
Setelah selesai acara eka dan fasha memilih menginap di kediaman mama meli, karena fasha sedang sibuk membantu merapihkan bekas acara syukurannya dan eka sedang di rumah mama meli untuk istirahat di temani pelayan di rumah mamanya eka.
''Mba eka, bibi kebagian jatah nasi box, souvenir dan ampau juga. ''
ucap bibi dan eka tersenyum.
''Emang isi souvenirnya apa bibi?? ''
ucap eka yang memang tidak mengetahui nya.
''Isinya kalau buat wanita itu mukena kalau buat laki laki sarung, terus ampau nya seratus ribu loh mba kan itu lumayan besar, makanannya enak banget loh baru kali ini menu nasi box sup iga dan daging rendang. ''
ucap bibi antusias dan membuat eka tersenyum senang.
''Suamiku emang royal bibi, padahal aku kan minta nya sederhana ajah tapi ini kelewatan. ''
''Biarin mba eka, ini kan sebagai bentuk rasa syukur suaminya mba eka juga, bibi doakan semoga dede bayi sehat dan selamat sampai nanti lahiran yah mba eka dan jadi anak yang di limpahi kasih sayang. ''
''Amiin dan makasih doanya bibi, aku jadi senang mendengarnya. ''
Eka dan bibi pun mengobrol sambil memakan makanannya dan eka memakan sup iga yang sengaja di pisahkan oleh ayah renaldi khusu untuk eka.
Satu jam kemudian fasha, mamanya eka dan ayah renaldi memasuki rumah dan ternyata eka sedang tertidur di sofa ruang tengah.
Fasha tersenyum dan mencium kening eka, fasha memilih menuju kamar eka untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Mama meli dan ayah renaldi pun sama memilih membersihkan tubuhnya dan bibi bertugas menghangatkan makanan untuk makan siang yang terlewat.
Eka mengerjapkan matanya dan langsung duduk di sofa sambil mengumpulkan kesadarannya.
''Udah lewat makan siang, mas fasha belum beres juga gitu beresinnya?? ''
ucap eka saat mengedarkan ke semua arah rumah yang sepi.
''Mba eka mau di buatkan minum?? ''
ucap bibi dan eka menggelengkan kepalanya.
''Mama belum selesai beresin panti nya bibi?? ''
ucap eka dan bibi menggelengkan kepalanya.
''Udah selesai mba dan semua nya sedang bersih bersih juga. ''
jawab bibi dan eka mengangguk.
Eka langsung menuju kamar mandi di dekat dapur yang paling dekat jangkauan eka saat ini.
Fasha selesai dengan membersihkan tubuhnya dan saat menuju ruang keluarga ternyata eka tidak ada dan membuat fasha mencarinya.
''Bibi tau istri saya kemana?? ''
__ADS_1
ucap fasha saat menghampiri bibi di dapur.
''Ada apa mas cariin aku?? ''
jawab eka mendahului saat bibi akan menjawabnya.
''Kamu ini bikin kecarian ajah, habis apa di kamar mandi bawah coba?? ''
ucap fasha sambil menggandeng eka menuju kursi meja makan.
''Paling deket kan kamar mandi bawah, kalau harus ke kamar ma jauh lah, mas fasha belum makan siang loh dan ini udah sore lagi. ''
''Iya nanti sekalian makan nya barengan sama mama dan ayah, kamu udah makan belum?? ''
''Gak enak makan kalau sendiri, nanti ajah ikut gabung barengan makannya. ''
''Oke deh, gimana masih mual gak perutnya?? ''
''Gak terlalu sih mas, kan aku tadi siang minum obatnya jadi aman perutnya. ''
Ayah renaldi menghampiri eka dan fasha di meja makan dan langsung menanyakan keadaan eka.
''Masih pusig dan mual gak?? ''
ucap ayah nya eka sambil mengelus kepala. eka dan eka menggelengkan kepalanya.
