
Hari terus berlalu dan tidak terasa, bulan ini usia kandungan eka memasuki bulan ke tujuh, perut eka pun sudah terlihat menonjol dan membuat eka semakin seksi menurut fasha.
Fasha semakin posesif ke eka dan banyak aturan yang harus eka jalani, semua fasha lakukan demi kebaikan eka dan calon buah hatinya.
''Mas besok aku jadwal periksa ke dokter, kamu bisa antar kan?? ''
ucap eka di sela sela makan malam nya.
''Bisa sayang dan nanti mas antarkan kamu yah. ''
jawab fasha dan eka tersenyum senang.
''Makasih suamiku sayang, makin cinta deh aku jadinya ke kamu. ''
ucap eka dan fasha menggelengkan kepalanya.
''Jangan gombal dan habiskan makanannya yah. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
Setelah selesai makan malam nya, fasha dan eka memutuskan untuk ke kamar karena eka merasakan kurang nyaman pada pinggangnya.
''Mas pinggang aku kok ga nyaman yah kalau masuk malam hari gini, panas dan sakit. ''
keluh eka saat merebahkan tubuhnya di ranjang.
''Mau panggilkan dokter atau kita ke dokter sekarang untuk periksa?? ''
ucap fasha sambil mengusap pinggang eka yang tertidur beralaskan paha nya fasha.
''Gak usah mas dan besok ajah sekalian periksa kandungannya, aku cuma mau di usap ajah sama kamu mas, boleh kan?? ''
ucap eka dan fasha langsung mengiyakannya.
''Semua untuk kamu kalau terbaik akan mas lakukan, tidur yah biar sakitnya berkurang. ''
ucap fasha sambil membenarkan tidur eka ke bantal dan usapan di pinggang eka pun tetap di lakukannya.
Eka tidak merespon dan memilih untuk menutup matanya, merasakan nyamannya usapan tangan fasha di pinggangnya.
''Dede sayang jangan bikin bunda susah yah, kasihan kan bunda nya kesakitan. ''
ucap fasha sambil mengusap perut buncit eka dan bayinya merespon menendang perut eka.
Fasha langsung antusias mengajak anak nya berbicara sedangkan eka sudah tertidur karena memang efek obat yang di minumnya.
''Sehat sehat yah anak ayah, semoga kamu selamat sehat sampai nanti kita bertemu di saat kamu lahir ke dunia ini, mau laki laki atau perempuan ayah tetap bersyukur dengan kehadiran kamu di tengah tengah ayah dan bunda. ''
ucap fasha sambil mencium perut buncit eka dan kembali mengusap pinggang nya eka.
......................
Pagi hari menjelang......
Fasha pagi ini sengaja bangun lebih pagi karena dia akan melanjutkan olah raga pagi seperti biasa, sedangkan eka masih tertidur pulas.
__ADS_1
Satu jam kemudian fasha olah raga, eka membuka matanya dan matanya mencari fasha namun tidak menemukannya, eka memilih langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
''Mas fasha mana yah?? tumben pagi pagi ngilang. ''
gumam eka di sela sela memakai pakaiannya.
Pintu kamar terbuka dan fasha lah yang masuk, fasha langsung menghampiri eka dan mencium keningnya lalu segera ke kamar mandi.
Eka langsung menyiapkan pakaian santai karena hari ini fasha akan mengantarkan ke klinik untuk memeriksa kandungan eka.
''Mas dari mana sih sebenarnya?? ''
ucap eka saat fasha keluar dari kamar mandi.
''Mas tadi habis olah raga, badan berat banget soalnya sayang. ''
jawab fasha dan eka mengangguk.
''Yaudah aku mau siapkan sarapan dulu, di luar juga kedenger berisik banget mas. ''
ucap eka dan fasha mengiyakannya.
Ternyata ada mama meli dan ayah renaldi datang pagi sekali dan eka langsung mencium tangan kedua orang tuanya.
''Tumben mama sama ayah datang pagi banget. ''
ucap eka sambil memakan cemilan yang di sajikan mamanya.
