
hay kakak kakak semuanya, terimakasih karena sudah mampir dan membaca ceritanya, maaf jika di part ini akan membuat kalian kurang nyaman atau yang lainnya, selamat membaca......
...****************...
...****************...
Eka benar benar merasa dongkol saat ini, dia langsung turun dari ranjang karena takut dengan tatapan mesum fasha.
''Mau mengalihkan pembahasan kamu, mau mengelak yah kamu untuk memberikan hak buat suami kamu ini, sini mendekat. ''
ucap fasha dengan nada yang membuat eka merinding.
Eka memutar tubuhnya dan mendekat kembali ke fasha, fasha langsung tersenyum melihat eka menunduk.
''Katanya mas fasha ngantuk, ayo istirahat yah dan aku temani sampai mas fasha sampai tertidur. ''
ucap eka dengan senyum cerahnya.
''Kamu kira aku bakalan tidur sekarang, aku mau meminta hak ku sebagai suami kamu, jangan mengalihkan keinginan saya. ''
ucap fasha dan membuat eka kelabakan.
Fasha langsung menarik eka dan langsung merebahkan tubuh eka.
''Santai sayang jangan tegang yah, kita di labuan bajo kan sering melakukannya walaupun bukan ke intinya tapi kamu udah merasakan gimana perkasanya suamimu ini dan kamu handal sekali memuaskan suamimu ini, santai dan nikmati. ''
ucap fasha sambil mencium bibir eka dan tangannya berusaha membuka kancing piyama tidur yang eka pakai.
Eka hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan dari fasha, sentuhan yang begitu di respon cepat oleh tubuhnya, fasha begitu lihay membuat tubuh eka begitu menikmatinya, suara suara rancuan eka begitu merdu terdengar oleh fasha dan membuat fasha begitu bersemangat untuk menuntaskan keinginannya.
Fasha tersenyum saat berhasil melepaskan seluruh pakaian eka dan saat ini nafas eka begitu memburu dan tatapannya begitu sayu.
Fasha langsung melepaskan semua pakaiannya dan langsung berada di atas tubuh eka, eka terus mengelus perut seksi milik fasha dan fasha begitu menikmati sentuhan tangan eka.
Eka melototkan matanya saat merasakan sesuatu yang memasuki bagian intinya, jeritan dari mulut eka begitu membuat fasha menggila dan tubuh fasha meresponnya dengan cepat.
Fasha membungkam bibir eka agar eka lebih tenang dan tidak tegang, air mata eka lolos dan fasha menghapus dengan tangannya dan mencium kedua mata eka.
''Sakiiiit.... ''
ucap eka saat fasha melepaskan ciumannya.
''Santai sayang, ini hanya sebentar dan nanti kamu merasakan rasa yang tidak bisa di ungkapkan. ''
ucap fasha sambil terus menghentakan senjata perkasanya.
Eka terus menggigit bahu fasha karena fasha terus menaikan hentakannya dan membuat eka semakin merasakan perih sakit dan sangat ngilu di bagian intinya.
Hingga satu jam kemudian lenguhan fasha lolos dari bibirnya dan eka hanya bisa terdiam dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
''Makasih sayang.... ''
ucap fasha sambil mencium kening eka dan eka hanya tersenyum mengangguk.
''Maafin aku mas fasha. ''
__ADS_1
ucap eka dan fasha mengerutkan keningnya.
''Maaf untuk apa sayang?? ''
ucap fasha dan eka tidak menjawab, eka langsung memberikan kamera pada fasha.
Fasha melototkan matanya saat melihat lehernya memiliki tanda merah dan itu ulah dari eka.
''Kamu nakal yah sayang. ''
ucap fasha sambil membalikan tubuh eka yang memunggunginya.
