
Fasha langsung menghampiri Eka saat sampai di ruang tengah di rumahnya.
Fasha duduk di samping istrinya yang sedang marah dan kesal kepadanya.
''Maafkan Mas yah sayang, ayo sebutkan permintaan kamu dan Mas akan kabulkan tapi tidak dengan kembali ke toko dan Mas ijinkan kalau nanti usia kandungan kamu lebih dari enam belas minggu, ayo sayang sebutkan mau apa sekarang?? ''
ucap fasha merayu eka yang sedang merajuk.
''Gak mau apa apa Mas, cuma mau ke toko ajah karena aku bosan di rumah terus seharian. ''
ucap Eka dengan nada kesal dan Fasha langsung menggenggam tangan Eka.
''Sayang..... saat ini kamu sedang hamil muda sekali, kalau kamu ke toko yang ada nantinya malahan sibuk dan ikut kerja, kamu akan kelelahan dan membahayakan babby yang ada di dalam kandungan kamu, singkirkan keegoisan kamu saat ini karena ada nyawa di dalam perut kamu yang harus di prioritaskan, kamu bisa mengerti kan?? ''
ucap Fasha memberikan pengertian dan Eka langsung terdiam.
''Iya Mas Fasha, maafkan karena aku egois dan aku janji akan menurut dan gak akan egois. ''
jawab Eka dan Fasha langsung tersenyum sambil mencium kening Eka.
''Naaah.... kan gini jadinya canik, besok Mas akan ajak kamu ke toko yah dan habis dari toko kamu ikut ke kantor. ''
ucap Fasha sambil menatap wajah Eka yang terdiam.
''Mau apa ikut ke kantor?? ''
''Katanya di rumah bosan, jadi ikut ke kantor ajah temani suami kamu kerja. ''
''Terimakasih dan maaf aku gak mau.''
Eka langsung beranjak dan menuju kamarnya, Fasha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Eka yang selalu menolak kalau di ajak ke perusahaannya.
Ke esokan harinya....
Fasha telah rapih dengan style jas kerjanya, Eka dengan telaten membantu suamunya bersiap.
''Mas Fasha..... aku gak mau ikut ke kantor kamu yah dan jangan maksa. ''
ucap Eka dan Fasha mengangguk.
''Oke... tapi jangan sampai kamu melanggar semua yang Mas larang. ''
jawab Fasha dan Eka langsung cemberut.
__ADS_1
''Udah ahh males kalau debat sama kamu, lebih baik kita sarapan. ''
ucap Eka yang mengalihkan pembicaraan dan keluar dari kamar menuju meja makan.
Fasha hanya menghela nafas nya dan langsung berjalan menuju meja makan menyusul Eka yang sedang menyiapkan makanan untuknya.
Fasha langsung makan dan Eka pun ikut makan tanpa ada obrolan karena Eka sedang malas debat.
Setelah selesai sarapan Fasha langsung pamit dan Eka hanya mengangguk lalu mencium tangan Fasha tanpa mengantarnya ke pintu depan.
''Istri macam apa dia itu, bukannya antarkan suami sampai depan dan ini malah duduk manis. ''
gumam Fasha sambil duduk di dalam mobilnya menuju perusahaannya.
Di rumah saat ini Eka sedang duduk sambil memainkan handphone nya karena membalas pesan dari asistennya di toko, saat asik dengan handphone nya sebuah suara memanggil Eka dan membuat Eka menghembuskan nafasnya.
''Apa yang di rencanain mama sekarang. ''
gumam Eka dalam hatinya sambil berjalan menghampiri mama nya yang ada di ruang tamu.
''Kamu ini kenapa gak kasih tau sama mama kalau kamu sedang hamil muda. ''
omel mama nya Eka saat mencium tangan mama nya.
