
Satu minggu kemudian....
Pagi hari seperti biasa Eka memuntahkan isi perutnya dan seperti biasa Fasha dengan telaten memijat tengkuk Eka dan memberikan air hangat yang di siapkan bibi tadi.
''Masih bergejolak gak perutnya?? ''
ucap Fasha saat eka berjalan keluar dari kamar mandi.
''Udah gak ko Mas dan biasa kan kalau pagi pagi pasti muntah muntah. ''
ucap Eka dan membuat Fasha langsung memeluk istrinya.
''Hari ini mama sama ayah akan melangsungkan akad nikah, masa kamu malah pucat gini wajahnya. ''
ucap Fasha saat melepaskan pelukannya.
''Ada make up Mas gampang itu maa. ''
ucap eka dan fasha mengangguk.
Saat ini eka dan fasha sedang menginap di kediaman ayah renaldi karena eka dan fasha akan mendamping ayah renaldi menuju rumah mama meli.
Pintu kamar di ketuk dan fasha langsung membukanya ternyata ayahnya eka yang masuk.
''Gimana keadaan kamu sayang?? masih mual?? ''
ucap khawatir ayahnya eka dan eka menggelengkan kepalanya.
''Udah mendingan ayah dan ayah jangan khawatir yah karena eka baik baik ajah. ''
ucap eka dengan senyumnya dan membuat ayahnya bernafas lega.
''Yasudah ayo kita sarapan dan berangkat ke rumah mama kamu yah, acara akadnya jam sembilan soalnya dan takut macet di jalan. ''
ucap ayah renaldi dan eka mengangguk.
Eka dan fasha memakai pakaian senada dan membuat fasha bahagia karena eka saat ini terlihat cantik juga anggun dengan dress yang di kenakannya.
''Belajar dari mana kamu make up wajah??, cantik hasilnya dan gak sepucat tadi. ''
__ADS_1
ucap fasha da eka langsung tersenyum.
''Ayo kita sarapan kasihan ayah udah gak sabar loh mas pengen halal. ''
ucap eka dan fasha mengangguk sambil menggandeng pinggang eka menuju meja makan.
Fasha dan eka langsung gabung sarapan dengan ayahnya, hanya sepuluh menit sarapan selesai dan fasha langsung mengajak eka menuju mobil mengikuti ayah renaldi yang terlebih dahulu menuju mobil.
Sepanjang perjalanan eka hanya diam dan terus menatap gerak gerik ayahnya yang terlihat tidak nyaman, eka hanya menghembuskan nafasnya.
''Ayah kaya ABG tau, diam dong jangan gelisah gitu dan lagian mama juga disana kayanya santai. ''
protes eka dan membuat fasha menepuk jidatnya, sedangkan ayahnya hanya diam tanpa menjawab ucapan eka.
''Sayang.... lupa dengan ucapan mas semalam. ''
ucap fasha dan eka langsung diam.
Selama ini fasha selalu memperingati eka yang selalu berbicara ngawur kepada mamanya juga ayahnya, eka pun sampai bosan karena terus dan terus menerima wejangan dari fasha.
Fasha enggan melihat eka debat dan bertengkar dengan mamanya karena akan sangat sulit di kendalikan kalau eka sudah berdebat.
Ayah renaldi di damping eka dan fasha langsung masuk kedalam rumah dan langsung menuju meja akad, ayah renaldi langsung duduk dan menunggu mama meli yang sedang di panggil, tak lama ayah renaldi duduk pak penghulu datang lalu membuka berkas berkas pernikahannya.
Mama meli di himpit oleh adik dan kakaknya, eka langsung menangis bahagia melihat kebahagiaan di wajah kedua orang tuanya, fasha terus menggenggam tangan eka untuk menenangkan eka yang sedang menangis.
Tak lama mamanya eka duduk, satu kata SAH berhasil lolos dari kedua saksi, kebahagiaan begitu terpancar saat ini dan eka langsung menghampiri kedua orang tuanya setelah selesai urusannya dengan penghulu.