''Dari semalam mama kamu khawatirin kamu eka, makanya kita kesini pagi banget dari pada malam malam harus kesini kan ganggu banget. ''
''Eka baik baik ajah mama, emang mama khawatir karena apa sih?? ''
ucap eka dan mama meli langsung menghampiri eka.
''Gak tau kenapa feeling mama ajah gak enak eka, tapi yasudahlah jangan di pikirkan yah, kamu juga keadaannya baik kan. ''
jawab mama meli sambil mengelus perut buncit eka.
''Ehh.... ada mama sama ayah ternyata. ''
ucap fasha sambil mencium kedua tangan mertuanya.
''Tumben pakaian kamu santai banget fasha, kalian mau pada pergi?? ''
ucap mama meli karena melihat style fasha pagi ini terlihat santai.
''Mau periksa kandungan eka mama, jadwalnya hari ini di bulan ke tujuh nya. ''
jawab fasha dan mama meli mengangguk.
''Ayo kita sarapan yah, eka laper banget soalnya mau makan. ''
ajak eka kepada keluarganya karena memang perutnya meminta di isi makanan.
Di bulan ke tujuh kandungan eka, eka mulai bisa memakan nasi dan mual muntah gak seekstrim trisemester kedua, trisemester ketiga ini eka lebih banyak ngemil dan makan.
__ADS_1
Setelah selesai sarapannya, mama meli dan ayah renaldi ikut ke kelinik untuk periksa kandungan eka, fasha dan eka mengiyakannya karena takut ini salah satu keinginan babby di dalam kandungan eka.
Selama dalam perjalanan eka hanya diam karena memang perutnya terasa gak nyaman, mama meli terus mengusap perut eka.
''Kamu baik baik ajah kan sayang?? ''
ucap mama meli dan membuat perhatian fasha teralihkan saat ini menjadi ke eka. ''
''Kamu kenapa sayang?? ada yang sakit lagi seperti semalam?? ''
ucap fasha dengan nada khawatir.
''Eka baik baik ajah ko, kalian terlalu khawatir ajah. ''
elak eka karena memang dia gak mau membuat khawatir.
''Syukur lah kalau baik baik ajah, kalau merasa gak nyaman atau sakit, kasih tau cepat yah. ''
ucap fasha dan eka mengangguk.
Hanya dua puluh menit perjalanan akhirnya sampai di klinik dan eka langsung di gandeng mama meli untuk memasuki klinik, sedangkan fasha mendaftar ulang untuk pemeriksaan eka.
Dari arah pintu masuk ternyata raina melihat eka dan keluarga nya, tatapan raina langsung tertuju ke perut eka yang buncit.
''Ternyata wanita itu juga sama lagi hamil seperti aku yah, mari kita sapa deh untuk basa basi. ''
gumam raina sambil tersenyum licik dan menghampiri kursi tunggu eka.
''Hai..... kebetulan sekali kita ketemu disini dan ada papa juga yang ikut menemani. ''
ucap raina dan membuat mamanya eka langsung mendelik sebal sambil merangkul lengan eka.
''Kamu jangan berulah raina, ini tempat umum dan ada fasha juga di sini. ''
ucap ayah renaldi dan raina langsung mengangkat bahunya.
''Papa ini fikirannya jelek banget sih, aku kan hanya menyapa sajah. ''
ucap acuh raina sambil menatap fasha yang sedang berjalan ke arah kursi tunggu.
Fasha langsung mempercepat pendaftarannya begitu melihat raina mendekat ke arah eka karena raina sulit di tebak kelakuannya.
''Hallo suami idaman.... ''
ucap raina saat fasha menghampiri eka dan membuat eka mendelik sebal.
''Kamu jangan macam macam raina karena aku gak segan segan untuk membalasnya. ''
ancam fasha dan raina hanya tersenyum mengejek.
''Kalian sama ajah selalu berfikiran jelek, aku hanya menyapa kok dan gak salahkan. ''
ucap raina dan fasha langsung menatap tajam.
............
__ADS_1
tbc.