''Emangnya ngaruh kalau aku kasih tau mama?? ''
''Aku malah gak bahagia mama. seperti tawanan yang di sekap dan gak boleh keluar rumah oleh suamiku. ''
''Hadeuuh.... kamu harusnya bersyukur memiliki suami seperti itu, kamu bisa bayangkan Eka saat dulu mama hamil dan di tinggalkan begitu ajah tanpa kejelasan, sakit Eka sakit banget. ''
''Udaaah deeh.... jangan bahas masa lalu yah, sekarang kita sudah bahagia mama dan lupakan laki laki berengsek itu. ''
Mamanya Eka langsung memeluk Eka dan menangis karena merasakan kesedihannya kembali.
''Ingat Eka, kamu harus patuh kepada suami kamu yah dan jangan menentangnya, semoga kamu gak mengalami apa yang mama rasakan dulu. ''
ucap mama dan Eka mengangguk.
''Mama kenapa pulang?? bukannya mama gak mau yah pas Eka ngajakin pulang bulan lalu. ''
ucap Eka dan mamanya tersenyum.
''Mama mau pulang sekarang karena suami kamu ngabarin kalau kamu sedang hamil muda dan kerjaannya marah marah pengen ke toko, sedangkan dia gak ngijinin kamu karena khawatir dan mama langsung mau pulang buat memberikan wejangan buat kamu. ''
__ADS_1
ucap mama dan Eka langsung mendengus sebal.
''Eka gak mau yah di kasih wejangan dan Eka udah bosan tiap hari di kasih ceramah terus sama Mas Fasha, mama cukup temani ajah di rumah ini. ''
ucap Eka dan mamanya hanya bisa menghembuskan nafasnya.
''Terserah kamu deh, tunjukan mama kamar buat mama karena saat ini butuh kasur empuk. ''
ucap mamanya eka dan eka langsung meminta bibi membawa mamanya ke kamar tamu.
Saat ini mama nya eka sangat lelah karena tadi malam mendapatkan telphone dari fasha untuk menenangkan eka yang selalu mendumel ingin ke toko sedangkan eka sedang hamil dan alhasil mamanya eka langsung bersiap dan kembali dari tempat dia menenangkan diri di desa kelahirannya.
''Duuh.....gak salah si eka milih suami, udah ma ganteng, kaya raya dan dia hidup sebatang kara karena emang semua keluarganya telah tiada, kamu memang anak terbaik mama. ''
ucap mama nya eka saat sampai di kamar yang akan menjadi tempat dia istirahat dan kamarnya begitu mewah juga nyaman.
Di perusahaan fasha saat ini....
''Permisi bos, perwakilan perusahaan TARUNA GRUP sudah menunggu di tempat meeting. ''
ucap yoga saat masuk kedalam ruangan kerja fasha.
''Kamu sudah siapkan materinya dan daftar kontraknya kan yoga?? ''
ucap fasha dan yoga mengangguk.
Fasha langsung berjalan menuju ruang meeting diikuti oleh yoga dan sekertarisnya, fasha langsung membalas jabatan tangan presdir taruna.
''Selamat siang tuan fasha saya renaldi anggara, presdir taruna grup. ''
ucap tuan renaldi dan fasha hanya mengangguk dan langsung duduk.
''Kita langsung ke pokok utamanya sekarang dan silahkan persentasikan pengajuannya biar saya lebih mengerti dan bisa saya pelajari dahulu. ''
ucap fasha tanpa basa basi dan tuan renaldi langsung menjelaskan semua proposal nya.
Fasha menajamkan pendengarannya dan tangannya sibuk mencoret kesalahan pada proposal nya hingga sepuluh menit kemudian tuan renaldi selesai dengan penjelasannya.
''Saya berharap tuan fasha berkenan untuk menanam saham di perusahaan yang saya jalankan. ''
kata terakhir yang keluar dari penjelasan tuan renaldi dan fasha langsung terdiam.
''Bukan saya menolak kerjasama nya tuan renaldi, tapi saya harap anda mau melakukan pengecekan ulang dan revisi proposalnya, saya sudah mencoret semua kesalahan dan saya harap pertemuan selanjutnya tidak ada kesalahan, asisten saya yang akan melanjutkan nya dan saya permisi. ''
__ADS_1
ucap fasha sambil beranjak dan keluar dari ruangan meeting, yoga langsung mengambil proposalnya dan memberikan kepada tuan renaldi.
TBC........