''Gak terlalu ayah kan obatnya ada di hadapan eka sekarang. ''
''Mama ko lama di kamarnya, kayanya mama lagi pakai make up biar terlihat cantik di depan ayah. ''
ucap eka dan membuat fasha langsung meminta eka berhenti bicara.
''Ingat apa yang mas bilang kan sayang, jangan bicara ngawur ke mama. ''
ucap fasha dan eka memanyunkan bibirnya.
''Nurut apa yang suami kamu bilang, jangan memojokkan mama terus yah sayang. ''
ucap ayah nya eka dan eka mengangguk.
Mamanya eka keluar dari kamar dan langsung gabung makan di meja makan, eka hanya diam dan menerima semua yang fasha lakukan, saat ini fasha lah yang melayani eka dan eka terus memanyunkan bibirnya.
''Ini buburnya mas sesuai pesanan. ''
ucap bibi dan eka mengerutkan keningnya.
''Mas minta bibi buatkan bubur untuk kamu makan pengganti nasi, tenaga kamu akan lemah kalau gak masuk karbohidrat dan roti gak baik untuk kehamilan kamu sayang. ''
ucap fasha yang mengerti tatapan eka dan eka kembali patuh lalu memakan buburnya dengan sup iga kesukaannya.
''Mama aneh sama kehamilan eka, kenapa gak trisemester pertama mabuknya malah kedua. ''
__ADS_1
ucap mama meli dan eka mengangkat bahunya tanda tidak tau apa apa.
''Nanti setelah makan, ayah mau berbicara kepada kalian berdua. ''
ucap ayahnya eka dan eka juga fasha mengangguk.
Makan di waktu tanggung pun selesai dan semua berkumpul di ruang keluarga dengan cemilan sebagai pendamping.
Eka terus menatap kedua orang tuanya yang salah tingkah dan membuat fasha terus mengusap lengan eka karena kedua mertuanya merasa terintimidasi dengan tatapan eka.
''Mama dan ayah sudah memutuskan untuk melangsungkan pernikahan bulan depan. ''
ucap ayah renaldi dan membuat eka tersenyum.
''Nah gitu dong kalian menikah dan jangan nunggu bulan depan yah, langsung ajah minggu depan. ''
ucap eka dengan entengnya dan membuat mamanya eka mendelik sebal.
''Kamu ini ngaco eka, emang semudah itu apa melakukan persiapan. ''
protes mama meli dan membuat eka sekarang yang mendelik sebal.
''Mama lupa dulu saat eka mau menikah hanya di beri waktu dua hari, padahal eka gak melakukan hal yang aneh loh. ''
ucap eka dan membuat fasha langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Maksudnya apa sebenarnya?? ''
ucap ayahnya eka yang kurang mengerti.
''Dulu eka di kasih waktu sehari untuk menikah loh ayah, padahal itu temennya mama ajah yang seenaknya menggosip, saat itu eka gak melakukan apapun loh dan mas fasha yang nyosor duluan. ''
ucap eka dan mamanya langsung menghembuskan nafasnya.
''Udah ahh kamu tambah ngaco, sekarang kamu sama fasha kan bahagia dan menyambut calon buah cinta kalian, kenapa protes. ''
elak mamanya eka dan membuat eka kesal.
''Eka gak ngaco, pokonya nikahnya minggu depan dan gak ada bantahan yah, ayo ayah pasti bisa dan kalian gak mungkin raya raya mewah kan?? ''
ucap eka dan ayahnya mengangguk.
''Yaudah mama setuju kalau gitu dan gak usah nunggu bulan depan. ''
''Nah kan kalau gitu jadinya enak, eka bahagia jadinya karena mama dan ayah akan bersatu lagi, tapi eka gak mau punya adik lagi yah mama, awas ajah kalau sampai mama hamil lagi. ''
''Ngaco kamu itu, mama sama ayah kamu udah tua mana mungkin hamil lagi. ''
Ruang tamu rumah mamanya eka mendadak ramai dengan senyum bahagia eka dan kedua orang tuanya dan fasha pun ikut senang dengan kebahagiaan keluarganya.
Tbc.....
__ADS_1