''Maaf kan gak sengaja mas fasha. ''
''Ini tandanya kamu menikmatinya sampai leher aku banyak tandanya gini, kamu tau kan sayang besok ada meeting dengan perusahaan yang baru kerjasama dengan perusahaan mas, tanda ini sangat banyak dan apa kata mereka nanti. ''
ucap fasha sambil tersenyum dan eka pun ikut tersenyum.
''Hitung ada berapa tandanya?? ''
ucap fasha dengan seringai liciknya dan eka dengan polosnya menghitung tandanya.
''Cuma empat di lehernya, di dada cuma lima jadi sembilan tanda tapi lihat leher aku ada banyak sekali dan dada apalagi. ''
ucap eka dan fasha langsung tersenyum yang membuat eka merinding karena senyum fasha begitu menakutkan.
''Di leher ada empat di dada gak usah di hitung karena gak terlihat kan, kita main empat kali lagi sekarang dan itu hukuman untuk kamu. ''
ucap fasha dan eka melototkan matanya melihat senyum licik dari suaminya.
Eka langsung tertidur pulas dan fasha langsung memeluknya erat, tak lama fasha pun ikut terlelap karena dia merasakan kelelahan di tubuhnya.
Pagi hari menjelang........
Fasha membuka matanya dan tersenyum saat melihat eka masih tertidur pulas, fasha langsung menuju kamar mandi karena hari ini dia ada meeting pagi.
Eka masih tertidur pulas dan fasha sengaja tidak membangunkannya, sepuluh menit kemudian fasha keluar kamar mandi dan mengambil pakaian kerjanya, fasha terus tersenyum dengan fikirannya yang melayang membayangkan kejadian semalam.
''Malam yang hangat dan eka menjadi istriku seutuhnya, semoga segera di beri kabar baik deh. ''
ucap fasha sambil merapihkan jasnya.
''Segitu lelahnya dia yah, sampai pulas sekali tidurnya dan gak kerasa aku menciumi dia. ''
ucap fasha sambil mencium kening dan bibir eka.
''Mas pagi yah sayang, kamu jangan ke toko dan istirahat sajah hari ini. ''
ucap fasha saat menyelimuti tubuh polos eka.
Fasha membuka jendela kamar tapi gorden tetap di tutup, fasha menghidupkan pendingin dan mematikan lampunya.
Fasha langsung turun ke lantai satu dengan pakaian yang sangat pas di tubuhnya, wajahnya begitu cerah dan senyumnya terus mengembang di bibirnya.
''Bibi saya berangkat yah dan jangan ganggu istri saya di kamar, dia masih tertidur pulas soalnya. ''
__ADS_1
ucap fasha setelah selesai sarapannya dan keluar dari rumahnya karena yoga sudah menunggunya.
''Ada apa kamu menatap saya seperti itu?? ''
ucap fasha saat yoga masuk kedalam mobil dan duduk di kursi depan di samping supir.
''Gak bos saya hanya senang ajah melihat bos pagi ini dan pasti bos semalam dapat jackpot yah. ''
jawab yoga dan fasha hanya tertawa mendengarnya.
''Lebih dari jackpot, sudah kamu jangan mengurusi kebahagiaan saya lebih baik siapkan materi meetingnya biar saya pelajari dulu. ''
ucap fasha dan yoga mengangguk.
Fasha membuka handphone nya dan mengirim pesan pada eka, namun eka belum membacanya.
''Dia pasti masih tidur kayanya, pesanku belum terbaca oleh dia. ''
gumam fasha dan langsung membuka leptopnya untuk mempelajari materi meeting pagi ini.
Sampai di perusahaan fasha langsung menuju ruangannya, setiap karyawan yang menyapanya selalu di jawab oleh fasha dengan senyum cerahnya, yoga hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah bos nya di pagi ini.
''Bos bangga sekali mempertontonkan tanda merah di lehernya, dia gak akan malu apa nanti saat meeting dengan perusahaan lain. ''
gumam yoga sambil masuk keruangan fasha dan memberikan berkas berkas nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
........................