
Pagi hari di kediaman mewah fasha dan eka....
Mama meli seperti biasa, pagi pagi sudah sibuk dengan menyiapkan sarapan di bantu koki dan pelayan, saat mama meli akan ke kamar eka untuk membangunkan eka, ayah renaldi mencegatnya.
''Jangan bangunkan eka dulu yah. ''
ucap ayah renaldi dan membuat mama meli mengerutkan keningnya.
''Biasanya juga aku yang membangunkan eka setiap pagi, kenapa sekarang jangan?? ''
ucap mama meli dan ayah renaldi langsung menghembuskan nafasnya.
''Ada fasha di kamar, semalam pulang hampir jam satu malam dan biarkan mereka keluar sendiri jangan di bangunkan. ''
''Yasudahlah kalau ada fasha, aku bisa pergi ke acara arisan pagi ini. ''
''Etss... gak bisa, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat meli dan kamu wajib ikut. ''
''Baiklah aku akan ikut demi membuat kamu senang. ''
Mama meli dan ayah renaldi langsung memulai sarapannya tanpa eka dan fasha, karena pasangan itu masih di kamar dan belum menampakan wajahnya.
Di dalam kamar saat ini sedang terjadi serangan pagi oleh fasha kepada eka, fasha terus mendominasi permainan panas pagi ini, eka hanya bisa pasrah dan membalas sentuhan fasha.
''Terimakasih sayang, kamu memang istri terhebat. ''
ucap fasha saat setelah mencapai puncaknya dan ambruk di samping eka.
''Gombal kamu mas, selalu ajah manis kalau udah mencapai keinginannya. ''
ucap eka sambil memeluk tubuh fasha dan fasha hanya tersenyum sambil mencium kepala eka.
''Dari pada aku mas langsung pergi tanpa berucap, lagian sudah kebiasaan kalau selesai pasti ada ajah yang mau mas ucapkan ke kamu, sebagai bentuk terimakasih karena mas di berikan sebuah kesenangan yang tidak pernah bisa di ungkapkan dengan kata kata. ''
ucap fasha dan membuat eka mendelik sebal.
''Ayo tambah lagi gombalannya, biar sempurna. ''
ucap eka mengejek dan fasha langsung mengangakat tubuh eka lalu membawanya menuju kamar mandi.
Saat ini adalah ritual mandi setelah bermandikan keringat dan fasha begitu telaten mengusap tubuh eka dengan air sabun dan sesekali memainkan area kesukaannya.
''Mau periksa kandungan kamu hari ini gak sayang?? mumpung hari ini mas libur. ''
ucap fasha karena eka bilang belum ke klinik tempat periksa kandungan karena eka di larang keluar rumah.
''Boleh mas, harusnya minggu kemarin kan tapi aku kan gak boleh keluar rumah. ''
''Kan emang demi kebaikan kamu dan calon pewaris keluarga kita, makanya mas larang kamu keluar rumah dan sebagai gantinya, mas akan ajak kamu makan siang di restoran mewah. ''
''Gak mau mas, aku mau pulang ajah kalau selesai pemeriksaannya, ada acara kesukaan aku sore ini mulai main lagi. ''
''Oke deh, semua demi istriku tercinta dan apapun itu akan di kabulkan. ''
__ADS_1
Eka tersenyum dan langsung mengajak fasha untuk membilasnya di air shower karena perut eka sudah tidak nyaman dan bergejolak.
''Perutnya agak nonjol sayang gak rata seperti kemarin kemarin. ''
ucap fasha membantu membilas tubuh eka.
''Kan udah mau masuk lima bulan mas, makanya nonjol deh perutnya. ''
jawab eka dan fasha tersenyum.
Fasha dan eka saat ini sudah rapih dengan pakaian santainya dan langsung keluar kamar untuk sarapan pagi kesiangannya.
Eka dengan telaten menyiapkan makanan untuk fasha di piringnya dan fasha tersenyum sambil memulai makan sarapannya.
Eka hanya makan sup tanpa nasi karena eka masih merasa geli melihat butir butir nasi dan tidak masalah untuk fasha karena yang penting eka senang dan kandungannya baik baik ajah.
Setelah selesai sarapannya, fasha langsung mengajak eka menuju halaman belakang untuk melihat mama dan ayah yang sedang merawat bunga bunga milik eka.
''Sejak kapan mama dan ayah kompak?? sepertinya akan ada kabar baik. ''
ucap fasha yang memperhatikan kedua mertuanya yang asik dengan tanaman.
