negara kanada, pemandangan dimana dia besar dan hidup dengan penuh perjuangan sampai fasha bisa sekaya saat ini.


''Dimana kamu saat ini sayang, aku sangat merindukan kamu eka, istri cantikku. ''


ucap fasha sambil memandang ke arah jendela.



Fasha langsung membalikan tubuhnya saat yoga masuk membawakan segelas teh hangat dan fasha langsung menghampirinya dan meminum minumannya.


''Waktunya tinggal sepuluh menit, pastikan semua ada di ruang meeting sekarang dan saya akan menyusul dalam lima menit. ''


ucap fasha dan yoga mengangguk setuju.


Fasha langsung menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya sambil melihat langit langit di ruangan kerjanya.


.


.


.


.


..


.


.


.


..


.


.


.


..


.................

__ADS_1


__ADS_2