PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan

PERNIKAHAN YaNg TiDaK Di Inginkan
S2 - Kekesalan yang tak berujung.......


__ADS_3

Hai kakak kakak semuanya..... ceritanya Fasha dan Eka aku buka kembali yah dan ini season keduanya, terus dukung ceritanya dan jangan lupa, like, komentar, hadiah juga voute nya yah karena di cerita PERNIKAHAN YANG TIDAK DI INGINKAN ini akan di adakan giveaway loh, sama seperti giveaway di ceritanya RINDU MILIK GALANG tapi kali ini penilaiannya akan di hitung di pemenang top fans mingguan karena ini kan cerita lama, hadiahnya pun masih rahasia tapi gak akan seperti hadiah di giveaway nya cerita Rindu dan Galang.


Selamat sembaca dan semoga suka dengan cerita season keduanya.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


...****************...


...****************...


Tiga bulan berlalu.........


Di sebuah rumah mewah yang begitu megah, seorang istri sedang kesal karena tingkah posesif dari suaminya.


Dia adalah Eka, seorang wanita yang sedang kesal dengan tingkah seorang pria yaitu suaminya bernama Fasha.


''Sekali engga tetap engga, Mas sering bilang kan ke kamu. ''


ucap Fasha dengan nada tegas.


''Mas Fasha, aku itu hamil bukan sedang sekarat. ''


protes Eka yang semakin di buat kesal.


''Terserah kamu Eka, pusing Mas berdebat nya juga dan lakukan apapun yang kamu mau. ''


ucap kesal Fasha sambil keluar dari rumahnya dan menuju mobil yang di siapkan oleh asistennya.


''Ayo berangkat.... ''


ucap Fasha saat duduk di kursi mobilnya dan asistennya langsung melajukan mobilnya.


Pagi ini Fasha sedang dalam kondisi kesal, rengekan Eka yang ingin pergi ke tokonya dan Fasha melarangnya karena Eka sedang hamil muda.


''Yoga..... kamu duluan ke kantor, saya mau ngopi di kantin dulu. ''


ucap Fasha saat mobil yang di kemudikan asistennya sampai di lobi perusahaan.


Yoga mengangguk dan Fasha langsung turun dari mobil untuk menuju kantin, karena pagi ini dia kesal dan belum sempat meminum kopi bahkan tidak menyentuh sarapannya.


Fasha langsung memesan kopi dan beberapa cemilannya, Fasha termasuk bos yang tidak pernah membedakan tempat baginya semua sama mau di kantin atau di kedai coffe.


''Gara gara Eka yang merajuk, aku jadi gak minum kopi buatannya pagi ini. ''


ucap kesal Fasha sambil membuka koran harian di depannya dan seorang pelayan menata kopi juga cemilan yang di pesan Fasha, setelah mengucapkan terimakasih Fasha langsung meminum kopinya.



Fasha begitu tampan dan gagah saat ini, membaca koran dengan di temani kopi, selintas seperti kuno karena Fasha lebih menyukai koran ketimbang aplikasi pintar pencari berita.


Setelah di rasa cukup Fasha membayar tagihan nya dan langsung menuju ruang kerjanya di lantai teratas perusahaanya karena pagi ini ada jadwal meeting dengan perusahaan bagaskara.


Di perusahaan Fasha sibuk dengan pekerjaannya sedangkan di rumah mewahnya Eka sedang cemberut dan kesal.


__ADS_1


''Awas ajah yah suamiku, nanti malam akan aku tolak kalau kamu minta jatah. ''


ucap kesal Eka sambil cemberut dengan rambut yang berantakan.


Eka langsung menuju halaman belakang setelah mengganti pakaiannya dengan daster rumahannya dan mulai dengan merawat bunga bunga yang sengaja di tanam oleh suaminya dan Eka suka dengan bunga itu, entah sejak kapan Eka bisa menyukai bunga.


Eka begitu telaten merawat bunga bunga yang berwarna warni saat ini, sesekali tukang kebun dan pelayan yang membantunya tersenyum karena Eka terdengan berbicara dengan bunga di hadapannya.


''Nyonya itu sangat unik yah dan kita beruntung memiliki majikan yang baik dan mengerti seperti Nyonya, kalau Tuan sih masih seperti dulu angkuh. ''


ucap pelayan saat membicarakan tentang kebaikan Eka.


''Ssttt.... gak baik kita membicarakan orang yang berada di hadapan kita, nanti Nyonya marah loh. ''


ucap tukang kebun dan pelayan langsung mencebikkan bibirnya.


Eka selesai dengan tanamannya dan langsung berdiri, reflek kedua pelayan dan tukang kebun langsung ikut berdiri.