''Mereka itu masih saling mencintai dan dasar mama nya ajah malu malu tapi mau, biarin ajah lah itu urusan mereka mas, aku cuma bilang ke mama jangan sampe aku punya adik lagi. ''
ucap eka dan membuat fasha langsung tertawa.
''Kamu ini ngaco, gak akan lah punya anak lagi kan mama sudah lanjut usia, yaah.... kecuali ada keajaiban. ''
''Salah kamu ini.... mas mau punya anak bukan mau punya adik. ''
''Ayo siap siap mas aku dapat jadwal jam sebelas di klinik nya. ''
Fasha dan eka langsung bersiap untuk menuju klinik memeriksakan kandungan eka yang melar sampai satu minggu karena insiden raina.
Eka dan fasha menghampiri mama meli dan ayah renaldi lalu pamit menuju klinik.
''Ayah juga mau pergi sama mama dan mungkin gak akan nginep lagi malam ini. ''
ucap ayah renaldi dan eka mengerutkan keningnya.
''Ayah sama mama jangan macam macam karena kalian belum SAH, ingat hukum agama. ''
ucap eka dan membuat fasha tersenyum canggung dan kedua orang tuanya langsung menghembuskan nafasnya.
''Ayo sayang kita berangkat sekarang keburu macet di jalannya. ''
ucap fasha yang mengerti dengan situasi dan orang tua eka bernafas lega.
Sepanjang perjalanan menuju klinik, fasha sibuk dengan iped nya sedangkan eka sibuk dengan jalanan diluar mobilnya dan eka seperti burung keluar dari sangkarnya, bahagia dan senang rasanya saat ini yang eka rasakan.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di klinik dan fasha langsung menggandeng eka menuju area klinik dan mendaftar ulang kembali sebelum di panggil ke dalam ruangan.
Setelah menunggu sepuluh menit nama eka pun di panggil dan fasha langsung menggandeng lengan eka menuju ruang pemeriksaan.
__ADS_1
''Selamat siang.... ''
ucap dokter dan eka menjawabnya lalu tersenyum.
''Selamat siang juga dokter, saya yang di jadwalkan minggu kemarin untuk pemeriksaan tapi melar satu minggu dan baru sekarang pemeriksaannya. ''
ucap eka dan dokter tersenyum.
''Gak apa apa ibu dan ayo langsung kita USG yah biar suster membantu ibu. ''
ucap dokter dan eka menganguk.
''Lihat yah ibu, di usia kandungan masuk delapan belas minggu ini, janinnya sudah berbentuk yah bu dan sudah ada detak jantungnya. ''
ucap dokter dan eka mendengarkan dengan jelas detak jantung calon buah hatinya.
''Benar dokter jelas sekali yah. ''
ucap eka dan dokter tersenyum.
Suster langsung membantu eka merapihkan kembali pakaiannya dan fasha langsung membantu eka untuk duduk di kursi kembali.
''Apa ada keluhan di trisemester kedua ini bu yang ibu rasakan sehari hari?? ''
ucap dokter sambil menuliskan hasil pemeriksaannya.
''Iya dokter ada, saya sekarang sering muntah dan mual jangan di tanya setiap hari mual, kenapa yah gak di trismester awal?? ''
ucap eka dan dokter tersenyum.
''Begini ibu, setiap kehamilan itu berbeda beda dan gak semua nya sama, saya akan memberikan obat untuk meredakan mual nya dan beberapa vitamin juga penambah darah, saya harap ibu perhatikan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh, sayuran dan buah buahan di perbanyak, ikan dan daging juga boleh dan ibu perbanyak istirahat jangan bergadang, tekanan darah ibu rendah barusan di periksa. ''
ucap dokter dan eka mengangguk.
''Baik dokter terimakasih. ''
ucap eka sambil menerima resep dari dokter.
''Sampai ketemu bulan depan dan selamat siang. ''
ucap dokter dan eka mengangguk lalu pamit keluar dari ruangannya.
''Sayang....emang gak bisa makan nasi satu suap ajah, jangan makan roti terus yah. ''
ucap fasha yang khawatir karena eka enggan makan nasi saat ini.
''Paling bubur atau lontong mas, kalau nasi berbulir aku gak berani, jiji lihatnya. ''
ucap eka dan fasha mengangguk sambil mengusap kepala eka penuh sayang.
Setelah mengambil obat untuk eka, fasha langsung mengajak eka pulang karena eka terus merengek minta pulang.
TBC.......
__ADS_1