''Kan gak ada sungkeman nih di pernikahan mama sama ayah jadi acara pelukan eka ajah yah sekarang. ''
ucap eka dan membuat semua tertawa dengan tingkah konyol eka.
Eka langsung di peluk oleh ayah dan mamanya, bahagia adalah yang di rasakan eka juga kedua orang tuanya saat ini, setelah puluhan tahun berpisah akhirnya hari ini menjadi hari bahagia dan di persatukan kembali dalam ikatan suci pernikahan.
''Mama dan ayah selamat yah, maaf karena fasha gak bisa memberikan hadiah yang bagus untuk kalian. ''
ucap fasha merendah dan membut mama meli tersenyum.
''Gak bagus gimana coba hadiah dari kamu mas, di pinjamkan jet pribadi dan keliling nusantara, itu kan bagus dan asik sekali. ''
__ADS_1
ucap eka dan membuat fasha menggelengkan kepalanya.
Eka sempat protes saat kedua orang tuanya akan bulan madu ke luar negeri dengan pesawat milik fasha, namun semua batal kala eka protes dan akhirnya kedua orang tua eka memilih keliling nusantara.
Kebahagiaan yang di rasakan eka juga keluarganya berbanding terbalik dengan yang di rasakan raina saat ini, sudah jatuh tertimpa tangga adalah ungkapan yang pas untuk raina saat ini.
Saat ini raina sedang di pemakaman mamanya dan menangisi nasibnya saat ini.
Raina seperti mendapatkan tamparan keras saat ini, hasil tes DNA yang menyatakan 99% tidak cocok dengan ayahnya.
''Mama tega sekali ninggalin raina sekarang dan mama tau gak raina sedih karena ternyata raina bukan anak kandung papa, kenapa mama tega sih membohongi raina selama ini, raina sendiri mama sekarang dan papa juga sudah menikah dengan wanita itu, mama tega sekali bunuh diri karena papa menceraikan mama. ''
ucap raina sambil menangis di sisi pemakaman mamanya.
Raina masih ingat dan sangat mengingat sekali saat mamanya bunuh diri dengan meminum obat penenangan dalam jumlah banyak dan memotong pergelangan tangannya dengan pisau.
Dokter sudah angkat tangan saat mama nya raina di lakukan tindakan dan nyawanya tidak tertolong, raina langsung histeris dan menangis saat itu.
Saat itu papanya masih mendamping namun saat raina menghina di restoran, papanya langsung menjauh bahkan enggan bertemu dengan raina kembali.
''Raina janji sama mama akan membalas kematian mama dan gak akan membiarkan papa bahagia dengan istrinya sekarang, mama tau raina saat ini sakit sekali mama dan raina bingung harus bagaimana. ''
ucap raina sambil berdiri dan meninggalkan pemakaman mamanya.
Raina yang memang hidup bebas saat masih ada orang tuanya dan saat ini semakin bebas kehidupannya, bahkan raina sudah satu rumah dengan kekasihnya, pelayan di rumah pun engga berkomentar dan menulikan telinga juga menutup mata dengan kelakuan raina saat ini.
Di kediaman mamanya eka.....
''Mama dan ayah semangat sekali yah bulan madunya, ingat pesan eka baik baik, jangan ada anak yang lahir lagi karena eka engga mau punya adik. ''
ancam eka dan membuat kedua orang tuanya menghembuskan nafasnya lalu meminta pertolongan kepada fasha dan fasha yang mengerti pun langsung menenangkan eka.
''Sayang lebih baik kita doakan mama dan ayah selamat di perjalanan keliling nusantara nya, nanti setelah anak kita lahir kedunia, kita akan bulan madu lagi dengan anak kita tentunya. ''
ucap fasha dan berhhasil membuat eka senang dan mengangguk setuju.
Mama meli dan ayah renaldi langsung pamit dan di antarkan oleh supirnya fasha menuju bandara, sedangkan eka dan fasha langsung menuju kediaman mewah fasha untuk beristirahat karena seminggu ini fasha dan eka sibuk mengurus pernikahan kedua orang tua eka.
tbc.....
__ADS_1