''Hahaaaa... kalian kenapa ikut berdiri?? ''


ucap Eka sambil tertawa karena saat membalikkan tubuhnya pelayan malah ikut berdiri.


''Kan Nyonya berdiri jadinya kami ikut juga. ''


ucap tukang kebun dan Eka menggelengkan kepalanya.


''Mamang lanjutkan yah merawat bunganya dan Bibi ikut masuk yah, aku pengen buat rujak. ''


ucap Eka sambil berjalan masuk kedalam rumah dan menuju wastapel di dapur untuk mencuci tangannya.


Kedua Bibi langsung mengikuti Eka masuk kedalam rumah yang menuju dapur.


Eka ikut membantu membuatkan bumbu rujak nya dan sesekali mengecap rasa nya pas atau tidaknya.


''Waah bumbunya udah pass.....kita makan di halaman belakang ajah yah rujaknya. '' antusiasnya eka sambil berjalan membawa piring berisikan buah buahan potong dan di ikuti oleh kedua Bibi.


Eka langsung memakan buah buahannya dan meminta semuanya ikut makan dengannya, dengan terpaksa semua ikut makan walaupun sungkan.


Sore hari menjelang.....


Fasha selesai dengan urusan kantornya dan langsung menuju pulang ke rumah karena dia merindukan istri nya dan Fasha juga membelikan pesanan yang di minta oleh Eka tadi siang.


Sesampainya di pekarangan rumahnya Fasha langsung masuk dan menenteng pesanan istrinya.


''Bibi.....istri saya kemana?? ''


ucap Fasha saat berpapasan dengan pelayannya.


''Nyonya di kamarnya... ''


jawab pelayan dan Fasha mengangguk langsung menuju kamarnya.


Fasha membuka pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat istrinya sedang di depan meja rias yang sedang menatap wajahnya.


__ADS_1


''Kenapa dengan hidungnya sayang?? ''


ucap Fasha sambil berjalan menghampiri istrinya.


''Mas fasha bikin kaget ajah tau. ''


ucap kesal Eka dan Fasha hanya tersenyum.


''Ini pesanan kamu sayang. ''


ucap Fasha sambil memberikan sebuah bungkusan berisi pesanan Eka.


Eka langsung menerima nya dan membukanya, bibirnya langsung tersenyum senang saat melihat keinginannya ternyata di belikan oleh suaminya.


''Makasih Mas dan pesanannya sesuai keinginan aku, aku siapkan air yah buat mandi?? ''


ucap Eka dengan nada cerianya dan langsung menuju kamar mandi.


Fasha hanya bisa tersenyum menatap kebahagiaan istrinya. ''Kekesalanku ternyata berbuah manis sekali dan ternyata Eka gak memperpanjangnya. '' Gumam Fasha sambil menuju kamar mandi.


Setelah menyiapkan air untuk mandi suaminya, Eka memilih keluar dari kamar untuk meminta Bibi menyiapkan makanannya.


Eka terus menyunggingkan senyumnya melihat pesannya di belikan oleh Fasha.


''Sayang..... kamu jangan terus menatap barangnya, ayo kita makan karena perut Mas udah laper banget. ''


ucap Fasha saat menghampiri istrinya di ruang tengah yang sedang memandang boneka yang di belikan oleh Fasha.


Fasha langsung memakan makanannya saat Eka selesai menyiapkan ke piring di hadapannya, Eka hanya menggelengkan kepalanya melihat Fasha begitu lahap.


''Mas ini seperti gak makan satu tahun deh, pelan pelan nanti kesedak loh. ''


ucap Eka yang khawatir dengan makan suaminya.


''Mas ini lapar sekali dan baru minum kopi ajah tadi pagi, melewati makan siang juga. ''


ucap Fasha sambil memakan kembali makanannya.


Eka mengerutkan keningnya, ''Suruh siapa gak sarapan dan makan siang coba. ''


''Ini karena kamu tadi pagi yang bikin kesall. ''


ucap Fasha dan membuat Eka langsung kesal.


''Loh kok aku sih yang di salahkan, Mas Fasha nya ajah yang membuat semua jadi rumit. '' kesal Eka dan langsung pergi meninggalkan meja makan.


''Salah lagi...... ''


gumam Fasha sambil menghela nafasnya.


''Sabar Tuan, hormon kehamilan memang seperti itu dan mudah tersinggung, sabar yah. ''


ucap kepala pelayan dan Fasha mengangguk.


''Bereskan makanannya Bibi, aku udah gak nafsu makannya. ''

__ADS_1


ucap Fasha sambil beranjak dan menyusul Eka ke ruang tengah rumahnya.


TBC......


__ADS_2